
Azalea menghela nafas lega, ketika Dokter menyatakan transplantasi nya berjalan lancar.
Walaupun masih harus dalam pengawasan Dokter, Queen sudah tampak lebih baik sekarang.
Dia mulai terbiasa menjalani hari-hari bersama Azalea dan Zico.
Menjalani aktivitas bersama setiap hari, ketiganya begitu menikmati hari-hari sebagai keluarga kecil yang bahagia.
"Uncle dimana kami?" Teriak Queen, setelah berhasil bersembunyi bersama Azalea di dalam lemari.
"Uncle dataannggg..." Balas Zico dan membuat Queen langsung terdiam seperti patung di dalam lemari.
"Ussssss .." Sambil meletakkan jari kecilnya ke depan bibirnya. Queen meminta Azalea untuk tidak bergerak dan bersuara.
"Okee..." Sambil mengangguk pelan, dan tanpa mengeluarkan suara. Azalea mengikuti perintah Queen.
"Uncle akan menemukanmu.." Sambil berjalan pelan, mencari keberadaan Queen dan Azalea. Yang jelas-jelas dia sudah tahu dimana keduanya bersembunyi.
"Baaaa...." Zico membuka pintu lemari, dan mengagetkan keduanya.
Berhasil, merekapun terbahak dengan tingkah mereka sendiri.
"Ah Uncle curanggg.." Queen tidak terima persembunyian nya dapat ditemukan dengan mudah.
"Loh kok curang.."
"Uncle pasti ngintip kan." Queen keluar dari lemari sambil dibantu Zico. Dan diikuti Azalea yang juga ikut keluar dari persembunyiannya.
"Gak kok, Uncle yang ngintip. Harus suportif dong, sekarang giliran Queen yang jadi. Uncle sama Aunty yang sembunyi ya."
"Baiklah baiklah." Queen langsung menghadap ke dinding. Menutupi wajahnya dan mulai berhitung.
*
*
"Papaaaa..." Queen berlari dan langsung memeluk Biandra erat. Dia benar-benar sangat merindukannya, juga Maya tentunya.
__ADS_1
Menghabiskan waktu bersama Zico dan Azalea selama satu bulan tanpa ada Biandra dan Maya. Membuat Queen cukup merindukan keduanya, walaupun dia tidak pernah bertanya sekalipun tentang keberadaan kedua orangtuanya.
"Queen happy, tinggal bersama Aunty dan Uncle?" Tanya Biandra yang kini sudah menggendong Queen dan membawanya keruang tamu. Ikut duduk bersama Zico dan Azalea disana.
Mungkin, berkat Biandra mengizinkan Azalea untuk merawat Queen, kini Zico dan Azalea menerima kedatangan Biandra dengan baik.
"Maaf sudah merepotkan kalian." Imbuh Biandra sedikit merasa tidak enak.
"Tidak perlu basa basi, kau tahu Azalea sangat menikmatinya."
Azalea langsung menyiku perut Zico. "Auu.." Zico mengusap perutnya sambil terkekeh.
Melihat kebahagiaan Zico dan Azalea, dihadapannya. Membuat Biandra mengerti, jika dulu dia bersikeras memperjuangkan Azalea, mungkin Azalea tidak akan sebahagia sekarang.
"Terimakasih sudah merawat Queen dengan baik, aku akan membawanya kembali ke Indonesia hari ini." Imbuh Biandra kemudian.
"Tentu.." Azalea tersenyum. Walaupun rasanya berat harus melepaskan kepergian Queen, namun dia harus merelakannya. "Tunggu sebentar." Azalea bangkit dari duduknya, hendak mengambil barang-barang Queen yang sudah dibereskan nya. Karena sebelum Biandra datang, dia sudah memberitahukan kepada Zico dan Azalea tentang dia yang akan kembali menjemput Queen.
"Kenapa Maya tidak ikut menjemput Queen bersamamu?" Tanya Zico, yang belum tahu tentang...
"Apa!" Azalea berbalik dan bertanya dengan raut wajah kagetnya. "Kenapa?" Azalea kembali berjalan menuju sofa, mengurungkan niatnya untuk mengambil barang-barang Queen dikamar.
"Hemm mungkin karena kami tidak cocok bersama."
"Tidak mungkin." Azalea tidak percaya masalahnya sesimpel itu. Dia tahu betul, seperti apa Maya memperjuangkan hubungan mereka. Mana mungkin dia dengan begitu mudah pada akhirnya menyerah.
"Apa kau sepenasaran itu?" Tanya Zico, yang melihat Azalea begitu antusias dengan cerita Biandra.
"Lain kali akan aku ceritakan, bisa kau ambilkan barang-barang Queen. Atau kami akan ketinggalan pesawat."
"Emm, baiklah." Dengan berat, Azalea bangkit dari duduknya. Menuju kamar Queen.
*
"Apa dia berkaitan dengan masalah diperusahaan?" Tanya Zico disaat Azalea sudah meninggalkan mereka.
Biandra terkekeh. "Aku tidak menyangka dia bisa melakukan itu."
__ADS_1
"Jadi benar dia yang melakukan nya?" Zico yang seakan tidak percaya, bertanya untuk kembali memastikan.
Biandra hanya tersenyum sambil mengangguk.
"Lalu, bagaimana perkembangan perusahaan sekarang?"
"Aku masih berusaha memulihkan data perusahaan dan kepercayaan investor."
"Apa separah itu?"
"Ya begitulah. Jika tidak separah itu, aku tidak mungkin sampai menceraikan nya."
"Lalu bagaimana dengan Queen." Tanya Azalea yang baru kembali keruang tamu.
Biandra hanya terdiam, sambil memang Queen yang sedang sibuk menonton kartun disamping Biandra.
"Apa bisa, kau mengurusnya dan bekerja sekaligus?" Zico ikut bertanya.
"Mungkin aku akan meminta Mama ku untuk merawatnya sementara waktu. Sampai perusahaan kembali stabil."
"Apa boleh-" Ucap Azalea ragu-ragu, dia ingin menawarkan diri mengurus Queen.
"Akan aku kabari jika aku butuh bantuan kalian." Jawab Biandra cepat, seakan tahu maksud dari ucapan menggantung Azalea.
"Tentu, kabari kami kapanpun kau membutuhkan nya. Kami akan selalu ada dan siap membantumu." Imbuh Zico meyakinkan Biandra.
.
.
.
.
.
NEXT>>>
__ADS_1