
Happy reading♡
Ashel terkejut dan mengeratkan pegangannya pada tangan suaminya saat ada beberapa wanita yang datang mendekat bahkan memeluknya tiba tiba. Ashel mengenal mereka. Mereka adalah Yuta, Yasmin, dan Rita. Teman Ashel saat SMA.
"Anjir, udah bunting aje ni besti gue. Lah gue, nikah aje belom," ucap Rita.
"Kamu apa kabar Shel? Udah hampir tiga tahun gak ketemu loh kita," ucap Yasmin.
"Bener. Ashel sibuk bener," ucap Yuta.
"K-kabar gue baik. Kalian, gi-mana?" Tanya Ashel. Tercetak jelas raut ketakutan di wajahnya saat melihat mereka, namun Ashel tetap mencoba terlihat biasa saja.
"Baik kok. Lo mau kemana emang? Makin cantik aja anjir, heran gue," ucap Yuta.
"Kita mau lihat lihat aja kesini. Soalnya istri saya gabut," ucap Kavin.
"Gile, gabut orang kaya ke mall ya," ucap Rita.
"Ya udah ya, saya ajak istri saya dulu. Nanti kalian boleh ketemu lagi sama istri saya lain waktu, kami ada kepentingan disini," ucap Kavin. Ia tahu jika istrinya masih trauma namun ia hebat, tetap mencoba biasa saja.
"Oke deh. Nanti kita ketemu lagi di acara tunangannya Ayu ya. Bye Shel sama suaminya," ucap Yasmin. Ia pun segera membawa dua temannya pergi dari sana. Ia sendiri sudah tahu keadaan Ashel dari Ayu. Karena memang Yasmin cukup dekat dengan Ayu. Selama ini Yasmin selalu bertanya keadaan Ashel. Ayu sendiri sengaja memberitahunya, karena bagaimana pun Yasmin teman Ashel. Sedangkan Yasmin sengaja tidak buka suara perkara yang menimpa Ashel. Biarkan Ashel saja nanti yang bercerita.
Ashel berulang kali menghirup nafas kemudian menghembuskannya. Kavin sendiri mencoba menenangkan istrinya. Ia mengusap usap pelan punggung istrinya.
"Kamu hebat," ucap Kavin.
"Aku masih sedikit takut mas. Tapi aku coba lawan," ucap Ashel.
"Good girl. Nanti mas kasih kamu sesuatu kalo kamu sembuh," ucap Kavin.
"Apa emangnya?" Tanya Ashel.
"Junior mas. Itu hadiahnya," ucap Kavin. Ashel hanya mendengus kesal. Bisa bisanya suaminya berkata seperti itu.
"Ayo ke butik itu. Itu butik temen kamu, Feli," ucap Kavin.
"Feli? Serius?" Tanya Ashel.
__ADS_1
Kavin menganggukan kepalanya. Ia pun mengajak istrinya masuk kesana. Kavin sebelumnya memang sengaja membooking hotel ini agar tidak ada yang masuk saat ada istrinya. Beruntung Feli mengiyakannya dan bahkan ia tidak mau menerima bayaran dari Kavin.
"Hai," sapa Feli saat Ashel dan Kavin sudah masuk ke dalam butik.
"H-hai Fel," ucap Ashel.
"Ayo duduk dulu. Rileks aja Shel, selama lo disini gue sengaja tutup butik dulu. Special buat lo," ucap Feli.
Ashel dan Kavin pun duduk di sofa yang ada di ruangan privat milik Feli. Bahkan Feli memberikan segelas air dan juga menyiapkan buah anggur.
Ashel mengambil segelas air dan meminumnya. Ia kemudian menatap ke arah anggur. Feli seketika memberikan anggur itu pada Ashel.
"Makan aja kali Shel. Ini emang buat lo. Gue sengaja siapin ini karena sering lihat postingan story lo yang suka fotoin banyak anggur," ucap Feli.
"Thanks," ucap Ashel tersenyum. Ia pun mulai memakan anggur itu. Ia bahkan langsung memakannya tanpa bertanya disini ada racun atau tidaknya. Kavin memang sudah yakin jika istrinya akan segera sembuh.
"Lo mau gaun apa? Biar gue cariin," ucap Feli.
"Itu, itu aja. Muat gak? Perut gue gede soalnya," ucap Ashel.
"Iya, lo hamil berapa bulan sih? Kok gede banget," ucap Feli.
"Gila, sekali dapet langsung dua? Bukan main," ucap Feli.
"Rezeki," ucap Kavin.
"Ya udah, gue siapin dulu gaunnya. Nanti lo coba buat cek ukurannya," ucap Feli. Ashel hanya mengangguk saja, Feli sendiri sudah pergi untuk melepas gaun yang diinginkan temannya ini dari manekin.
"Pencapaian bagus mami. Papi seneng lihatnya," ucap Kavin. Ashel hanya tersenyum saja dan mengangguk.
Ia pun menyimpan anggur miliknya dan masuk untuk mencoba gaun itu. Ternyata gaun itu sangat pas di tubuhnya. Tidak perlu ada yang dirubah lagi.
"Cocok Shel. Lo makin cakep pake ini," ucap Feli.
"Serius? Gue gak kelihatan gendut kan?" Tanya Ashel.
"Enggak Ashel. Lo gendut wajar, namanya juga lagi hamil. Itu namanya hormon, kalo ada yang bilang lo gendut, gue pites sampe lemes," ucap Feli. Ashel hanya tertawa saja mendengarnya.
__ADS_1
"Bisa aja lo," ucap Ashel.
"By the way, lo akhirnya bisa sembuh. Gue seneng lihatnya. Lo emang hebat Shel," ucap Feli. Ashel mengernyit. Bagaimana Feli tahu tentang keadaanya.
"Gue tahu karena gue tanya sama Ayu. Barengan sama Yasmin juga. Kita berdua turut prihatin pas denger lo kecelakaan kayak kemarin. Tapi beruntung banget lo kuat dan bisa sembuh. Semoga seterusnya kayak gini ya?" Ucap Feli. Ashel menangis. Ia tidak menyangka jika Feli sepeduli ini padanya.
Ashel pun menarik Feli dan memeluknya. "Makasih Fel, gue emang lagi nyoba buat lupain kejadian buruk kemarin. Gue masih berusaha, gue gak mau terus ketakutan. Doain gue ya?"
"Pasti. Gunanya temen kan gitu. Apalagi kita temenan bukan sebulan dua bulan. Tapi udah bertahun tahun. Udah seharusnya gue kayak gitu kan? Ngomong ngomong, kasih tips lah biar gue gak jomblo mulu. Malesnya malah nt," ucap Feli.
Ashel kembali dibuat tertawa. Mereka melepaskan pelukannya.
"Gimana ya? Gak tahu juga gue kok bisa punya suami spek tajir melintir terus tampan kayak papinya baby's. Ya mungkin udah rezeki gue," ucap Ashel.
Sedangkan Kavin membiarkan istrinya mengobrol dengan temannya itu. Itung itung salah satu metode untuk istrinya agar cepat sembuh. Ia sendiri diam menunggu di sofa tadi sembari memainkan ponselnya.
"Mau iri, tapi gue gak mampu nyaingin lo. Semoga lo sama suami langgeng ya. Gue tunggu baby's keluar. Nanti gue bakalan khusus buatin dia baju yang cakep cakep," ucap Feli.
"Makasih onty Pel," ucap Ashel.
"Tapi ini serius dua? Kok segede ini Shel? Siapa tahu kan isinya jackpot. Tiga," ucap Feli.
"Kalo di USG sih cuma dua Fel. Tapi gak tahu juga, yang penting mereka sehat," ucap Ashel.
"Aamiin. Ya udah yuk keluar, kasihan suami lo nunggu lama," ucap Feli. Ashel pun mengangguk dan keluar bersama dengan Feli.
"Udah?" Tanya Kavin. Ashel mengangguk.
"Tolong antar dress itu sama rompi pesenan saya. Uanganya sudah saya trasnfer," ucap Kavin. Ia menunjukan bukti transfernya.
"Oke sip. Paling sampe sore nanti," ucap Feli.
"Gak papa. Kalo gitu, gue sama suami pulang dulu ya Fel. Bye," ucap Ashel.
"Oke bye. Hati hati."
__ADS_1
Tbc.
Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_