My Little Wife

My Little Wife
Season 2 Part 21


__ADS_3

Jangan lupa gift dan votenya ya biar author semangat serta jangan lupa komentar dan like.


Beberapa bulan kemudian


Beberapa bulan lalu Skylar dinyatakan hamil, akhirnya penantiannya selama ini telah terbayar lunas. Kini kandungan Skylar mencapai usia Lima bulan, keduanya terlihat kelelahan setelah menghadiri pesta resepsi pernikahan Dave dan Arumi.


Baik Skylar dan Bintang memutuskan pindah ke mansion yang lebih luas dan bertetanggaan dengan Dave dan Arumi, selain demi kenyamanan keluarga kecilnya, dia juga ingin melupakan bayangan masalalu yang buruk.


Selain itu Bintang juga menemui Bima dan mengatakan agar jangan menganggu rumah tangga dirinya dengan Sky. Sudah cukup penderitaan yang dialami istrinya akibat teror dari winda, untuk itu dia tidak ingin lagi kecolongan dengan adanya orang ketiga dalam keluarga kecilnya.


Skylar tersenyum geli melihat betapa antusias suaminya yang kini tengah menciumi perut buncitnya. Bintang menghentikan aksinya, duduk dengan tegap kemudian melabuhkan ciuman di kening istrinya dengan lembut.


"Sayang aku sudah punya nama buat calon anak mau dengar 'kah!


"Iya sayang katakan saja. " Bintang nampak sangat antusias mendengar saran nama dari istrinya.


"Kalau laki laki namanya Axton yang artinya batu berharga, berarti kehadirannya berharga dalam hidup kita dan orang lain. Kalau perempuan namanya Allegra artinya riang, kelak dia akan menjadi gadis yang riang dan ceria. " jelas Skylar dengan senyum manisnya.


"Nama namanya sangat bagus sayang dan semoga kelak anak kita seperti harapanmu itu sayang. " timpal Bintang.


Bintang melirik jam di atas dinding kini menunjukkan waktu 03.00 sore. Setelah itu dia kembali memijit kaki istrinya yang terlihat bengkak, Skylar merasa tidak enak dengan suaminya namun mau dikata suaminya itu keras kepala.

__ADS_1


Skylarpun menahan tangan suaminya kemudian menggeleng, Bintang menghentikan pijitannya sesuai keinginan sang istri. "Ya sudah Bie, sebaiknya kamu ganti baju sana. "


"Ya baiklah, kamu jangan ke mana mana sebelum aku kembali. " titahnya. Skylar hanya mengangguk pasrah, melihat sikap posesif suaminya yang sangat berlebihan. Bintangpun langsung meninggalkan istrinya menuju ke kamar mereka.


Setelah kepergian suaminya, Skylar mengusap perut buncitnya dengan lembut. Dia sangat bahagia akhirnya bisa memberikan keturunan untuk suaminya Bintang dan ini semua tak terlepas dari usaha, doa dan kesabarannya. "Mamah dan Papah sudah tidak sabar menanti kelahiran kamu sayang. " gumamnya sambil tersenyum.


Merasa bosan, Skylarpun bangkit dengan hati hati kemudian berjalan lurus ke depan. Tak lama kemudian Bintang kembali dan melihat ruang tamu tidak ada siapapun. Dia berdecak kesal dan bergegas ke luar dari mansion mereka. Bintang bersandar di depan pintu sambil melipat tangannya, melihat istrinya kini tengah mengobrol bersama Arumi di teras depan.


"Semoga kamu cepat nyusul aku ya Rum. " ucapnya sambil mengelus perut buncitnya.


"Hadeh Sky, aku masih pengantin baru kali. " balas Arumi dengan cemberut.


Arumi mencebik mendengar ucapan sahabatnya itu. Diapun bangkit kemudian membantu Sky sambil berkata. "Udah sore, bumil istirahat saja atau bersantai saja sana. " seru Arumi.


"Ya sudah aku masuk dulu ya. "


Arumi mengangguk menatap sahabatnya masuk ke dalam rumahnya kemudian dia bergegas pulang. Sementara Bintang membawa istrinya bersantai di ruang tamu. Di sana mereka berbicara banyak hal sambil bergurau.


Drt drt drt


Bintang menyambar ponselnya, menekan tombol hijau kemudian mengangkatnya langsung.

__ADS_1


"Ya halo Mommy!


"Mommy dan Daddy dalam perjalanan ke mansion kamu nak tunggu ya. "


"Iya Mom. " sambungan terputus, Bintang menaruh ponselnya di meja. Dia kembali mengusap perut buncit istrinya itu dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Sky sangat senang jika keluarganya akan datang ke mari. Dia menyandarkan kepalanya di bahu sang suami, sambil mengusap perut buncitnya. Sky sangat senang tak ada lagi kesedihan yang ada hanya kebahagiaan yang kini tengah dirasakannya.


💕💕


Penthouse Dave, jam di dinding menunjukkan waktu 04.00 sore. Grep Arumi memeluk tubuh kekar suaminya yang hanya berbalut handuk dari belakang. Dave mengulum senyumnya, membalik tubuhnya kemudian mengecup bibir istrinya itu. "Akhirnya kita resmi menjadi suami istri, nanti malam aku akan membuatmu lemas sampai besok pagi honey. " ucapnya tersenyum miring.


Rumi menelan salivanya berat, mau tidak mau dia harus memberikan hak suaminya itu. Meskipun begitu dia telah siap menjadi wanita seutuhnya milik Dave. Kedua tangan Arumi kini mengalung di leher Dave, Dave merangkul erat pinggang istrinya.


"Cup aku akan sabar menunggu sampai nanti malam. " Dave melepaskan pelukannya, bergegas mengambil kaos dan celana setelah itu memakainya. Setelah selesai keduanya duduk di ranjang sambil membahas awal pertemuan mereka. "Oh ya Sayang, emang dulu enggak punya kekasih gitu. " cecar Arumi.


"Enggak sayang, aku dulu hanya fokus bekerja dan bekerja. " jawab Dave dengan jujur tanpa ada kebohongan didalamnya.


Rumi manggut manggut, dia sangat bahagia karena dia merupakan wanita kedua yang sangat berarti dalam hidup Dave setelah ibunya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2