My Little Wife

My Little Wife
Bab 225 : Mesum Overload


__ADS_3

Aku udah crazy up. ramein pokoknya


Vote komen yayayaya


.


.


.


Happy reading♡


Ashel menghabiskan steaknya dengan susah payah. Rasanya sangat sulit menelan satu suapan saja untuk masuk ke dalam perutnya.


Mengingat ucapan suaminya tadi. Sebenarnta untuk apa mereka cek in di hotel? Padahal jelas jelas mereka sudah memiliki rumah sendiri disini.


Sudah seperti pasangan yang akan berbuat dosa saja.


"Kenapa yang? Makanannya gak enak?" Tanya Kavin. Senyum devil terpancar dari wajah tampan suaminya itu.


"Enggak. Enak kok," ucap Ashel. Ia berusaha menutupi kegugupannya di depan suaminya ini.


Mereka berdua kembali diam dan menikmati makanannya masing masing.


Sejak tadi Ashel terus berdoa agar suaminya ini ada keperluan mendadak yang mengharuskan dia pergi. Entah itu meeting atau apapun itu, yang jelas suaminya pergi bekerja.


Ashel bukannya takut, namun ia hanya ngeri saja mengingat seberapa gilanya suaminya ketika berada diatas ranjang. Apalagi ukuran milik suaminya ini yang sering membuatnya kesakitan setiap mereka akan melakukan itu.


Rasanya Ashel kembali seperti seorang gadis virgin saat melakukan itu dengan suaminya. Padahal mereka sudah berkali kali melakukan itu.


"Yang, kamu kenapa jadi diem? Takut aku ajak kamu cek in?" Tanya Kavin.


"Masss," erang Ashel. Lagi lagi ia diingatkan tentang cek in.


Kavin menahan senyumnya dan menatap ke arah istrinya, "Kenapa hm?" Tanyanya lembut.


"Jangan cek in dong. Kayak pasangan ilegal aja, kita udah legal," ucap Ashel.


"Kan nyoba hal yang berbeda yang. Kita belum pernah melakukan itu diluar rumah selain di resort waktu itu kan? Justru aku pengen nyoba hal baru, misal di mobil," ucap Kavin. Ia semakin senang menggoda istrinya ini. Apalagi rona merah yang sejak tadi terpancar dari wajahnya ini membuatnya senang bukan main.


Menyenangkan sekali menggoda istrinya seperti ini.

__ADS_1


"Yakali di mobil. Gak mau mas, jangan aneh aneh deh," ucap Ashel. Ia menggeser piring steak miliknya karena sudah habis ia makan. Ia kemudian menyeruput minuman greentea miliknya.


"Ardian mau ketemu kamu hari ini, gimana? Kamu mau?" Tanya Kavin tiba tiba membuat Ashel menghentikan kegiataannya meminum greentea miliknya.


"Kenapa tiba tiba? Tumben," tanya Ashel.


"Mas juga gak tahu. Katanya dia mau bawa calon istri buat di kenalin ke kamu tapi belum juga ngasih kabar," ucap Kavin.


"Halah, emang siapa yang mau sama dia mas. Dia super nyebelinnya pake naudzubillah. Tapi syukur juga sih dia udah mau nikah," ucap Ashel.


"Sejak mas kenal dia, dia emang udah sering cek in sayang. Mungkin buat penghilang stress. Mas juga sering diajak sama dia tapi mas nolak. Males aja main cewek sana sini," ucap Kavin.


"Serius kamu sering diajak? Kok gak mau? Kan cowok biasanya suka sama hal begituan," ucap Ashel.


"Ralat, gak semua cowok sayang. Aku udah cukup sama kamu. Apalagi waktu kamu diatas aku, beuhh enaknya bukan main. Sering sering ya," ucap Kavin kembali menggoda istrinya.


Sedangkan Ashel menundukan kepalanya malu. Sial! Seharusnya ia tidak selalu menuruti keinginan suaminya ini. Jika tahu akan di roasting seperti ini, ia tidak akan melakukannya lagi.


Kavin menahan senyumnya saat melihat istrinya yang sedang malu ini. Ia mengulurkan tangannya kemudian mengelus pipi lembut istrinya.


"Becanda sayang. Mas bayar dulu, kamu tunggu disini," ucap Kavin. Ia pun pergi dari sana untuk membayar makanan mereka.


Sedangkan Ashel sudah malu setengah mati. Bisa bisanya suaminya itu selalu menggodanya seperti itu.


Ia mengedarkan pandangannya melihat ke sekelilingnya. Banyak sekali pengunjung.


Ia jadi teringat keluarganya yang berada di Indonesia, sudah lama ia tidak bertemu dengan mereka. Semoga saja mereka selalu baik baik saja disana.


"Ngelamunin apa hm?" Tanya Kavin. Ia sudah kembali setelah selesai membayar bill.


"Enggak sayang," ucap Ashel. Ia pun berdiri dan merapihkan bajunya.


"Tumben manggil sayang terus hari ini. Kenapa? Tahu aja kalo itu yang bikin aku seneng," ucap Kavin.


"Aku cuma mau buat kamu seneng juga mas. Lagian selama ini kamu sering buat aku seneng juga kan. Ya aku harus lakukan hal yang sama dong," ucap Ashel.


"Oh, gitu ya. Jadi kalo aku sering minta jatah kamu juga harus lakukan hal yang sama dong yang. Porotin uang aku sampe habis," ucap Kavin.


"Jatah mulu otak kamu ih, gemes banget pengen narik ususnya," ucap Ashel.


"Mati dong aku," ucap Kavin tertawa. Begitu juga Ashel, ia pun ikut tertawa. Rasanya sangat bahagia sekali memiliki suami seperti Kavin. Semoga mereka selalu bahagia seperti ini.

__ADS_1


Mereka pun keluar dari area restoran dan berjalan bersama untuk kembali mengelilingi wahana bermain ini.


Saking asiknya bermain berdua, mereka berdua sampai tak sadar jika ada dua orang yang mengikuti mereka sejak tadi.


Nando, ia sering mengikuti kemana Ashel pergi. Sakit sekali melihat tawa lepas dari mulut Ashel saat mengingat siapa yang membuatnya tertawa seperti itu.


Nando selalu menyalahkan dirinya sendiri karena terlambat menyatakan perasaanya pada Ashel. Padahal waktu itu Ashel belum menikah bahkan memiliki kekasih.


"Gue seneng lihat lo bahagia, tapi gue gak seneng lihat sama siapa lo bahagia Shel. Seharusnya gue yang ada sama lo saat ini. Sayangnya takdir mempermainkan gue sebegini sakitnya," ucapnya.


Sedangkan satu orang lagi, tidak diketahui siapa dia. Namun dia adalah seorang laki laki juga. Ia mengepalkan tangannya saat melihat kebahagiaan Ashel dan Kavin.


Ia tidak akan membiarkan hal ini berlarut lama. Ia akan segera bertindak. Suka atau tidaknya Ashel, ia akan tetap melakukannya.


"Tunggu tanggal mainnya saja, akan aku pastikan Ashel menjadi milik ku," ucapnya.


***


Saat ini, Ashel berada di punggung suaminya. Kavin memaksanya untuk menggendong Ashel. Ia tidak mau Ashel kelelahan karena berjalan terlalu lama.


Tadi Ashel meminta dibelikan pistol mainan. Pistol itu berisi air sabun sehingga saat ditembakan akan muncul gelembung gelembung sabun.


Terjadi perdebatan kecil diantara dua pasutri itu. Kavin meminta Ashel membeli pistol berwarna pink sedangkan Ashel ingin pistol berwarna kuning namun warna kuning sudah habis terjual.


Terpaksa Ashel mengambil pistol air berwarna biru muda.



"Mas lihat, lucu ya gelembungnya bentuk love," ucap Ashel.


"Iya, lucu kayak kamu. Gemes, pengen aku k*lon tiap jam rasanya," ucap Kavin.


"MASS IH, MESUM MULU DEH. AKU MASIH KECIL YA," ucap Ashel.


"Badan kamu yang kecil tapi enggak sama yang nempel ke punggung aku. Gede banget, aku sampe puas tiap malem main main disana," ucap Kavin.


Ashel ingin sekali menjambak rambut suaminya ini yang terlalu mesum overload. Namun ia hanya mengelus ngelusnya untuk menyalurkan emosinya.


"Untung sayang," gumam Ashel.


Tbc.

__ADS_1


Maapin kapin emang gitu yaa.


Kalo ada typ maap ya ges


__ADS_2