
Happy reading♡
Ashel mendorong tubuh suaminya agar berhenti meniupi ****** miliknya. Ia pun memasukan squishy miliknya ke dalam tempatnya lagi. Kini mereka akan bersantai karena ketiga anak mereka sudah dibawa tidur oleh suster mereka.
Kavin merebahkan kepalanya ke atas pangkuan sang istri. Ia tiduran disana sedangkan kakinya ia biarkan memanjang ke kursi. Wajahnya menatap ke arah perut rata istrinya. Benar benar idaman, sudah melahirkan saja istrinya ini masih menjaga bentuk tubuhnya.
Benar adanya, Ashel memang melakukan diet pasca melahirkan mungkin saat baby' sudah berusia sepuluh bulan. Ashel mulai menjaga pola makannya. Tentunya dengan anjuran dari dokter gizi. Beruntungnya Ashel sangat suka memakan buah dan sayuran, sehingga asi miliknya mengeluarkan susu yang cukup untuk anak anaknya. Mungkin sekitar umur lima bulan ketiga bayi Ashel sud2ah berhenti mengkonsumsi susu formula. Ashel memang selalu menyimpan asinya dalam plastik khusus asi dan ia simpan di dalam lemari pendingin. Jadi ketika akan digunakan, ia tinggal mengambilnya.
Ashel memijat pelan rahmbut suaminya. Matanya fokus pada layar pipih yang sedang menampilkan berita yang sedang tranding topik.
"Yang, minggu depan baby's ulang tahun, kita adain di taman hiburan aja gimana? Nanti aku bakalan suruh orang buat setting tempat biar bagus," ucap Kavin.
"Boleh boleh aja mas. Lagian pembangunan taman itu udah selesai kan? Biar gak pusing lagi nyari tempat," ucap Ashel.
"Oke ayang, aku kirimin chat dulu Josh buat suruh orang orang dekor datang. Tema ulang tahun baby's apa?" Tanya Kavin.
"Apa ya yang cocok? Kalo buat kue mereka sih aku udah kepikiran mau kayak gimana, cuma tema ulang tahunnya apa ya? Bebas aja deh mas, masalah warna buat balon sama yang lainnya pakai warna silver, navy, sama gold aja," ucap Ashel.
"Oke, aku chat Josh sekarang," ucap Kavin. Ia bangun dan meraih ponselnya kemudian mengetikan apa yang ia perintahkan untuk Josh. Sementara Ashel menghubungi pihak dekor cake untuk anak anaknya. Ia juga sudah menyiapkan baju untuk anak anak tampan dan cantiknya.
"Oke beres, tinggal kita kirim undangan digital buat anak anak rekan bisnis aku. Yang deket deket aja deh," ucap Kavin. Ia juga menyuruh Josh untuk membuat daftarnya dan juga membuat undangan digital itu.
"Sekarang enak ya mas, semua serba praktis. Undangan pun gak perlu dianter ke rumah tujuannya cukup kirim lewat email atau chat," ucap Ashel.
"Itulah gunanya teknologi sayang," ucap Kavin.
"Besok kamu mau ikut belanja gak?" Tanya Ashel.
__ADS_1
"Yah, yang. Besok aku ada meeting sama klien dari Jepang. Kasihan kalo aku batalin, mereka udah nunggu pertemuan ini soalnya," ucap Kavin menyesal.
"Ya udah gak papa, besok aku ditemenin kak Lupita aja. Katanya dia free besok," ucap Ashel.
"Maafin aku ya yang, beneran deh aku gak bisa nolak pertemuan kali ini. Di jadwal ulang juga kasihan, Jepang ke Amerika cukup jauh," ucap Kavin.
"Gak papa sayang, kan kamu kerja buat aku sama baby's juga," ucap Ashel.
"Ngertiin banget deh sam suaminya. Jadi pengen aku anu," ucap Kavin.
"Heh! Enggak ya. Udah cukup semalam," ucap Ashel.
"Ya kita lihat aja malam ini," tantang Kavin. Ashel hanya bisa menghela nafasnya. Kemauan suaminya merupakan sesuatu hal yang tidak bisa diganggu gugat apalagi ditolak. Jika itu terjadi maka akan berakhir dengan Kavin yang uring uringan tidak jelas.
***
Tidak terasa waktu sudah malam saja. Padahal sore tadi rumah Kavin sangat ramai sekali oleh keluarganya yang lain. Namun kini mereka sudah pulang lagi ke mansion masing masing. Hanya tersisa Anna dan Sarah. Kedua wanita itu meminta untuk tidur bersama dengan baby's.
Ketiga bayinya sudah di bawa sang mama dan bundanya sudah bersama dengan cucu cucu mereka. Sementara Kavin dan Ashel sedang merebahkan tubuh mereka diatas kasur. Rasanya sangat nikmat sekali karena mereka bisa bebas rebahan semau mereka.
"Ayang," panggil Kavin.
"Hmm?" Gumam Ashel. Wanita itu tidur tengkurap. Kedua tangannya direntangkan. Sungguh otot otot ditubuhnya terasa kaku.
Sedangkan Kavin tiduran di sebelahnya. Pria itu memiringkan tubuhnya saat mendapat gumaman dari istrinya. Ia melihat istrinya yang begitu nyaman dengan posisinya. Bahkan wanita itu sampai memejamkan matanya.
"Ih, ayang! Nanti itu kamu kempes loh kegencet tubuh kamu. Bangun ah, tidurannya jangan kayak gitu," ucap Kavin. Ia menarik tubuh Ashel agar terlentang. Enak saja, bagaimana bisa istrinya ini tidur seperti itu.
__ADS_1
"Mas ih, ganggu ah," gerutu Ashel. Wanita itu masih tetap memejamkan matanya. Sedangkan Kavin tersenyum mendengar nada terakhir yang keluar dari mulut istrinya. Ia sebenarnya ingin sekali melakukan itu, namun istrinya tidak peka.
Kavin tiduran di sebelah Ashel, terlihat Ashel memejamkan matanya. Kavin pun mulai melancarkan aksinya. Ia menaikan tangannya ke atas dada istrinya dan merem*s milik Ashel perlahan.
Iya, Kavin tidak lagi merem*snya sampai kuat. Pria itu belajar dari pengalaman. Istrinya ini sangat tidak suka sekali permainan yang terburu buru.
"Mas," panggil Ashel.
"Kenapa hm?" Tanya Kavin.
Ashel membuka matanya. Tangannya terangkat untuk memegang tangan sang suami yang berada diatas squishy kirinya.
"Jangan mancing mancing deh, kesempatan banget pas baby's sama mama sama bunda," ucap Ashel.
"Jelaslah yang, kesempatan gak datang dua kali. Ya makanya aku harus memanfaatkan kesempatan itu," ucap Kavin. Pria itu kemudian bergerak ke atas tubuh istrinya. Ia menyatukan bibir keduanya. Ashel tidak bisa melawan, dosa!
Ia pun tetap menerima perlakuan suaminya. Mengalungkan kedua tangannya pada leher sang suami dan sedikit menekan kepala sang suami agar ciuman mereka lebih dalam. Kavin tersenyum kecil saat istrinya menginginkan hal lebih.
Tangan besar Kavin bergerak ke belakang dress tidur yang digunakan istrinya. Ia mengusap lembut bagian pinggang sampai ke atas perut sang istri. Gerakan lambat namun intens itu tentu saja menimbulkan sesuatu yang membuat tubuh Ashel merem*ng. Bahkan kini terdengar lenguhan halus dari mulut sang istri.
"Langsung?" Tanya Kavin.
Ashel menggelengkan kepalanya. Suaminya ini memang suka mengada ada. Padahal dia baru saja melakukan foreplay.
"Enggak. Kan pelan pelan," ucap Kavin. Pria itu menarik dress milik istrinya. Ia juga menutup penutup terakhir tubuh istrinya. Namun sebelum itu ia sudah menutupi tubuh keduanya dengan selimut. Kavin juga sudah melepaskan bajunya. Ia menggesek gesekan ujung miliknya. Dan dalam satu kali sentakan, miliknya masuk dengan sempurna.
__ADS_1
Tbc.
Solimeh si apin🥹🤳