
Happy reading♡
Sekitar pukul dua sore, Ashel dan Kavin pamit pulang dulu. Mereka memang sengaja tidak bermalam di rumah Natapraja karena kemauan Kavin. Entah kenapa pria itu tumben sekali tidak mau tinggal di rumah orang tuanya.
Sarah dan Nata sejak tadi sudah membujuk mereka agar menginap saja namun Kavin kekeuh menolaknya. Ia bilang mereka sudah punya rumah dan lebih baik tinggal di rumah mereka saja.
Akhirnya Sarah dan Nata pun mengalah dan membiarkan Kavin membawa menantu keluarga Natapraja.
Ashel melambaikan tangannya saat ia akan pergi bersama Kavin dari sana. Sebelum pergi, Kavin menekan klakson mobil sebagai tanda jika ia akan segera pergi.
Mobil pun melaju meninggalkan kediaman keluarga Natapraja. Memang baru pukul dua, seharusnya mereka masih berada di rumah orang tua mereka namun Ashel ingin menemui Ayu terlebih dahulu sebelum besok ia melangsungkan tunangan dengan Rafello.
Kavin setuju setuju saja. Toh ia juga ikut kesana jadi tidak perlu khawatir tentang istrinya.
Perjalanan dari mansion Natapraja menuju ke rumah Ayu menghabiskan waktu empat puluh menit. Terlihat dari luar rumah Ayu, sepertinya sedang banyak orang. Mungkin semua keluarga besar Ayu sedang berkumpul.
Kavin membantu istrinya keluar dari dalam mobil. Mereka berdua berjalan ke depan rumah Ayu dan menekan bel beberapa kali. Tak berselang lama, muncul lah Ayu.
"OMG!! BESTI GUE," teriak Ayu kegirangan kemudian memeluk Ashel. Ashel sempat terkejut dan bersikap kaku namun ia tetap menerima pelukan dari Ayu.
"Seneng banget gue lo kesini. Tadinya gue mau nyamperin elo ke rumah lo. Tapi gak dibolehin," ucap Ayu.
Pletak.
Satu jitakan mulus mendarat di jidat Ayu. Siapa lagi ulahnya jika bukan Ashel.
"Lo udah mau tunangan. Wajar kalo lo gak dibolehin pergi jauh jauh. Nanti kalo di gondol kucing gimana? Jadi sadboy entar si Fello," ucap Ashel.
"Hehe. Iya deh iya. Ayo, ayo, masuk," ucap Ayu.
Ashel dan Kavin pun masuk ke dalam rumah Ayu. Kavin tidak berbicara namun tangannya sejak tadi merangkul pinggang Ashel dengan posesif.
"MAMA, PAPA, LIHAT SIAPA YANG DATENG? ANAK KESAYANGAN KALIAN NIH," teriak Ayu.
Ashel sudah terbiasa dengan teriakan toa milik Ayu sedangkan Kavin memejamkan matanya karena teriakan itu cukup kuat.
"Yang, pita suara calon adik ipar gak putus? Kenceng amat teriaknya. Pengeras suara mesjid aja kalah sama dia," bisik Kavin.
__ADS_1
"Udah biasa sih mas. Cemilan dia setiap hari kan pengeras suara mesjid," jawab Ashel.
Ashel dan Kavin dipersilahkan duduk. Ternyata benar dugaan Ashel, di rumah Ayu banyak sekali kerabat
Keluarganya sedang berkumpul.
"Wah, ada anak mama ternyata. Kamu apa kabar sayang?" Tanya Yayu. Mama Ayu.
"Baik ma. Mama sama papa apa kabar?" Tanya Ashel.
"Baik juga. Ayo duduk," ucap Yayu.
"Kandungan kamu sudah besar ya? Papa seneng lihatnya," ucap Ayi. Papa Ayu.
"Iya pah. Jalan tujuh bulan," ucap Ashel.
"Lancar lancar ya sayang nanti pas persalinannya. Kamu udah mau punya anak sedangkan Ayu baru mau serius sama hubungan. Anak mama yang satu itu emang sad girl banget. Untuk punya kamu yang selalu dengerin curhatan dia yang ngalor ngidul. Mama jadi gak terlalu khawatir," ucap Yayu.
"Iya ma. Takdir setiap orang kan berbeda beda. Mungkin memang takdir aku lebih dulu menikah kemudian punya anak. Sedangkan Ayu baru sekarang mulai serius sama hubungan. Masalah dia sad girl, itu cuma kedok aja ma. Jangan percaya. Aslinya dia banyak cowok. Cuma yang nyantol adiknya mas Kavin," ucap Ashel.
"Wah, iya juga ya. Nanti Ayu bakalan jadi adik ipar kamu sama suami kamu. Ngomong ngomong, suami kamu ganteng banget sih nak, gak kebayang nanti anak anak kalian kalo cowok seganteng apa," ucap Yayu. Ayi selaku suami Ayu berdehem saat mendengar istrinya yang memuji ketampanan pria lain selain dirinya.
"Mama masih muda ya," ucap Yayu.
"Anjaz menolak tua," ucap Ayu.
Mereka semua pun larut dalam percakapan. Sedangkan Kavin hanya sesekali berbicara saat ditanya saja. Kavin memang terkesan kaku dengan orang baru. Ia memang sulit untuk akrab seperti istrinya.
***
Tiga jam berlalu, sekitar pukul setengah lima sore, Ashel dan Kavin pamit pulang dulu. Mama Ayu memberikan beberapa makanan khas sunda untuk Ashel karena memang mama Ayu berasal dari Bandung.
"Pulang dulu ya ma, besok ketemu lagi di acara tunangan Ayu," ucap Ashel.
"Iya sayang. Hati hati ya kalian berdua," ucap Yayu.
"Berempat ma, anak kita kan lagi hamil kembar," koreksi Ayi.
__ADS_1
"Tahu si mama. Emang pelupa," ucap Ayu.
Ashel hanya tersenyum melihat kerandoman keluarga Ayu. "Ya sudah, Ashel sama mas Kavin pulang dulu ya. Permisi."
"Iya. Hati hati," ucap Ayi dan Yayu.
"Bae bae besti. Gue tunggu lo besok," ucap Ayu.
Ashel mengangguk dan mengacungkan jempolnya. Ia kemudian berjalan masuk ke dalam mobil dibantu suaminya. Kandungannya yang semakin membesar kadang membuat Ashel cukup kesulitan dalam melakukan sesuatu. Seperti naik mobil saat ini.
Mobil yang ditumpangi Ashel melaju meninggalkan rumah Ayu. Mereka akan segera pulang ke rumah mereka.
Kavin fokus pada jalanan namun sesekali mengelus perut istrinya sedangkan Ashel sedang sibuk membuka bungkusan makanan yang diberikan mama Ayu.
"Woah, ada kentang mustofa," ucap Ashel.
"Kentang mustofa? Apa yang? Mustofa kan nama orang," ucap Kavin.
"Ish bukan. Itu nama makanan," ucap Ashel.
"Oh."
"Walah, ada bugis, papais juga, ih ada adas juga. Aaa, mama emang the best. Semua makanan ini kamu harus coba mas. Serius ini enak. Nanti di rumah ya?" Tanya Ashel.
"Nama makananya kok aneh aneh ya yang? Aku baru dengee hari ini," ucap Kavin.
"Wajar, kamu orang Jakarta tapi keturunan luar negeri jadi kamu gak tahu makanan makanan ini. Ini makanan khas daerah sunda. Karena Ayu keturunan orang sunda, makanya pas ada acara besar kayak gini, mama-nya selalu buat makanan ini. Ya itung itung perayaan keluarga juga sayang," ucap Ashel.
"Namanya sedikit aneh tapi unik unik. Kalo rasanya gimana yang?" Tanya Kavin. Ia jadi penasaran dengan makanan makanan itu.
"Nanti kamu coba di rumah langsung deh. Kamu kan doyan manis juga, pasti suka," ucap Ashel.
"Oke deh."
Kavin pun melajukan mobilnya menuju ke rumah mereka. Ia jadi tidak sabar dengan rasa makanan khas daerah itu. Dari namanya saja sudah unik, entah bagaimana rasanya. Kavin jadi penasaran.
__ADS_1
Tbc.