My Little Wife

My Little Wife
Ep. 132 > Next


__ADS_3

Biandra membopong tubuh Azalea dan membawanya masuk kedalam kamar.


Diikuti Mbak Ati dari belakang dengan raut wajah panik.


Biandra langsung menelpon dokter agar segera datang kerumah Zico.


*


*


"Ma, tolong jangan marah lagi sama, Lea." Bujuk Zico, disaat keduanya sama-sama baru keluar dari ruang rawat Pak Hary.


Sedangkan raut wajah Tante Ema langsung berubah ketika nama Azalea di sebut.


"Seharusnya Mama tidak memaksa kamu untuk menikah dengannya dulu." Tante Ema duduk, dikursi tunggu yang berada didepan ruang rawat suaminya.


"Apa kau sudah tahu sejak dulu? Makanya kau sempat menolaknya?" Tante Ema kembali memastikan.


"Emp.." Zico menunduk. "Tapi akhirnya Zico benar-benar mencintai dan menyayangi Lea, Ma. Mama bisa rasakan sendirikan, ketulusan dan kebaikan Lea terhadap keluarga kita." Lanjut Zico.


Sedangkan Tante Ema hanya terdiam, tatapannya kosong.


"Bukan hanya kebaikan dan ketulusannya yang Mama butuhkan saat ini." Tante Ema kembali menatap Zico.


"Lalu apa? Mama lebih mementingkan omongan orang lain? dari pada kebahagiaan keluarga kita sendiri? Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan, Ma."


"Tapi dampak kesalahan yang ia berikan terlalu buruk, Zic."

__ADS_1


"Ma, Zico mohon. Lea sedang hamil anak Zico saat ini. Kemarahan Mama akan berdampak buruk juga terhadap kandungannya. Zico mohon Ma, demi anak Zico." Lirih Zico, memohon dengan tulus agar Mamanya bisa memaafkan Azalea.


Tante Ema kembali terdiam. Entah mengapa ia rasanya sangat sulit memaafkan kesalahan Azalea.


*


*


"Tolong jangan beritahu Zico. Aku tidak ingin ia khawatir." Tutur Azalea pada Mbak Ati yang baru saja mengantarkan makanan untuknya.


"Tapi, Tuan-"


"Aku kan tidak apa-apa Mbak, hanya pingsan saja. Jadi tidak masalah kalau Zico tidak tahu."


"Baiklah kalau begitu." Diikuti helaan nafasnya. Mbak Ati dengan berat mengikuti keinginan Azalea.


Sedangkan Biandra, sedang mengantar Dokter ke pintu utama.


"Sama-sama Pak Biandra, ingat pesan saya tadi. Bu Azalea tidak boleh stres, usia kehamilannya masih sangat rentan." Dokter itu kembali mengingatkan.


"Baik, Dok."


Biandra kembali masuk kedalam rumah, setelah Dokter itu melajukan mobilnya. Kembali menemui Queen dan Azalea dikamarnya.


"Apa kau merasa lebih baik sekarang?" Tanya Biandra pada Azalea. Sambil bersandar di ambang pintu, sesaat memperhatikan kedekatan Queen dan Azalea.


Azalea yang tadinya sedang sibuk mengobrol dengan Queen langsung menoleh.

__ADS_1


"Empp.. Terimakasih."


Biandra tersenyum tipis. "Kau terlalu sungkan."


"Apa Papa akan pulang sekarang?" Tanya Queen kemudian.


"Apa Queen masih ingin disini?" Biandra kembali bertanya, tanpa menjawab pertanyaan Queen.


"Iya, apa boleh?" Jawab Queen sambil memasang wajah memelasnya.


"Aunty harus istirahat sekarang. Besok saja kita kesini lagi, selepas Queen pulang sekolah."


Queen langsung memanyunkan bibirnya.


"Atau biarkan Queen menginap disini saja." Tawar Azalea.


"Jangan, kau butuh banyak istirahat. Ingat kata Dokter, jangan stres dan selalu makan tepat waktu."


Azalea hanya mengangguk.


"Ayo Queen, kita harus pulang sekarang." Ajak Biandra akhirnya.


Dengan malas, Queen turun dari tempat tidur Azalea, berjalan ke arah Biandra. Setelah sampai di ambang pintu, ia kembali berbalik ke arah Azalea. "Bye Aunty.." Sambil melambaikan tangannya.


"Bye Queen.." Balas Azalea, sambil ikut melambaikan tangan dan menunjukkan senyuman terbaiknya.


Biandra dan Queen pun berlalu pergi, setelah menutup pintu kamar itu. Meninggalkan Azalea seorang diri didalam sana.

__ADS_1


Namun, disaat akan keluar dari rumah itu. Mereka justru berpas-pasan dengan Zico dipintu utama.


^TO BE CONTINUED^


__ADS_2