My Little Wife

My Little Wife
Ep. 143 > Next


__ADS_3

Azalea meletakkan ponsel Zico di atas meja, lalu bergegas meninggalkan ruangan itu, beserta Zico.


"Kau mau kemana?" Tanya Zico, namun tak ada jawaban dari Azalea.


Sesampainya dikamar, Azalea mengambil ponselnya dari dalam tas slim bag yang masih tergantung dibahunya. Menghubungi seseorang yang dapat mengatasi masalahnya dengan cepat.


"Kau benar-benar cari masalah, Maya!" Gumam Azalea. matanya tampak memanas. Ia baru saja terkejut dengan sikap Zico yang tiba-tiba berubah. Kini ditambah lagi dengan berita yang bisa menghancurkan karir nya.


Karirnya sebagai seorang penulis dan bisnis properti nya, akan berakhir jika identitasnya disebarkan di media, dengan berita buruk seperti itu.


Azalea menghela nafas kasar.


*


Zico meraih kunci mobilnya, menuju kesuatu tempat. Menemui kenalannya yang menurutnya bisa mengatasi berita itu.


Tak lupa, ia juga menghubungi Ella kembali.


"El, pastikan Mama tidak membaca berita itu!" Perintah Zico.


"Itu sudah pasti." Jawab Ella, ia juga sudah tahu. Jika berita itu sampai diketahui oleh Tante Ema, itu akan lebih berakibat fatal.


"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Ella kemudian.

__ADS_1


"Aku sedang mencari solusinya. Nanti aku hubungi lagi."


"Baiklah." Ella mematikan panggilan itu.


Sedangkan Zico, kembali menginjak pedal gasnya semakin dalam.


Karena waktunya sudah hampir larut malam, Zico hanya bisa mendatangi rumah dari kenalannya itu. Karena panggilan telpon nya tidak diangkat walaupun Zico sudah mencoba menghubungi nya berulang kali.


Zico mengetuk pintu rumah itu dengan sedikit tergesa.


"Zico! Ada apa malam-malam begini?" Tanya Hendra, katika ia membukakan pintu rumahnya. Dan mendapati Zico dengan raut wajah paniknya.


"Gue mau minta tolong." Sarkasnya kemudian.


"Yaudah masuk dulu, masuk dulu." Hendra memberi akses untuk Zico, masuk kerumahnya. Mereka berakhir diruang tamu.


Hendra meraih ponsel Zico. "Sepertinya bisa!" Jawabnya dengan tatapan yang masih tertuju ke arah ponsel itu.


Hendra beranjak dari duduknya begitu juga dengan Zico, menuju keruang kerja Hendra.


Namun, ketika ingin kembali membuka link itu. Dan hendak menghapus nya dari media. Ternyata berita itu sudah terlebih dulu menghilang.


"Linknya sudah terhapus!" Imbuh Hendra dengan kening yang berkerut.

__ADS_1


"Maksudnya?"


"Link ini tidak bisa di buka lagi, ada yang lebih dulu menghapusnya." Hendra menjelaskan.


Sedangkan Zico, hanya dapat termangu. Dan bertanya-tanya, siapa yang menghapus berita itu dari media.


Tanpa ia sadari, Azalea bertindak selangkah lebih cepat dari dirinya.


*


Masih dalam keadaan bertanya-tanya. Zico meninggalkan kediaman Hendra, kembali ke resort.


Ia enggan pulang kerumah, setelah apa yang terjadi antara dirinya dan Azalea beberapa jam sebelumnya.


Untuk saat ini, ia ingin menyendiri. Atau pertengkaran itu akan berlanjut jika ia kembali bertemu dengan Azalea.


"Amora! Ini pasti juga ulah Amora." Pikiran itu terlintas begitu saja di benak Zico. Ia kembali merubah haluannya, menuju apartemen Amora. Ia tidak perduli dengan jam yang sudah menunjukkan lewat tengah malam.


Ia ingin memperingati Amora untuk berhenti bermain-main. Atau Zico benar-benar tidak akan tinggal diam jika sesuatu yang buruk terjadi lagi dalam keluarga nya.


*


Zico mengetuk pintu apartemen itu dengan penuh emosi. Jika seandainya saja Amora itu laki-laki, mungkin ia sudah di hajar habis-habisan oleh Zico!

__ADS_1


"Sayang, ternyata kau!" Imbuh Amora, yang justru kegirangan mendapatkan tamu tak terduga.


>>>


__ADS_2