
Biandra langsung memasang wajah malasnya. Ini hal yang paling tidak disukainya, ketika Mamanya selalu menjodoh-jodohkannya dengan anak dari teman atau kenalannya. Ia belum menduda sampai satu tahun, tapi Mamanya sudah ngotot agar dia cepat-cepat mencari pengganti Maya. Alasannya, takut Biandra kembali lagi dengan Maya.
Apa yang sudah dilakukan Maya, membuat Tante Yuanita sangat murka. Dan kini, ia sangat membenci wanita yang pernah menjadi menantunya itu.
*
MC mulai membuka acara ulang tahun itu. Memberikan beberapa kata sambutan dan ucapan selamat untuk Tante Ema.
Acara sudah dimulai, tetapi Zico dan Azalea masih juga belum hadir di acara ulang tahun itu. Membuat Tante Ema sedikit gelisah. "Apa sudah kau hubungi mereka?" Tanyanya lagi pada Ella yang baru saja kembali berdiri disampingnya.
"Mereka sudah dijalan, Tan." Bohong Ella, semata-mata itu dilakukan hanya untuk membuat Tantenya tenang.
*
"Biandra, kenalkan. Ini anak Tante." Wanita paruh baya itu, memperkenalkan anak gadisnya pada Biandra. Tentu saja tanpa paksaan sedikitpun. Dengan senang hati gadis itu bersedia di perkenalkan pada Biandra. Duda keren yang jadi incaran wanita-wanita itu.
"Lena.." Imbuhnya sambil menyodorkan tangan ke arah Biandra, tidak lupa juga. Senyuman terbaiknya ditampilkan agar terlihat menarik.
__ADS_1
"Biandra." Imbuh Biandra sekenanya. Lalu dengan cepat menarik tangannya kembali dari genggaman Lena.
"Kalian terlihat sangat serasi." Tante Yuanita memberikan komentar. Membuat Lena langsung tersipu. Pipinya memerah seketika.
"Auntyyy...." Queen langsung melepaskan genggaman tangan Biandra, lalu berlari menghambur ke arah Azalea yang baru saja tiba.
Azalea langsung berjongkok, menyambut pelukan Queen yang seakan-akan memang sudah menunggu kehadiran dirinya sendiri tadi.
"Kenapa Aunty lama sekali? Kenapa tidak jadi menjemput ku?" Rengek Queen, setelah melepaskan pelukan itu.
"I'm so sorry.." Azalea memasang wajah bersalahnya, padahal kemarin ia berjanji akan menjemput Queen dan akan datang bersama di acara itu.
Azalea kembali berdiri. Dengan tangan yang masih menggenggam tangan mungil Queen.
"Ma.." Azalea menerima pelukan hangat dari Tante Ema yang terlihat begitu antusias menyambut kedatangan Azalea.
"Kenapa kalian terlambat?" Tante Ema mulai mengintrogasi. Sambil memasang wajah cemberutnya.
__ADS_1
"Biasalah Ma.." Imbuh Zico, sambil saling tatap-tatapan dengan Azalea. Dan Tante Ema langsung bisa menebaknya.
"Kau masih sering muntah-muntah? Apa kau masih pusing sekarang? Jika iya, sebaiknya kau istirahat saja."
"Udah nggak apa-apa, Ma." Azalea terkekeh melihat raut wajah mertuanya yang langsung berubah. Rasa khawatirnya dan kepeduliannya pada Azalea membuat Azalea sedikit terharus sesungguhnya. Tante Ema masih belum berubah, ia masih sangat menyayangi Azalea layaknya anak sendiri.
"Oh iya, kenalkan. Ini Ella!" Zico memperkenalkan Ella, pada Azalea.
Tatapan Azalea langsung tertuju ke arah Ella, yang sedang menunjukkan senyuman terbaiknya. Selama ini, ia hanya mendengar cerita tentang Azalea dari Tante Ema.
"Ella.." Ella menjulurkan tangannya. Dan langsung disambut oleh Azalea.
"Lea.." Jawab Azalea tak kalah ramah.
"Dia ini-" Belum lagi Tante Ema sempat melanjutkan kalimatnya. Zico sudah terlebih dulu menyelanya.
"Pacar baruku." Zico merangkul Ella sambil terkekeh. Leluconnya itu langsung mendapatkan tatapan tajam dari Tante Ema. Sedangkan Azalea, alih-alih cemburu ia justru ikut terkekeh dengan lelucon Zico.
__ADS_1
"Kalian terlihat serasi." Tambah Azalea.
^TO BE CONTINUED^