
"Sebentar sebentar.." Tante Ema menyela. "Kenapa Queen bisa kenal denganmu, Lea?" Tanyanya penasaran. Dengan tatapan yang silih berganti antara Queen dan Azalea.
"Ceritanya panjang Ma, sebaiknya sekarang Mama temui dulu tamu-tamunya. Mereka pasti ingin mengucapkan selamat pada Mama." Zico meraih tangan Tante Ema. Membawanya menjauh dari Lea, Ella dan Queen. Sepertinya itu jurusnya untuk mengalihkan pembicaraan.
"Jangan di ambil hati, Zico memang suka bercanda orangnya." Ella mewanti-wanti, agar Azalea tidak cemburu dengan ucapan Zico tadi.
"Aku tahu." Jawab Azalea, tidak lupa ia tunjukkan pula senyuman terbaiknya. Tentu saja, ia merasa lebih tahu daripada orang lain tentang suaminya.
"Aunty..." Panggil Queen akhirnya.
"Iya sayang." Azalea kembali mengalihkan pandangannya, ke arah Queen yang masih berada disampingnya.
"Bisa temani aku ke toilet, please?"
"Tentu."
Azalea kembali menoleh ke arah Ella. "Aku permisi dulu."
"Baik." Ella tersenyum, lalu kembali menyibukkan dirinya setelah Azalea berlalu pergi.
Azalea meninggalkan Aula. Berjalan menuju toilet bersama Queen. "Cepat Aunty, aku sudah tidak tahan." Queen mempercepat langkahnya, sambil terus menarik tangan Azalea agar berjalan lebih cepat.
"Pelan-pelan Queen, nanti kau terjatuh." Azalea mengingatkan Queen, tentu saja ia tidak bisa berjalan lebih cepat lagi. Atau ia juga akan ikut terjatuh, mengingat dress dan high heels yang ia gunakan ditambah lagi lantai granit yang licin.
__ADS_1
Langkah Queen terhenti tepat didepan toilet.
"Ada apa?" Tanya Azalea yang juga ikut menghentikan langkahnya.
"Terlambat, Aunty." Dengan raut wajah hampir menangis.
"Kau pup dicelana?" Azalea memastikan.
Queen mengangguk pelan, sambil menunduk dalam.
Azalea menepuk jidatnya sendiri. Lalu, membawa masuk Queen kedalam kamar mandi yang hanya berjarak beberapa langkah lagi.
***
"Temani Queen ke Toilet." Jawab Ella sambil mengernyitkan sedikit keningnya. Ia baru sadar, Azalea cukup lama jika hanya ke toilet saja.
"Apa kau yakin?" Zico memastikan.
Ella Mengangguk, walau sebenarnya sedikit ragu-ragu. "Kau ingin aku mencarinya?"
"Tidak perlu, biar aku saja." Zico langsung bergegas, namun baru saja ia sampai di ambang pintu Aula, Azalea sudah kembali.
"Kau mencariku?" Tebak Azalea, yang menyadari langkah Zico yang sedang terburu-buru tadinya langsung terhenti ketika melihat dirinya.
__ADS_1
"Tentu saja, aku pikir kau sudah di culik." Dengan raut wajah serius.
"Mana mungkin." Tentu saja, itu seperti lelucon yang membuat Azalea terkekeh.
"Jangan keluar dari pengawasanku ataupun Biandra jika sedang bersama Queen." Zico langsung menggendong Queen, lalu meraih pergelangan tangan Azalea dan kembali membawanya masuk kedalam Aula.
"Kenapa memangnya?" Tanya Azalea penasaran.
"Ikuti saja apa yang aku katakan." Zico memilih untuk tidak menjelaskannya pada Azalea. Ia tidak ingin membuat Azalea ikut khawatir.
Padahal Azalea masih ingin bertanya, namun ia urungkan itu ketika Zico sudah membawanya ketempat dimana Tante Ema dan yang lainnya berada.
Ada Biandra dan juga Ella disana.
Zico kembali menurunkan Queen dari gendongannya sesampai disana.
"Kenapa kau lama sekali di toilet?" Pertanyaan yang di ajukan Ella langsung membuat Azalea dan Queen saling bertatap-tatapan.
"Kenapa baju Queen diganti, Lea?" Pertanyaan lainnya dari Biandra.
Azalea dibuat gelagapan, ia sudah berjanji tidak akan menceritakan kejadian itu pada siapapun. Ditambah lagi gelengan pelan dan tatapan memelas dari Queen yang membuat dia harus memutar otak.
"Tadi aku tidak sengaja menumpahkan air ke baju Queen." Ucap Azalea cepat, saat ia mendapatkan alasan itu untuk berbohong.
__ADS_1
^TO BE CONTINUED^