
Happy Reading!
⭐🌙🌃
Malam harinya di kediaman keluarga Winston
Mommy Mira mengambilkan lauk untuk calon menantunya Skylar.Dia sangat bahagia melihat puteranya yang kaku dan dingin terhadap wanita kini kembali hangat setelah bertemu lagi dengan teman masa kecilnya.
"Kak Sky nanti tidur bersamaku ya. " pinta Nessa penuh harap.
"Iya Nessa kakak akan tidur denganmu. " balas Sky sambil tersenyum.
Merekapun makan malam bersama dengan suasana ramai adanya Sky di tengah tengah keluarga winston.
Selesai Dinner Nessa mengajak pergi Sky menuju ke kamarnya dan Sky menurutinya. Sementara Daddy Rico dan Bintang mengobrol di ruang tamu disusul mommy yang baru membereskan meja makan.
"Bintang bagaimana kalau kamu dan Sky bertunangan dulu nak. " tawar Mommy Mira pada puteranya.
"Aku setuju Mommy lagian tadi saat jalan jalan aku sudah bertanya padanya dan diapun setuju. " jawab Bintang mengulum senyumnya.
"Ya sudah besok Mommy dan Daddy akan membicarakan pertunangan kalian pada orang tua Sky. "
Di Kamar Vanessa
Sky merasa belum mengantuk dan meminjam buku novel milik Vanessa lalu dibacanya sambil bersandar di tepian ranjang.Vanessa meletakkan ponselnya di atas laci kemudian menatap Sky.
"Kak Sky seandainya kak masih menyukai seseorang tapi kakak ingin menghindari dan melupakannya apa yang akan kak Sky lakukan dan pilih. " cecar Vanessa dengan tatapan seriusnya.
Sky menghentikan kegiatannya dan terdiam sejenak mendengar pertanyaan dari Vanesa. Diapun membuang nafas pelan setelah itu menatap Vanessa.
"Mungkin aku memilih melupakannya setelah dikecewakan oleh orang yang kita suka. " balas Sky sambil tersenyum.
"Kenapa pertanyaanmu seperti itu Nessa apakah kamu dikecewakan seseorang? " selidik Skylar.
__ADS_1
"Ya Kak Sky dan sekarang aku ingin melupakan perasaanku padanya. " terang Vanessa.
"Ya sudah sebaiknya kita tidur hari sudah larut malam. " Skylar menaruh bukunya di laci setelah itu berbaring di ranjang.
Vanessa mengangguk lalu memejamkan kedua matanya secara perlahan.
💞💕
Mentari pagi menyinarkan sinarnya menembus setiap sudut ruangan kamar Vanessa. Kedua gadis beda usia itu kini telah mandi dan bersiap siap.Merekapun ke luar dari kamar dan menuruni tangga dan bergegas menghampiri orang tua Vanessa dan Bintang.
Skylar terkejut melihat kehadiran Ellio dosennya tengah berbincang dengan Bintang namun dia memilih diam dan tak bertanya.
Skip selesai sarapan Skylar berpamitan pada keluarga Bintang karena hari ini dia akan pergi ke kampus.
"Semuanya aku pamit pulang dulu ya. " pamit Skylar dengan senyum ramahnya.
"Ya Sky kamu hati hati nak dan Bintang kamu antar Sky pulang. " ucap Mommy Mira pada sang putera.
"Pasti Mom. " Bintang bangkit begitu juga dengan Sky kemudian berlalu pergi dari sana.
Kini hanya tinggal Vanessa dan Ellio yang berada di meja makan karena mommy mira pergi ke dapur.Ellio menatap lekat gadis yang ada di hadapannya yang kian cantik.
"Oh ya Nessa, tadi bukankah Skylar. " cecar Ellio memastikan.
"Ya dia kak Skylar teman masa kecil kak Bintang dan darimana kakak tahu kak Skylar. " cetusnya sambil menyipitkan matanya.
"Aku dosen di kampusnya Nessa. " jawab Ellio sambil tersenyum.
Vanessa mengangguk dan mereka kembali tenggelam dalam keheningan.Ellio beranjak dari duduknya lalu menghampiri Vanessa kemudian mengenggam kedua tangannya.
"Maafkan atas sikap kakak dulu Nessa dan aku harap kita kembali akrab seperti dulu lagi. " pinta Ellio penuh penyesalan.
Vanessa melepaskan tangannya yang digenggam oleh Ellio dan menatapnya dengan raut datarnya.
__ADS_1
"Ya aku tidak akan mengejar kakak lagi dan anggap saja kita hanya orang asing. " sambung Vanessa dengan senyum paksanya.
Ellio mengangguk lalu mengecup keningnya sekilas dan tak lupa pamit setelah itu berlalu pergi.Vanessa tersenyum getir melihat kepergian pria yang masih memenuhi ruang hatinya tersebut sekaligus pria yang membuatnya patah hati.
"Kenapa hatiku masih berharap kelak kak El akan melihatku sebagai seorang wanita bukan seorang adik kecil baginya. " gumam Vanessa dengan lirih.
Drt drt drt
Vanessa memeriksa siapa yang telah menghubunginya saat ini.
( panggilan terhubung)
"Halo Dit ada apa ya? " tanya Vanessa dengan ramah.
"Kita pergi ke taman hiburan yuk Nes. " ajak Radit diujung sana.
"Okey deh jemput ya. "
Vanessa mengakhiri panggilannya lalu pergi ke kamarnya untuk bersiap. Tak lama kemudian Diapun kembali dan langsung bergegas ke luar dari mansion setelah pamit pada orang tuanya.
Vanessa langsung masuk ke mobil dan Radit melajukan mobilnya meninggalkan kediaman winston.Radit melirik kearah sahabaynya yang terlihat murung membuat dirinya bertanya tanya.
"Kamu kenapa Nes pagi pagi wakah kamu sudah ditekuk seperti setrikaan saja? " cecar Radit sambil meledek.
"Masalah hati Dit! Padahal jelas jelas aku sudah ditolaknya tapi entah kenapa hati kecilku masih berharap padanya. " balas Vanessa tersenyum kecut.
"Cari saja lagi Nes. " sahut Radit dengan santai.
"Kamu mah gampang ngomongnya dasar playboy! Hati tak semudah membalikkan tangan dalam hal melupakan apalagi kalau sudah benar benar cinta. "
Raditpun tak bisa berkata apa apa dan memilih diam dan fokus menyetir.Vanessa memilih memalingkan wajahnya dan menatap jalanan dari balik kaca mobil.
Seiring sejalannya waktu lambat laun sakit hati karena cinta akan terkikis dan terhapus dengan sendirinya.Memang butuh waktu lama untuk mengobatinya namun percayalah dibalik rasa sakit ini kelak akan terbayar dengan kejutan manis yang akan menantimu.
__ADS_1
"Mungkin memang kamu tercipta bukan untuk aku miliki kak El. " pikir Vanessa.
TBC