My Little Wife

My Little Wife
Bab 266 : Overprotektif


__ADS_3

Happy reading♡


"Pokoknya kamu harus home scooling yang. Gak mau tahu kamu harus pokoknya. Aku gak mau kamu kecapean sama baby gara gara harus pergi ke kampus," ucap Kavin.


Sejak mengetahui istrinya tengah mengandung buah hatinya, Kavin menjadi sangat overprotektif padanya. Bahkan Ashel tidak dibolehkan turun atau naik tangga di rumah ini, ia hanya boleh menggunakan lift saja.


Ashel sebenarnya sudah sangat pusing dengan sikap suaminya ini. Jika tahu akan seperti ini, mungkin ia tidak akan memberitahu suaminya. Ashel sudah malas berdebat dengan suaminya. Moodnya kini sudah tidak bagus lagi. Acara menonton tv di ruang tv pun tidak seasik biasanya.


Ashel hanya diam menatap suaminya yang sejak tadi terus menceramahinya. Telinga Ashel rasanya sudah pengang mendengar ceramahan suaminya dari A-Z.


"Kamu ngerti kan yang? Aku kayak gini biar kamu gak kecapean. Sekarang kamu bawa baby kita loh," ucap Kavin.


Lagi lagi Ashel tidak menjawabnya. Ia memilih diam saja, percuma berbicara juga karena suaminya tidak akan mendengarkan keinginannya. Ashel malas berdebat.


"Gak papa yah? Nanti biar di urus sama Josh. Kamu home scooling aja kuliahnya gak usah ke kampus," ucap Kavin. Ia menatap istrinya yang diam saja sejak tadi.


"Yang, kok diem sih? Mau ya?"


"Terserah."


Hanya itu yang keluar dari mulut Ashel. Ia pun bangun dari duduknya dan pergi dari hadapan suaminya. Entah mengapa sikap Kavin saat ini sangat menyebalkan. Ia paling tidak suka di kekang seperti ini.


Ashel tahu kondisi tubuhnya. Ia tidak mungkin berlelah lelah karena saat ini ia sudah mengandung. Ashel mungkin akan mengurangi kegiatannya di kampus dan hanya akan datang untuk belajar saja kesana. Tapi kenapa suaminya ini sangat berlebihan sekali. Ashel tidak suka.


Ia berjalan menuju ke lift. Mengabaikan teriakan suaminya yang terus memanggilnya. Saat ini ia sangat malas menatap wajah suaminya. Moodnya benar benar sudah hancur karena sikap suaminya. Kavin selalu seenaknya dan tidak pernah memikirkan perasaan dan keingina Ashel.


Ashel masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya. Ia menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut yang ada di kasur. Mungkin lebih baik ia tidur saja dari pada harus mendengarkan ocehan suaminya. Yang ada nanti ia malah terbawa emosi dan marah marah tidak jelas.


Ashel mengusap perutnya, "Papi emang nyebelin. Tapi mami cinta sama dia. Mami kesel tahu gak sama sikap papi kamu yang seenaknya kayak gitu."

__ADS_1


Ia berbicara pada janin miliknya yang berada di dalam perutnya. Mungkin mulai sekarang, janin itu yang akan menjadi tempatnya bercerita.


Sedangkan Kavin ikut mengejar istrinya yang sepertinya ngambek padanya. Kavin hanya ingin yang terbaik untuk istri dan anaknya. Maka dari itu ia meminta pada Ashel untuk home scooling saja. Lagi pula, jarak menuju kampus dari mansionnya ini cukup jauh.


Kavin menghela nafasnya saat sudah sampai di dalam kamar. Ia melihat istrinya yang tertidur dengan menutup semua tubuhnya. Apa tidak sesak?


Kavin pun berjalan dan naik ke atas kasur. Ia menarik ujung selimut dan sedikit membuka bagian atasnya sebab Ashel menahannya.


"Jangan di tutupi semuanya sayang. Nanti kamu kehabisan nafas," peringat Kavin.


"Lepas. Pergi sana. Aku mau tidur," ucap Ashel mengusir suaminya.


"Kenapa? Kan ini udah malem. Aku juga mau tidur. Madep sini aku mau bicara sama anak aku," ucap Kavin.


"Aku yang mengandung dan melahirkan dia nanti. Dia juga anak aku," ucap Ashel ketus.


Mati.


"Iya iya yang. Aku salah, anak kita." Ralatnya. Ia pun mencoba membalikan tubuh istrinya agar menghadap padanya namun cukup susah. Tubuh istrinya terbalut selimut tebal sehingga cukup susah untuk ia balikan agar menghadap ke arahnya.


"Yang, balik sini dong. Aku mau bicara sama baby sebelum tidur," ucap Kavin. Sebenarnya bukan ia ingin berbicara dengan anaknya tapi ia ingin melihat wajah istrinya. Berbicara dengan baby hanya alasannya saja.


"Besok aja. Aku lagi males lihat wajah kamu," ucap Ashel.


"Kok gitu?! Aku kan suami kamu," ucap Kavin.


"Emang siapa yang bilang kamu selingkuhan aku?" Tanya Ashel.


"Hish, gak gitu yang. Please lah madep sini. Aku pengen peluk kamu sambil hadap hadapan," ucap Kavin.

__ADS_1


"Kalo kamu terus ngomong aku tidur di kamar tamu aja," ancamnya membuat Kavin kicep dan terdiam. Astaga, bumil satu ini bisa saja membuatnya diam tak berkutik.


"Iya iya. Yaudah gini aja. Tapi aku peluk kamu, gak boleh nolak," ucapnya. Ia pun ikut masuk ke dalam selimut yang digunakan oleh Ashel dan memeluknya. Ia bahkan mengelus perut istrinya.


"Baby, bilang sama mami. Jangan lama lama ngambeknya. Papi gak suka di diemin terus kayak gini sama mami, papi tahu overprotektif papi keterlaluan sama mami. Tapi ini kan demi kebaikan kalian berdua," ucap Kavin yang berbicara pada anaknya. Padahal Ashel juga bisa mendengarnya dengan jelas.


"Tapi aku maunya kuliah ke kampus kayak biasa mas. Home scooling gak seru. Yang ada aku malah mati kebosanan nanti, mana kamu juga sibuk sama proyek pembangunan hotel kamu sama abang," ucap Ashel.


"Kan nanti kamu bisa minta Ayu buat datang kesini temenin kamu sehabis home scooling," ucap Kavin.


"Udah lah. Nego sama kamu gak akan pernah berhasil. Kamu egois tahu gak?! Gak ada jatah sebulan," ucap Ashel. Ia sungguh geram dengan suaminya ini. Padahal setiap harinya ketika Ashel pergi dari rumah pasti akan ada beberapa bodyguard yang menjaganya dari jarak yang cukup jauh. Lalu untuk apa lagi ia harus khawatir.


Sedangkan Kavin terdiam. Tidak ada jatah satu bulan sama saja dengan membuatnya mati perlahan lahan. Bahkan saat istrinya kedatangan tamu bulanan pun Kavin sering uring uringan karena jatahnya libur selama satu minggu. Dan ini apa? Satu bulan? Yang benar saja.


"Ya udah papi ngalah. Kamu gak jadi home scooling. Kamu boleh pergi ke kampus asal jangan kecapean. Kurangi kegiatan kamu di kampus, hubungi aku setiap jamnya supaya aku gak khawatir. Dan jangan marah kalo aku bakalan nempatin beberapa bodyguard lagi untuk menjaga kamu," ucap Kavin.


"Aaaaa, mas. Empat juga udah cukup. Kok nambahin lagi bodyguardnya sih?! Gak seru ah," ucap Ashel. Ia membalikan tubuhnya agar terlentang.


"Nah gitu dong. Mukanya kelihatan," ucap Kavin. Ia pun segera menarik tubuh istrinya agar menghadap ke arahnya. Ia juga mengulurkan tangannya untuk memeluk tubuh istrinya agar tidak membelakanginya lagi.


Kavin mendaratkan beberapa ciuman pada wajah istrinya juga mengecup bibir istrinya yang maju sedikit karena kesal dengan keputusan suaminya.



...KAVINDER PROTECTIF NATAPRAJA...


Tbc.


Ramein we

__ADS_1


Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_


__ADS_2