My Little Wife

My Little Wife
Bab 303 : Tunangan Fello dan Ayu


__ADS_3

Happy reading♡


"Ayo yang, cepetan saji. Aku udah gak sabar," ucap Kavin. Mereka baru saja sampai beberapa menit yang lalu dan langsung berjalan ke dapur untuk menyantap makanan pemberian mama Ayu.


"Sabar sayang," ucap Ashel. Ia menyuruh suaminya duduk di kursi meja makan sedangkan ia akan menyiapkan makanannya.


Ashel menata semua makanan di piring. Setelah ia siap menghidangkannya pada suaminya.


"Ini kok kayak benyek gini yang? Emang bisa dimakan?" Tanya Kavin.


"Bisa mas. Ini namanya kue bugis kalo di daerah Bandung, makanan ini terbuat dari ketan. Ada isiannya juga," ucap Ashel. Ia mengambil satu bugis itu dan membuka pelepah pisang yang menjadi wadahnya.



"Nih makan. Enak kok," ucap Ashel.


"Yakin?" Tanya Kavin.


"Yakin sayang. Ini salah satu makanan favorit aku loh," ucap Ashel. Kavin pun membuka mulutnya dan menerima suapan dari tangan istrinya.


Kavin mulai mengunyah makanan yang masuk ke dalam mulutnya. Rasanya kenyal kenyal seperti squishy istrinya.


"Enak kan?" Tanya Ashel.


"Kenyal kenyal yang. Kayak ini kamu," ucap Kavin. Ia dengan sengaja merem*s sqhuishy istrinya. Ashel tentu saja berjingkrak kaget karena suaminya.


"Mas ih. Sembarangan kamu. Sakit tahu gak!" Ucap Ashel.


"Hehe maaf deh yang," ucap Kavin. Ashel mendelik kesal. Ia kemudian melahap habis sisa kue bugis bekas gigitan suaminya sampai habis. Sedangkan Kavin mengambil kue adas. Ia tidak tahu ini apa. Warnanya putih dan pink.


"Itu papais namanya. Bahannya sama dari tepung beras sama parutan kelapa. Bedanya ini rasanya asin,," ucap Ashel. Kavin pun memakan kue adas itu. Rasanya cukup enak. Dan kenyal seperti kue tadi.



"Yang ini enak yang. Gak terlalu benyek," ucap Kavin. Ia melahap habis satu potongan kue adas.


"Kok gak nyuapin aku?" Tanya Ashel.

__ADS_1


"Lupa cintaku. Sini aaa," ucap Kavin. Ashel menerima suapa dari suaminya. Mereka berdua pun melahap habis makanan pemberian mama Ayu. Bahkan tidak ada yang tersisa. Hanya tersisa kentang mustofa saja.


"Ini enak gak?" Tanya Kavin. Ia menunjuk kentang mustofa di depannya.



"Enak sayang. Ini lebih enak kalo di makan pake nasi hangat," ucap Ashel.


"Ya udah nanti aja cobainnya. Aku udah kenyang," ucap Kavin.


"Ya udah, mandi sana bersih bersih. Nanti giliran aku. Cape banget hari ini," ucap Ashel.


"Mandi bareng aja. Irit air. Ayo yang," ucap Kavin. Ia menarik lembut tubuh istrinya agar ikut dengannya ke kamar mereka. Ashel hanya menuruti keinginan suaminya. Karena dia juga ingin.


***


Pagi hari yang indah dengan cuaca yang cukup cerah secerah wajah Rafello. Sejak berangkat tadi wajahnya tidak henti hentinya menyunggingkan senyumnya. Ia merasa sangat bahagia sekali hari ini. Hari ini adalah hari dimana ia akan meminang wanita yang sangat ia cintai.


Faraz dan Sarah duduk di bangku depan. Kali ini Faraz yang menyetir mobil. Sedangkan Nata dan Praja ikut mobil Kavin dan Ashel. Saat ini mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju ke hotel, tempat dimana akan dilangsungkannya pertunangan Fello dan Ayu.


Ashel turun dari dalam mobil dibantu suaminya. Wanita hamil itu sangat cantik dan elegan sekali. Gaun berwarna mocca menghiasi tubuhnya yang sedang berbadan tiga. Ashel juga menyanggil rambutnya, ia memakai aksesoris rambut. Sepertinya keluarga Natapraja memang memilih tema baju berwarna mocca.



...*anggap aja perutnya buled karena hamil...


Saat Ashel dan Kavin masuk, para wartawan langsung memotret mereka. Bahkan ada beberapa yang bertanya mengenai kehamilan Ashel namun Ashel hanya tersenyum dan tidak menjawabnya.


Saat memasuki ballroom hotel, semua pasang mata tertuju pada keluarga konglomerat itu. Faraz dan Sarah menggandeng anak bungsu mereka, yaitu Rafello. Sedangkan di belakang mereka ada Nata dan Praja di susul oleh Ashel dan Kavin.


Tokoh utama dalam acara ini adalah Ayu dan Fello. Namun semua orang dibuat salah fokus dengan Ashel dan Kavin. Mereka sangat cantik dan serasi sekali. Bahkan aura keibuan dari Ashel sangat terlihat jelas sekali.


Banyak teman teman mereka yang hadir. Termasuk Dimas. Ia ikut hadir di acara penting orang yang paling ia cintai.


Ashel tersenyum ke arah teman temannya. Selain Yuta dan kawan kawan, disini juga ada Didi dan Ajeng dan juga seorang anak yang sedang di pangku oleh Didi. Minusnya hanya tidak ada Nando saja.


Ashel ikut duduk bersama keluarga suaminya. Setelah kedua keluarga hadir, acara pun dimulai. Ayu dan Rafello saling menyematkan cincin di jari manis mereka.

__ADS_1


"Gak nyangka jadi juga ya," ucap Fello.


"Semua karena kesabaran kamu selama ini. Makasih banyak sayang," ucap Ayu.


"Sama sama."


Raut kebahagiaan terpancar jelas dari wajah mereka berdua. Bahkan Ashel pun sejak tadi terus memegang tangan suaminya.


"Jadi flash back waktu kita tunangan ya mas? Waktu itu aku masih SMA dan acara tunangan kita tertutup," ucap Ashel.


"Iya. Maaf ya, tunangan kita gak semegah tunangan Fello," ucap Kavin.


"Tapi pernikahan kita yang megah mas. Kamu habisin biaya berapa waktu itu?" Tanya Ashel.


"Biaya gak masalah. Soalnya uang masih bisa dicari. Ya itung itung, itu sebagai ucapan maaf aku karena tunangan kita biasa aja. Jadi ya aku habis habisan suruh WO buat megahin acara pernikahan kita," ucap Kavin.


"Makasih," ucap Ashel.


"Sama sama mami," ucap Kavin.


Mereka kembali melirik ke arah depan. Disana terlihat Ayu yang gugup karena di tatap semua pasang mata yang hadir disini. Saat ini sedang perkenalan keluarga masing masing. Semua orang yang hadir sedang menyimak pembicara di depan.


Dimas menatap ke arah depan. Terlihat sekali jika Ayu sangat bahagia. Bahkan sejak tadi wajahnya terus menyunggingkan senyumannya.


Ia tidak terima karena Ayu bahagia dengan pria lain dan bukan dengannya. Jika Ayu tidak bisa bersamanya, maka laki laki lain pun tidak bisa.


Tiba tiba Dimas maju ke depan dan hendak menarik Ayu namun beberapa bodyguard lebih dulu menariknya dan membawanya keluar gedung.


Fello yang melihat hal itu seketika melirik ke arah abangnya. Kavin hanya menganggukan kepalanya saja. Ini semua memang rencananya. Ia mengetahui semuanya. Jadi ia sudah siap sedia dengan rencananya agar acara adiknya tidak kacau akibat pria itu.


Kavin dan Rafello memang sering terlibat cekcok dan terkadang sering melontarkan kata kata yang cukup toxic. Namun meskipun begitu, keduanya saling menyayangi layaknya seorang saudara.


Fello tersenyum dan berucap terimakasih pada abangnya. Kavin hanya diam dan tidak memberikan reaksi apa apa. Toh ini semua sudah kewajibannya untuk melindungi adiknya.


Tbc.


Selain suamiable, kapin itu abangable bngttt

__ADS_1


__ADS_2