
Masih dengan drama jus.
Zico mengambil semangka dari dalam kulkas, lalu menyulapnya menjadi segelas jus.
Kini, dia kembali menyodorkan gelas jus itu pada Azalea.
"Terimakasih pak suami." Azalea menerima gelas itu, lalu langsung meminumnya.
"Wlekk.."
"Apa lagi Leaaa!" Kesal Zico.
"Rasanya agak beda." Dengan tangan yang di letakkan di depan mulut, seakan menahan rasa ingin muntahnya.
"Beda gimana? Orang aku minum tadi, dan rasanya ya rasa semangka."
"Nggak Zico, ini rasanya nggak enak banget."
Zico mengernyitkan keningnya. Meraih gelas yang ada di tangan Azalea, lalu meminumnya.
"Nah kan, rasanya ya rasa semangka."
"Gak gak gak, aku gak mau minum yang itu. Alpukat aja deh!"
Zico memutar bola matanya.
"Beneran alpukat? Nanti ganti lagi!"
"Beneran, banyakin susunya."
__ADS_1
"Nanti kemanisan... Minta ganti lagiii..." Agaknya Zico mulai sedikit kesal.
Azalea tidak perlu berkata-kata untuk kembali meluluhkan Zico. Hanya dengan memasang wajah imutnya dan kedipan mata nakalnya. Itu sudah berhasil membuat Zico kembali terkekeh.
"Liat aja nanti kalau gak diminum." Sambil mengacak puncak kepala Azalea.
Zico menurut, dia kembali dengan segelas jus alpukat+banyakin susu.
Namun kali ini, walaupun rasanya tetap tidak enak di mulut Azalea. Dia tidak berani mengatakannya lagi, mau tidak mau Azalea tetap meminumnya.
"Oh iya, aku hampir saja lupa. Kemarin Mama telpon, minta pendapat kita gimana kalau acara ulang tahun Mama dirayain sekaligus buat syukuran atas kehamilan aku. Menurut kamu gimana?"
Zico sempat terdiam sejenak. "Tapi kerjaan aku masih belum kelar."
Raut wajah Azalea langsung berubah. Sebenarnya dia berharap Zico menyetujui nya. Selain dia ingin pulang ke Indonesia, dia juga sudah sangat rindu pada Queen.
Azalea menunduk, lalu kembali meneguk jus alpukat itu sampai habis.
"Sungguh?" Ekspresinya kembali sumbringah dalam sepersekian detik.
"Empp.." Zico mengangguk sambil tersenyum manis.
"Terimakasih...." Zico langsung di hamburi dengan pelukan Azalea.
*
Azalea begitu bersemangat untuk pulang ke Indonesia. Rasanya sudah tidak sabar ingin menemui Queen dan bermain bersama gadis kecil nya itu.
Padahal beberapa hari terakhir Azalea hanya menghabiskan waktu dengan rebahan. Karena lemas dan muntah-muntah. Namun hari ini, tiba-tiba saja jadi bersemangat seakan tak lemas sedikit pun. Dia juga tidak muntah sama sekali sepanjang penerbangan.
__ADS_1
"Apa selama ini kau hanya akting?" Zico meraih tangan Azalea lalu mengecup punggung tangannya.
"Maksudnya?" Azalea tidak mengerti dengan pertanyaan itu.
"Bukannya kemarin kau masih muntah-muntah? Bahkan sampai tidak sanggup bangun dari tempat tidur. Terus kenapa hari ini jadi segar bugar gini?"
Alih-alih menjawabnya, Azalea justru terbahak.
Membuat Zico mengernyitkan kening sambil menatap kearah Azalea yang sudah memalingkan wajahnya ke arah luar jendela pesawat. "Perasaan pertanyaan aku tidak lucu."
*
Setelah lima tahun, kini Azalea sudah kembali berpijak di tanah Indonesia.
Dia tidak dapat menutupi rasa bahagianya.
Jika bukan karena larangan Zico, mungkin dia akan langsung menemui Queen. Apalagi sudah beberapa hari semenjak dia merasa kurang sehat, mereka tidak pernah telponan lagi.
Ini akan menjadi kejutan untuk Queen, Azalea ingin menemui Queen tanpa memberitahukannya terlebih dahulu.
Azalea terus senyum-senyum sendiri sepanjang perjalanan menuju rumah. Dia sedang membayangkan, akan seperti apa ekspresi Queen nanti ketika melihat dia di depan matanya.
.
.
.
.
__ADS_1
NEXT>>>