My Little Wife

My Little Wife
Ep. 131 > Next


__ADS_3

Zico, membiarkan Mamanya untuk menangis sejenak dalam pelukannya.


"Papa pasti akan baik-baik saja, Ma." Zico mencoba menenangkan Mamanya.


"Semoga saja." Tante Ema melepaskan pelukannya, menyeka air matanya dan kembali duduk di tempat semula.


Setelah menunggu beberapa saat, Dokter keluar dari ruang dimana Pak Hary di tangani.


"Gimana keadaan suami saya, Dok." Tante Ema langsung beranjak dari duduknya, begitu juga dengan Zico dan Ella.


"Pak Hary berhasil melewati masa kritis nya. Beliau akan segera dipindahkan ke ruang rawat." Dokter itu menjelaskan, setelah itu berlalu pergi.


"Syukurlah.." Imbuh Tante Ema sambil mengusap dadanya. Diiringi helaan nafas leganya.


***


"Nyonya, sebaiknya Anda makan dulu sedikit. Dari tadi pagi, bukannya Nyonya belum makan apapun." Usul Mbak Ati pada Azalea yang sedang termenung diruang tamu.


"Saya nggak lapar Mbak." Tolak Azalea.


"Tapi-" Imbuh Mbak Ati menggantung. Ia memang tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi pada Nonya nya itu. Dari beberapa hari yang lalu, setelah pulang dari pesta. Suasana dirumah itu memang sedikit berbeda.

__ADS_1


Mbak Ati menyerah, rasanya percuma juga menyuruh Azalea untuk makan disaat suasana hatinya sedang tidak baik. Menurut Mbak Ati, jika lapar Azalea pasti akan makan sendiri tanpa disuruh. Yang penting tugasnya menyiapkan makanan untuk selalu tersedia di meja makan.


"Yasudah kalau gitu saya permisi dulu Nya." Mbak Ati berlalu pergi, meninggalkan Azalea yang masih termenung diruang tamu.


*


*


"Papa, boleh aku menemui Aunty hari ini?" Tanya Queen disaat dalam perjalanan pulang dari sekolah.


"Queen ingin kerumahnya?" Biandra balik bertanya.


Queen mengangguk semangat.


Biandra merubah haluan, ia berputar balik. Menuju ke rumah Zico. Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, kini ia dan Queen sudah berada dihalaman rumah Zico.


Queen langsung berlari setelah turun dari mobil, untuk menekan bel rumah itu. Tidak perlu menunggu lama, pintu rumah itu pun terbuka.


"Mbak, apa Aunty ada?" Tanya Queen pada Mbak Ati yang membukakan pintu.


"Ada, diruang tamu. Temui dia dan ajak dia makan ya. Dia belum makan apapun sejak tadi pagi." Ucap Mbak Ati sambil berjongkok membangun Queen.

__ADS_1


"Empp baik." Queen mengangguk mengerti. Setelah itu langsung bergegas menemui Azalea diruang tamu.


Mbak Anti kembali berdiri. "Silahkan masuk Tuan." Imbuh Mbak Ati mempersilahkan Biandra untuk masuk.


Biandra tersenyum ramah, lalu masuk. Menemui Azalea diruang tamu.


"Ayo Aunty, kau harus makan sekarang." Pinta Queen sedikit merengek.


"Tapi Aunty tidak lapar sayang." Tolak Azalea. Ia benar-benar sedang tidak berselera.


"Kau harus makan, Lea. Walaupun hanya sedikit." Biandra ikut menyarankan.


"Tapi aku benar-benar sedang tidak berselera makan."


"Jika kau sampai sakit, itu akan membuat Zico tambah repot."


Kali ini yang dikatakan Biandra ada benarnya. Dan Azalea tidak ingin itu terjadi. Ia tidak ingin merepotkan Zico disaat seperti ini.


"Baiklah, kalau begitu aku akan makan sekarang. Queen mau temani Aunty makan?" Tanya Azalea pada Queen.


"Tentu! Ayo.." Queen beranjak terlebih dahulu. Sambil menarik tangan Azalea agar ia juga ikut bangkit dari duduknya.

__ADS_1


Azalea bangkit dari duduknya, namun rasa pusing yang tiba-tiba melandanya membuat Azalea tidak sadarkan diri. Untung Biandra cepat memegang tubuh Azalea hingga tidak terjatuh ke lantai.


^TO BE CONTINUED^


__ADS_2