My Little Wife

My Little Wife
Bab 343 : Demam Yang Disengaja


__ADS_3

Happy reading♡


Ashel benar benar tepar hari ini. Ia bahkan tiba tiba demam dan tubuhnya menjadi drop. Terpaksa rencananya untuk belanja ke mall bersama dengan Lupita harus benar benar gagal. Sebenarnya Ashel sangat ingin pergi, namun mau bagaimana lagi, tubuhnya tiba tiba terasa sangat dingin begitu saja.


Demam ini bukan karena datang tiba tiba atau karena Ashel bermain air hujan. Demam ini disebabkan oleh suaminya sendiri, Kavin.


Setelah melakukan penyatuan dan Kavin sudah tertidur, Ashel bangun dan hendak mandi. Iya ia mandi pukul empat pagi. Sengaja karena ia ingin paginya bisa langsung bertemu anak anaknya. Ia juga sengaja berendam untuk meringankan rasa sakit dan juga pegal pegal di tubuhnya. Namun ketika Ashel sedang menikmati rendaman di air hangat, tiba tiba Kavin datang dengan keadaan tubuh tanpa selehai benang pun. Sialnya pria masuk ke dalam bathup.


Bathup itu berukuran cukup besar. Muat hingga empat orang disini. Jadi saat Kavin masuk Ashel tidak merasakan apapun. Hingga saat Kavin mengangkat tubuhnya dan memangkunya baru Ashel tersadar dan juga terkejut bersamaan.


Saat itu Ashel kira Kavin juga akan ikut berendam, tahunya Ashel malah kembali digagahi di bathup. Permainan Kavin cukup lama di dalam air, bahkan ia meminta istrinya memegang kendali. Bayangkan saja milik Kavin yang besar di duduki Ashel dengan posisi milik suaminta itu masuk dengan sempurna. Membayangkannya saja sudah membuat Ashel kengerian.


Parahnya, selain bermain lama di bathup Kavin juga meminta bermain dibawah air shower. Benar benar suami gila. Mereka bermain kurang lebih empat jam, itu pun karena Ashel memaksa berhenti karena ia memang sudah sangat kelelahan sekali.


Hachim..


Ashel terus bersin bersin sejak tadi. Di jidatnya dipasang plester pereda demam yang sudah berada di kulkas sejak tiga hari yang lalu. Ashel memang selalu menyetok plester itu. Untuk muda dan bayi.


Anna datang ke kamar anaknya. Membawakan sup ayam dan wedang ronde juga air teh hangat.


"Gimana keadaan kamu hm? Kok tiba tiba demam?" Tanya Anna.


Semua gara gara anak mantu bunda!


Ingin rasanya Ashel mengatakan hal itu. Namun ia tidak mungkin membuka aib sang suami kan?


"Ya namanya penyakit bun, datangnya kan gak kasih kabar," ucap Ashel.


"Ya udah, makan dulu nasi sama sup ayamnya. Nanti minumnya teh hangat. Wedang rondenya juga jangan lupa ya?" Ucap Anna.


Ashel menganggukan kepalanya, "Mau ketemu baby's bun."

__ADS_1


"Gak bisa dulu sayang. Kamu cuma bisa kasih asi kamu lewat pompa kayak biasa. Kalo buat ketemu jangan dulu, kamu lagi demam juga lagi flu. Kalo nular gimana?" Tanya Anna.


Ada benarnya. Tapi Ashel sangat merindukan anak anaknya. Ini semua gara gara suaminya. Sudah ia tidak jadi shopping sekarang ia tidak bisa bertemu dengan anak anaknya sendiri.


"Kamu makan dulu, terus minum obatnya ya. Nanti langsung tidur lagi, biar kamu cepet sembuh supaya cepet ketemu sama baby's," ucap Anna.


Ashel hanya mengangguk lemah. Anna pun membantu anaknya makan. Sementara Sarah sedang mengasuh anak anak Ashel bersama dengan pengasuh pengasuhnya.


Kavin sendiri langsung pergi setelah mandi bersama dengan istrinya. Ia lupa jika hari ini akan ada meeting penting. Mau tak mau Kavin harus pergi ke kantornya.


Saat sampai disana, Kavin langsung masuk ke dalam ruangan meeting karena tinggal dia seorang yang belum masuk. Meeting dimulai saat Kavin datang. Namun di meeting itu, Kavin tidak bisa fokus. Ia terus terbayang bayang wajah istrinya. Apalagi tadi ia bertanya tentang kabar istrinya pada mamanya, mamanya berbohong. Dia mengatakan istrinya baik baik saja. Padahal pelayan mengatakan jika istrinya tiba tiba jatuh sakit dan demam.


"Tuan, bagaimana?" Tanya seseorang di depan sana.


Kavin diam saja. Ia memijit pelipisnya. Jujur saja ia juga kelelahan. Namun yang lebih lelah adalah istrinya.


"Kav," bisik Faraz.


Kavin tersadar. Ia menghela nafasnya. "Meeting dilanjutkan bulan depan saja."


"Kamu kenapa? Tidak biasanya," ucap Faraz.


"Riana sakit pah. Kavin gak tenang kalo belum lihat dia, Kavin mau pulang dulu cek keadaan dia," ucap Kavin.


Faraz tersenyum. Anak sulungnya ini benar benar rela membatalkan pertemuan penting ini demi istrinya.


"Pulanglah, papa yang akan handel meeting kamu. Kamu juga terlihat pucat," ucap Faraz.


"Makasih pah. Kavin pulang dulu," ucap Kavin. Pria itu pun pulang dari kantor menuju ke mansionnya.


***

__ADS_1


Sesampainya Kavin di mansionnya, ia langsung berlari masuk ke dalam. Ia bahkan mengabaikan anak anaknya yang sedang bermain. Tidak apa, anak anaknya sedang anteng dan dalam pengawasan. Sarah yang melihat anaknya yang tiba tiba masuk dan berlari ke atas hanya bisa menghela nafasnya.


"Anak kamu kenapa itu?" Tanya Anna.


"Kayaknya dia tahu kalo anak kamu sakit Ann. Benar benar ya anak anak itu. Bucinnya akut banget," ucap Sarah.


"Anak muda," ucap Anna tersenyum.


Kavin membuka pintu kamarnya perlahan. Ia melirik ke arah ranjang besarnya. Disana istrinya sedang tidur meringkuk dengan keadaan tubuh menggigil. Kavin membuka jas mahalnya dan melemparnya ke sofa begitu saja.


"Ayang," panggil Kavin. Tangannya terangkat untuk mengecek suhu tubuh istrinya. Benar benar panas!


"Kita ke rumah sakit aja ya?" Ajak Kavin. Ashel memegang tangan suaminya. Kavin merasakan dingin yang tersalur dari tangan istrinya itu.


"Kondisi kamu benar benar drop sayang. Kita ke rumah sakit aja ya?"


Ashel menggeleng lemah, "Temenin bobo."


Hanya itu yang keluar dari mulut Ashel. Kavin pun segera pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan kakinya. Bagaimana pun ia baru saja keluar rumah, ia tetap harus menjaga kebersihannya.


Setelah selesai, Kavin langsung naik ke atas tempat tidur. Ia membuka baju atasnya dan masuk ke dalam selimut. Kavin dan Ashel langsung berpelukan seperti teletubis, tidakkk.


Mereka berpelukan layaknya pasangan romantis yang sedang membutuhkan kehangatan satu sama lain. Wajah Ashel menempel pada dada sang suami. Tangan Kavin berada dibawah leher Ashel. Sebelahnya lagi memeluk Ashel. Bahkan Kavin menaikan kakinya untuk memeluk istrinya ini.


Ashel tidak menolak, ia butuh kehangatan ini. Tubuhnya sangat mengigil sekali. Sejak tadi ia menahannya sendirian.


"Maafin aku sayang," gumam Kavin. Punggung pria itu terasa perih karena tertarik tadi ketika mengulurkan kedua tangannya untuk memeluk Ashel sehingga lukanya seperti tertarik. Namun Kavin tidak peduli. Yang lebih penting adalah menghangatkan tubuh istrinya.


Tbc.


Pov : "Ekspresi baby's saat lihat papinya solimeh"👺

__ADS_1



Kapin solimeh pt 1000000000000000000


__ADS_2