My Little Wife

My Little Wife
Bab 369 : Jalan Sore


__ADS_3

Happy reading♡


Lupita sangat bahagia sekali karena akhirnya ia sah menjadi seorang Ny. Arafi. Ia kira Ardian hanya menjadikan-nya seorang budak s*x baginya sesuai dengan apa yang dibilang ayahnya waktu itu. Namun ternyata salah. Ardian memang mencintainya namun cara dia mencintai Lupi berbeda dengan kebanyakan pasangan lain.


Ardian haus akan s*x, makanya saat bertemu dengan Lupita, pria itu selalu memaksanya untuk melakukan hubungan intim. Lupita yang selalu merasa membutuhkan sentuhan Ardian pun dengan mudah mengangk*ng untuk Ardian. Namun ternyata itu semua tidak sia sia.


Ardian dan Lupita baru saja kembali setelah selesai melakukan ijab kabul. Mereka kembali ke rumah Ardian yang ada di Indonesia. Lupi sebenarnya sangat ingin jika ayah-nya lah yang menikahkannya tapi ternyata bukan. Ardian menyewa orang lain untuk menjadi wali nikah-nya.


"Siap untuk malam pertama?" Tanya Ardian.


"Ini masih siang sayang," ucap Lupi.


"Aku tidak peduli. Aku menginginkan mu saat ini sayang," ucap Ardian. Mereka sudah berada di dalam utama milik Ardian.


Lupita langsung mencium Ardian. Ia akan selalu dengan senang hati untuk melakukan hubungan intim dengan Ardian. Ardian yang pertama untuknya dan Ardian juga yang akan menjadi yang terakhir untuknya.


Ciuman keduanya semakin dalam dan intens. Mungkin mereka akan langsung honey moon di Indonesia. Lupita tidak mempermasalahkan mereka akan honey moon dimana, asalkan bersama dengan Ardian.


***


Ashel masih tidak menyangka jika abangnya sudah menikah bahkan tanpa memberitahu-nya. Ada sedikit perasaan kesal karena Ardian tidak memberitahu-nya secara langsung. Justru malah suami-nya yang diberitahu duluan.


Tapi walau pun begitu, Ashel tetap senang mendengar berita ini. Ia ikut bahagia akhir-nya Lupi dinikahi juga oleh abang-nya ini.


"Taman kota aja gimana yang?" Tanya Kavin.


"Boleh yang. Udah lama juga kesana," ucap Ashel. Kavin mengangguk dan memarkirkan mobilnya di parkiran yang ada disana. Ashel dan Kavin keluar saat mobil sudah berhenti di parkiran. Ashel mengeluarkan anaknya satu per satu sedangkan Kavin mengeluarkan stroler anak anaknya.


Ketiga anak Ashel sudah duduk di stroler itu. Ia dan suami-nya berjalan bersebelahan dan sama sama mendorong baby's. Ini kali pertama mereka jalan jalam sore setelah mempunyai anak. Di taman ini juga banyak keluarga keluarga lain yang berkunjung dan bermain. Sejak dulu kawasan taman ini selalu ramai di datangi.

__ADS_1


"Keinget dulu ya mas, kita kesini waktu masih berdua aja. Waktu itu aku belum mengandung baby's," ucap Ashel.


"Heem bener yang. Dulu kita masih pacaran waktu kesini. Sekarang kita udah bawa tiga anak aja," ucap Kavin.


Benar adanya, Kavin dan Ashel memang selalu menghabiskan waktu sore mereka di taman ini. Hampir setiap hari mereka bermain disini. Rasanya senang bukan main.


"Beberapa barang kayaknya ditambahin ke taman ini deh. Tuh lihat sekarang ada space taman bermain untuk anak anak juga," ucap Ashel.


"Iya yang. Kayaknya emang pemerintah mau upgrade keadaan taman deh," ucap Kavin.


"Iya kayaknya. Pengunjung juga jadi makin banyak," ucap Ashel.


Mereka pun berhenti di salah satu kursi kayu panjang yang ada disana. Sekedar istirahat saja karena mendorong tiga bayi sekaligus cukup melelahkan.


Ashel meminum air mineral yang ia bawa. Ia juga memberikan-nya pada suaminya. Ketiga bayi-nya dengan anteng duduk di stroler tanpa mau turun.


"Mas, kenapa ya kak Lupi nikah-nya gak diwali-in sama papa-nya? Kan kata-nya papa-nya masih ada. Kok malah diwakilin sih," tanya Ashel.


"Kasihan ya? Gak kebayang kalo dulu aku yang kayak gitu pasti sekarang aku gak punya tiga baby terus gak punya suami tajir melintir kayak kamu," ucap Ashel tersenyum.


"Sekali pun kamu kabur, aku bakalan cari kamu dan mungkin akan coblos kamu duluan sebelum ijab kabul," ucap Kavin.


"Dih, maaf maaf ya mas. Aku itu punya prinsip 'no s*x before mariage' jadi jangan harap kamu bisa anu-in aku sebelum sah," ucap Ashel.


"Hahaha, iya deh iya si paling prinsip. Lagian kan kita gak kayak gitu yang. Untungnya," ucap Kavin.


"Iya bener, kayaknya kan kita emang udah bertakdir," ucap Ashel.


Terlihat anaknya Briella ingin turun. Ashel pun menurunkan anak itu dari atas stroler begitu juga dengan Kai dan Ling. Anak anak kecil itu bermain dengan papi mereka sedangkan Ashel duduk diam saja. Ia hanya memperhatikan mereka dari jarak yang cukup dekat.

__ADS_1


"Tuhan, jaga selalu keluarga ku. Jauhkan dari bahaya bahaya yang akan membuat keluarga ku bersedih. Aku menyayangi mereka melebihi nyawa ku sendiri," ucap Ashel.


Anak anaknya terlihat bahagia sekali saat bermain dengan papinya apalagi di tempat seperti ini. Tempat yang jarang mereka datangi bersama.


***


Ardian dan Lupita baru saja selesai tiga ronde. Ini masih siang hari namun mereka dengan semangat melakukan penyatuan sampai mendapatkan pelepasannya. Bahkan Ardian tidak sungkan lagi untuk menyemburkan semua cairannya di dalam milik Lupita.


"Kamu bahagia?" Tanya Ardian.


"Sangat bahagia. Akhirnya aku bisa bahagia bersama pria lain setelah aku di campakan ayah ku sendiri," ucap Lupita.


"Biarkan itu menjadi kenangan untuk mu. Jangan membenci ayah mu, bagaimana pun dia adalah keluarga mu satu satunya di dunia ini selain aku suami mu," ucap Ardian. Lupita menolehkan kepalanya melibat ke arah Ardian.


"Apa kamu tidak membenci ayah ku? Padahal dia sudah jelas jelas selalu menghina mu," ucap Lupi.


"Bagaimana pun dia adalah ayah mu dan otomatis dia adalah ayah mertua ku. Kita coba perbaiki hubungan kamu dengan ayah kamu nanti," ucap Ardian.


Ucapan Ardian sukses membuat Lupita terharu. Wanita itu memeluk erat suaminya.


"Terimakasih, terimakasih banyak sayang. Kamu ternyata sangat mengerti ayah ku. Padahal aku sendiri selalu menentangnya," ucap Lupi.


Ardian hanya tersenyum dan kembali menih tubuh Lupita. Ia masih belum puas dan ia akan kembali menghujami Lupita dengan kenikmatan. Sedangkan Lupita hanya pasrah saja. Toh dia juga menikmatinya.


"Aku tidak akan pernah melepaskan mu sebelum aku puas sayang," bisik Ardian.


"Dan aku tidak akan meminta berhenti sebelum aku puas sayang," ucap Lupita.


Keduanya sama sama memiliki nafsu yang sangat besar sekali. Tidak jarang sebelum mereka menikah pun, Ardian dan Lupi akan bermain selama mungkin sampai mereka benar benar kehabisan tenaga. Yang penting hasrat mereka tersalurkan saat ini.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2