My Little Wife

My Little Wife
Bab 328 : Dijenguk Ajeng, Didi dan Nando


__ADS_3

Happy reading♡


Setelah memiliki tiga orang anak, Ashel setiap malamnya selalu bedagang. Tak pernah absen. Yang paling sering rewel adalah anak bungsu mereka. Bayi kecil itu selalu saja menangis saat asi milik Ashel terlepas dari mulutnya. Sedangkan kedua kakaknya dengan anteng tertidur lelap. Paling paling mereka terbangun karena pipis atau haus ingin meminum asi.


Kavin juga selalu menemani istrinya begadang. Ashel bahkan selalu meminta suaminya tidur saja namun Kavin menolaknya. Dia bilang anak ini juga anaknya, kalo maminya begadang, papinya juga harus begadang.


Contoh suami yang sangat baik bukan?


Bahkan tak jarang ketika Ashel ketiduran dan si bungsu menangis Kavin buru buru bangun dan mengambil susu formula kemudian memangku Briella dan memberikannya susu formula itu. Untungnya susu formula ini diterima baik oleh perut Briell.


Saat ini juga contohnya, saking seringnya begadang Ashel sampai tidak terganggu sampai bangun karena tangisan Briell. Garis hitam di mata istrinya tercetak jelas. Kavin sangat tidak tega melihatnya. Maka dari itu Kavin tidak pernah membangunkan Ashel.


Briell kembali menangis sekitar pukul dua dini hari. Kavin baru saja tertidur tiga jam. Pria itu langsung bangun dan mengecek keadaan anaknya.


"Briell kenapa hm? Kok nangis mulu. Abang sama kakak aja anteng loh," ucap Kavin. Ia mengecek bagian pantat anaknya. Basah.


"Pipis ya? Atau pup? Papi gantiin ya? Mami kamu kecapean tuh urusin kalian bertiga. Jangan rewel mulu ya Briell sayang," ucap Kavin. Pria itu membawa anak bungsunya dan mengeluarkannya dari tempat tidurnya yang sengaja disimpan di di kamar utama.


Kavin membuka kain penutup bagian bawah anaknya. Untung saja anaknya ini hanya pipis jadi ia tidak perlu mual mual dini hari seperti ini.


Sebelum memasangkan kembali popok kain, Kavin mengelap bagian selangk*ngan dan paha si bungsu. Agar tidak ada peradangan akibat air pipis tadi.


Kavin dengan luwes kembali memakaikan kai pernel dan selimut untuk menutupi tubuh anaknya. Kavin mengangkat tubuh bayi mungil itu dan menimang nimangnya.


"Bobo lagi ya? Papi ngantuk loh," ucap Kavin. Anehnya Briella malah tersenyum pada Kavin. Tentu saja Kavin kegirangan.


"Lagi ngerayu papi ya kamu senyum senyum kayak gitu? Tapi maaf, mami kamu lebih menarik dari pada kamu," ucap Kavin. Tiba tiba raut wajah Briella berubah. Sepertinya anak itu akan menangis kencang sebentar lagi.


"Hssttt, iya sayang iya. Kamu yang paling cantik di dunia ini. Gak ada yang ngalahin kecantikan kamu kok," ucap Kavin. Anak bayi yang baru berada di dunia beberapa minggu itu tidak jadi menangis. Justru malah menguap dan memejamkan matanya.


"Etdah anak gue, baperan amat," gumam Kavin.

__ADS_1


Tak berselang lama, Briella pun tertidur lelap. Kavin memutuskan untuk menidurkan anaknya lagi ke tempatnya. Dengan perlahan, Briella sudah kembali tidur di kasurnya.


Kasur milik anak anak Kavin berukuran sedang. Cukup untuk tiga orang bayi. Kavin meletakan kasur bayi itu di sebelah ranjang miliknya sehingga Ashel dan Kavin bisa dengan mudah mengambil mereka.


Kavin membereskan bekas pipis anaknya tadi dan menyimpannya ke dalam keranjang baju kotor. Ia mencuci tangannya dan kembali naik ke atas kasur. Terlihat istrinya masih terlelap.


Kavin menaikan selimut untuk menutupi tubuh istrinya. Ia mencondongkan wajahnya dan mengecup kening Ashel.


"Tidur nyenyak sayang," ucap Kavin. Ia pun menarik Ashel ke dalam pelukannya dan tidur kembali. Semoga saja anak anak mereka tidak rewel dan akan bangun pagi nanti.


***


Ajeng dengan heboh mondar mandir di mansion milik papa Nando. Ia dan suaminya, Didi sudah landing di Boston sejak kemarin. Didi memang sengaja mengajak istri dan anak semata wayangnya kesini untuk sekedar liburan dan sekalian menengok temannya, Ashel.


"Mas Di, hadiah buat kakak Bri udah aku bungkus. Kita kapan kesananya?" Tanya Ajeng.


"Sekarang aja kali Jeng. Gimana Di?" Tanya Nando.


"Iya sekarang aja deh," ucap Didi. Mereka pun bersiap untuk segera pergi ke mansion milik Ashel. Nando juga sudah membawa tiga kotak hadiah untuk keponakan keponakannya. Beruntung pria itu pulih dengan cepat.


Perjalanan menghabiskan waktu sekitar dua puluh menit. Mobil Nando berhenti di depan mansion milik Ashel. Ajeng sendiri sejak tadi tidak berhentinya mengangakan mulutnya takjub melihat kediama Ashel yang sangat megah.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah. Ternyata Ashel dan ketiga bayinya sedang berada di ruang keluarga.


"Hai kakak Bri. Seneng gue ketemu lo lagi," ucap Ajeng.


"Loh, kok gak ngabarin mau kesini?" Tanya Ashel terkejut saat melihat Ajeng, Didi dan Nando datang.


"Sengaja. Gue kan gak pernah kasih lo surprise jadi ya gue kesini tanpa bilang sama lo," ucap Ajeng.


"Selamat ya Shel, akhirnya kembar tiga keluar dengan selamat," ucap Nando.

__ADS_1


"Iya Nan, makasih," ucap Ashel.


"Nih buat si kembar," ucap Nando. Ia meletakan tiga kotak yang tadi ia bawa di meja begitu juga dengan hadiah yang dibawa Ajeng.


Keadaan rumah sepi. Karena mama dan bundanya pergi karena harus menemani suami suami mereka sedangkan Kavin ada meeting sebentar di kantor.


"Bayi lo cakep cakep amat Shel," ucap Didi, pria itu dengan seksama melihat bayi bayi kecil itu.


"Bibitnya lihat dulu dong kak," ucap Ajeng.


"Anak kalian juga tampan," ucap Ashel ia mengelus kepala anak Ajeng.


"Namanya siapa?" Tanya Nando.


"Ini Kairav, ini Kalingga, ini Briella," ucap Ashel memperkenalkan nama anak anaknya.


"Udah mah anak lo good looking sejak bayi ditambah namanya elit elit semua. Jempol deh," ucap Ajeng. Ashel hanya tersenyum menanggapinya.


Anak anak Ashel memang sengaja dibawa keluar kamar untuk menghirup udara segar tadi pagi. Dan saat ini mereka sedang berada di depan tv. Ashel menidurkan anak anaknya di kasur kecil yang bisa dipindah pindah.


"Gimana caranya Shel dapet anak kembar tiga?" Tanya Didi.


"Napa lo Di, mau juga lo?" Tanya Nando.


"Ya mau lah, tapi nanti. Nunggu anak gue yang ini gede dulu biar Ajeng gak ribet," ucap Didi.


Mereka pun kembali berbincang. Seperti melepas rindu karena kembali bertemu. Dimas tidak ada karena ia terjerat kasus kdrt pada pacarnya. Ashel tahu berita ini dari Ajeng dan Didi. Ia tidak menyangka jika Dimas menjadi seperti itu.


Ashel mengenal Dimas dengan baik. Bahkan saat SMA Dimas menjadi waketos. Namun ternyata setelah dewasa, pria itu berubah drastis.


__ADS_1


...KAI, BRIELL, LING...


Tbc.


__ADS_2