My Little Wife

My Little Wife
Bab 331 : Keluarga Sultan


__ADS_3

Happy reading♡


"Ini kayaknya nih ya, bayi bayi kamu bakalan nurut sama kamu deh ketimbang sama papakinya. Buktinya waktu dalam kandungan aja mereka lebih dengerin omongan kamu," ucap Yasmin.


"Bisa jediii," ucap Rita.


"Jadi Rit, jadi. Salah mulu deh," ucap Yuta geram. Rita kembali cengengesan. Ia memang sengaja menyalah nyalahkan ucapannya agar membuat teman temannya geram dan juga kesal.


"Kalian kok gak ngabarin mau kesini? Tahu gitu kan gue suruh mas Kavin siapin hotel buat kalian nginep," ucap Ashel.


"Malu lah Shel, tiap kita kesini suka dibayarin mulu. Hotel sama penerbangannya juga. Kita akui suami lo mampu, tapi kita kan gak bisa selamanya bergantung sama lo. Ya kita tahu diri lah," ucap Feli.


"Bener itu. Lagian kita kita juga punya usaha kecil kecilan," ucap Yasmin.


"Oh ya, usaha apa?" Tanya Ashel.


"Gue sering bantuin mama di cafe, jadi ya tiap bulannya gue dapet jatah," ucap Yuta.


"Aku punya pet shop sama flower shop, satu tempat sih. Tapi hasilnya lumayan," ucap Yasmin.


"Gue bantuin emak di rumah makan. Alhamdulilah banyak dapet duit dari sana," ucap Rita.


"Kalo Feli?" Tanya Ayu.


"Gue punya butik kecil kecilan," ucap Feli.


"Idih, merendah untuk meninggoy nih Peli. Butik segede gaban gitu dibilang kecil kecilan," sindir Rita. Gadis itu sudah mencomot kue basah yang disediakan oleh Ashel.


"Berarti diantara kita semua cuma gue yang jadi beban. Kalian punya usaha sendiri termasuk Ashel. Lah gue usaha apa? Ternak buaya? Udah tobat gue," ucap Ayu membuat semua orang tertawa mendengarnya. Mereka semua kembali berbincang. Rutinitas yang dilakukan setiap mereka bertemu.


Ashel masih tidak menyangka jika teman temannya akan se-care ini padanya. Padahal waktu SMA mereka hanya kenal sebentar. Maklum Ashel kan murid pindahan.


"Oh iya Shel, kemarin Didi sama Ajeng kesini ya? Kok gue gak dikabarin sama tuh anak," ucap Ayu.


"Iya mereka kesini kemarin. Sama Nando juga. Elo kan kuliah kemarin. Nando sih bebas, dia kan masih home scolling. Tapi kayaknya mereka masih disini deh, coba chat aja," ucap Ashel.


"Iya deh, nanti gue chat," ucap Ayu.

__ADS_1


Feli sibuk bermain dengan Kai. Sedangkan Yuta, Rita dan Yasmin sibuk bermain dengan Briella dan Ling. Terlihat sekali mereka sangat senang bermain dengan bayi bayi mungil itu. Sementara Ayu tiba tiba pergi karena ada tugas skripsinya yang harus segera ia selesaikan. Sebenarnya Ayu malas, tapi mau bagaimana lagi. Ia harus cepat cepat lulus supaya bisa cepat cepat menikah dengan Fello.


Ashel sendiri menikmati waktunya sebaik mungkin selama baby's bermain dengan aunty aunty-nya. Ia menonton tv sembari memakan cemilan sehat.


Tak berselang lama, muncul Kavin beserta Josh di belakangnya. Sudah lama sekali Ashel tidak melihat Josh. Mungkin karena pria itu selalu ditugaskan Kavin untuk keluar negeri mengurusi urusan kantor.


"Ayang," panggil Kavin. Ashel yang merasa pun menoleh dan tersenyum ke arah suaminya. Ia berdiri dan memeluk suaminya.


"Loh, ada teman teman kamu rupanya. Kapan kalian sampai?" Tanya Kavin.


"Tadi pagi," ucap Feli.


"Tumben udah pulang, ada apa?" Tanya Ashel.


"Kangen baby's sayang," ucap Kavin.


"Baby's lagi sama mereka. Nanti aja," ucap Ashel. Ia mengajak suaminya duduk di sofa yang ada disana.


"Tuan, ini," ucap Josh memberikan sebuah map pada Kavin.


"Aku perlu tanda tangan kamu sebagai jaminan untuk black card baby's. Rencananya hari ini semua uang mereka aku transfer ke rekening mereka," ucap Kavin.


"Emang bisa kayak gitu mas?" Tanya Ashel. Wanita itu terlihat biasa saja seperti ini bukan hal yang besar. Berbeda dengan teman temannya yang sudah sesak nafas saat mendengarnya tadi.


"Ada uang semuanya berjalan sayang. Kamu tanda tangan sekarang, kasihan Josh lama nunggu," ucap Kavin. Ashel pun menandatangi isi map itu dengan cepat. Setelah selesai ia memberikannya pada Josh.


"Saya permisi dulu tuan, nyonya," ucap Josh.


"Tunggu aku di depan, aku lupa jika hari ini ada pertemuan penting," ucap Kavin.


"Baik tuan."


"Pertemuan apa?" Tanya Ashel.


"Klien dari Jepang minta bertemu. Taman bermain yang kamu inginkan akan segera dibangun. Jadi mas harus bertemu mereka agar pembangunannya segera dimulai," ucap Kavin.


"Padahal aku cuma becanda mas. Kok dianggap beneran sih," gerutu Ashel. Kavin hanya tersenyum sekilas dan mengecup punggung tangan istrinya.

__ADS_1


"Apapun buat kamu. Mas akan lakukan dan wujudkan selagi mampu. Lagi pula ini juga memberikan keuntungan untuk perusahaan kita. Mas pergi dulu, kamu baik baik dirumah," ucap Kavin.


"Pulang jam berapa?" Tanya Ashel.


"Sebelum jam empat aku pasti pulang. Jangan kangen ya," ucap Kavin menggoda istrinya. Bukannya tergoda Ashel malah cemberut kesal. Kavin mengecup kening istrinya sebelum pergi.


"Oh iya, suruh temen temen kamu menginap di hotel kita aja. Sekalian launching dan promosi. Nanti alamatnya aku chat ke kamu," ucap Kavin.


"Iya. Hati hati, jaga semuanya. Cepet pulang," ucap Ashel.


"Iya mami," ucap Kavin. Pria itu pun pergi dari sana meninggalkan istrinya.


"Aje gilee, masih bayi udah punya kartu hitam aja. Gue sampe umur segini aja belom pernah tuh punya kartu hitam," ucap Rita.


"Terima nasib aja," ucap Yuta tertawa.


Ashel menghela nafasnya dan melihat anak anaknya yang ternyata anteng sekali saat bermain bersama teman temannya. Bahkan Briella tidak rewel seperti biasanya.


"Shel, lo gak nethink gitu pas suami lo pergi? Kan banyak tuh lakor lakor yang dempulannya tebel banget," ucap Rita.


"Ya cemas lah Rit. Tapi gue percaya sama mas Kavin. Lagian di kantor dia juga gue punya mata mata. Jadi santuy," ucap Ashel.


"Ya kan secara suami lo tajir melintir. Nih bayi bayi sultan aja udah mau punya black card," ucap Yuta.


"Ya kalo pun mas Kavin mau selingkuh ya silahkan juga. Toh semua aset milik dia atas nama gue. Termasuk mansion ini, saham di Kavinder corp dan yang lainnya. Semuanya atas nama gue, jadi ya dia harus pikir pikir dulu kalo mau selingkuh," ucap Ashel.


"Gila parah, tutor dapetin laki macam laki lo dong? Biar kagak NT mulu gue," ucap Rita.


"Tahu, kamu punya amal apa sih sampe sampe punya suami spek kayak suami kamu. Aku juga pengen," ucap Yasmin.


Ashel tertawa mendengar ucapan teman temannya ini. Memang benar, Ashel sangat beruntung mendapatkan suami seperti Kavin. Selain penyayang, dia juga royal padanya. Bahkan Kavin rela mencari uang banyak agar semua keinginan istrinya terpenuhi saat itu juga.



Tbc.


Otiwi satu em cek🥹✊️

__ADS_1


__ADS_2