
Villa Gold Rose
Suasana di Villa cukup sejuk dan asri, Skylar memandang kearah taman di depannya yang terdapat rumput rumput dan bunga terlihat sangat terawat serta ada air mancur di tengahnya.
"Sky sayang. " suara bariton memanggil namanya membuat Sky menoleh. Dia menghampiri suaminya dan bersama sama memasuki Villa.
Setelah pintu didorong ke dalam keduanya masuk ke dalam. Sky mengamati interior depan Villa baru milik mereka dan ya dia cukup kagum dengan pilihan kedua mertuanya.
Bintang menyeret koper mereka menuju ke lantai atas. Tak lama kemudian dia kembali dan bergabung bersama istrinya di ruang tamu. Skylar merapatkan tubuhnya di tubuh sang suami, Bintang mengerutkan dahi melihat sikap istrinya yang tak biasanya. Skylar memgangkat wajahnya dan tatapannya bertemu dengan manik mata sang suami.
"Nanti malam aku akan memberikan hakmu Bi, meski ingatanku belum kembali tapi aku tetap akan menjalankan tugasku sebagai istrimu. " ucapan Skylar sangat tulus sontak membuat Bintang merasa terharu dan bahagia.
Bintang memagut bibir istrinya langsung, Skylar membalasnya dengan tak kalah lembutnya hingga tak lama kemudian mengakhiri ciuman itu. "Yank sebaiknya sekarang saja aku minta hakku. "
Skylar tengah berfikir kemudian mengangguk. Bintang membopongnya ala bridal style, menaiki anak tangga menuju ke kamar mereka berdua. Bintang membuka pintu menggunakan kaki kemudian masuk ke dalam dan tak lupa menguncinya dari dalam.
Dengan terburu buru Bintang melepaskan pakaian mereka hingga polos. Bintang mendorong istrinya ke atas ranjang, kemudian dia menindihnya. Setelah itu dia mulai menjamah aktif setiap lekuk indah tubuh Sky tanpa terlewatkan. Skylar meremas rambut suaminya, kala sentuhan tangan suaminya membuatnya geli sekaligus nikmat.
Dan akhirnya Bintang menyatukan tubuh mereka. Suara erangan dan desahan terus bersautan dalam kamar. Keduanya tak peduli ranjang yang ikut bergiyang akibat gerakan mereka berdua. Ac dalam kamar tak mampu meredamkan gairah membara pada diri pasangan suami istri tersebut.
__ADS_1
"Oh hmh. " desahnya.
Keringat terus membasahi tubuh mereka. Sky mengusap peluh di dahi suaminya dengan lembut saat laju tubuh mereka semakin cepat. Mereka melakukan penyatuan sebanyak empat ronde dengan gaya berbeda beda hingga tiga jam kemudian Bintang mengakhiri kegiatan panasnya.
Hosh hosh hosh Sky mengatur nafasnya yang tak beraturan setelah menyelesaikan aktivitas panasnya bersama sang suami. Dia meringis saat Bintang memisahkan diri kemudian menarik selimut menutupi tubuh mereka. Bintang mengenggam tangan istrinya kemudian mengecupnya sekilas. "Terimakasih sayang kamu selalu bisa memuaskanku. "
"Sama sama sayang. " Dengan tangan kirinya, dibelainya wajah tampan sang suami hingga tanpa sadar selimutnya melorot hingga terlihat buah persiknya. Bintangpun menelan salivanya kasar, merentangkan tubuh sang istri kemudian sedikit menyingkap selimut sang istri sedikit kebawah.
Hah skylar menghela nafas pelan, mengelus kepala suaminya yang kini tengah melahap dua buah persiknya. Setelah itu Sky sedikit menekan kepala suaminya untuk semakin memperdalam hisapannya dan Bintang dengan senang hati menurutinya.
Setelah selesai dengan kegiatannya, Bintang menyandarkan dirinya ditepian ranjang dengan Sky bersandar di dadanya.
"Oh ya sayang kamu memiliki sahabat bernama Arumi. " jelas Bintang.
Satu jam kemudian mereka selesai berpakaian dan mengganti sprei. Bintang membawa istrinya keatas pangkuannya, Sedangkan Sky tengah menghubungi sahabatnya Arumi.
( sambungan video call terhubung )
"Sky, bagaimana kabar kamu sekarang. " cecar Arumi dengan senyum merekahnya.
"Aku baik Rum, sekarang aku dan Bintang berada di Villa untuk mencari suasana baru di sini. " Sky mengulas senyumnya dihadapan sahabatnya itu.
Arumi sangat bahagia bisa mengobrol kembali dengan sahabatnya itu. Diapun mengatakan semua hal kebersamaan mereka pada Sky. Sky tertawa mendengar cerita Arumi mengenai mereka yang dulu sering kali berdebat. Bintang merasa lega dan sangat senang melihat istrinya kembali ceria meski ingatannya belum kembali.
__ADS_1
"Ya sudah aku tutup dulu ya dan besok aku dan Dave akan datang ke villa kalian oke. "
Sky mengangguk, kemudian sambungan terputus. Dia menaruh ponselnya di ranjang kemudian menoleh dan tanpa sengaja bibir mereka bertemu. Bintang sedikit memberi gigitan setelah itu melepaskannya, Sky hanya menepiskan senyumnya melihat suaminya mencari kesempatan dalam kesempitan.
"Besok Arumi dan Dave akan kemari boleh 'kan sayang. "
"Tentu saja boleh yang terpenting kamu bahagia istri kecilku. " Bintang menelusupkan wajahnya diperpotongan leher sang istri. Skylar merasa geli namun dia membiarkan suaminya.
"Kita turun yuk Yank. " Bintang menjauhkan wajahnya kemudian menurunkan sang istri dari pangkuannya. Keduanya ke luar dari kamar dan menuruni tangga. Skylar merangkul manja lengan suaminya setelah itu menjatuhkan diri mereka di sofa.
Bintang, kamu suami terbaik bagiku. Maafkan aku sayang maaf telah melupakan kamu dan kenangan kita saat kita berpacaran sampai menikah.
Bintang merogoh sesuatu dalam sakunya. Lalu meraih tangan istrinya dan menyematkan cincin pernikahan mereka. "Cincin kamu jatuh sayang dan untungnya aku menemukannya. "
Skylar tersenyum manis menatap lekat cincin dalam jemarinya, setelah itu kembali menatap lekat suaminya itu. Bintang sebenarnya terpaksa berbohong, entah kenapa kejadian penculikan itu masih menjadi momok menakutkan baginya. Dia sangat ketakutan jika benar benar kehilangan Skylar, istrinya.
Melihat gelagat aneh suaminya membuat Skylar merasa bingung. "Hubby ada apa kenapa kamu terlihat ketakutan. "
Bintang menceritakan soal penculikan itu pada Skylar. Skylar terhenyak, kemudian menangkup pipi suaminya kemudian tersenyum.
"Aku memang melupakan kejadian itu, tapi sayang aku baik baik saja sekarang dan untuk itu kamu jangan pikirkan hal itu lagi oke. "
"Iya Sayang!
__ADS_1
Bersambung