
Happy reading♡
Sekitar dua jam berlalu, saat ini sudah pukul enam sore dan Ashel baru bangun. Bukan bangun, namun hanya membuka matanya. Ia hendak bangun namun tertahan oleh suaminya karena Kavin memeluknya dan mulutnya masih mengem*t squishy milik Ashel.
Ashel membalikan badannya agar menghadap ke arah suaminya. Ia mengelus rambut suaminya. Kavin terlihat sangat pulas dalam tidurnya namun bibirnya terus saja menghis*p put*ng squishy milik Ashel. Hisap*nnya tidak sekuat tadi. Hanya sesekali. Itu pun tidak sekuat tadi.
"Kasihan, kamu ngambek tapi aku juga malah ikutan ngambek sama kamu. Maafin aku ya mas," ucap Ashel.
Ia pun perlahan melepaskan squishy miliknya dari dalam mulut suaminya. Namun sangat susah sekali, karena Kavin sepertinya sengaja menariknya kembali dengan mulutnya. Bahkan hisap*nnya kembali kuat.
"Mmmnggg." Kavin hanya bergumam. Ia kembali menghis*pnya dengan kuat sampai sampai Ashel memejamkan matanya. Bahkan tangannya merem*s rambut suaminya.
"Mas, pelan pelan sayang," ucap Ashel.
Kavin membuka matanya ia melepaskan squishy milik istrinya dan menatap ke arah istrinya.
"Hukuman. Siapa suruh ngambek sama aku. Kamu dilarang marah, kalo marah aku hukum," ucap Kavin.
Singkat. Padat. Dan jelas.
Kavin pun kembali memasukan squishy istrinya lagi dan memeluk istrinya. Ia menghis*pnya dengan kuat lagi. Bahkan sampai kembali mengeluarkan asi. Kavin dengan santai menikmatinya. Sedangkan Ashel kembali kesakitan. Ia bahkan memejamkan matanya menahan sakitnya.
"Mm-massh," ucap Ashel.
Kavin masih terus menghis*p milik istrinya dengan cukup kuat. Karena asi-nya keluar, adrenalin Kavin semakin terpacu untuk lebih kuat menghis*pnya. Ia bahkan menghiraukan ringisan istrinya.
Rasa asi-nya aneh, namun Kavin menyukainya. Makanya ia tidak mau melepaskannya. Saking asiknya, ia sampai tidak mengetahui jika istrinya sudah menangis menahan sakit.
"Udah, hiks. Sakit," ucap Ashel.
Kavin pun menggigit ujung puti*g istrinya dan mengadahkan kepalanya. Terlihat wajah istrinya sudah dipenuhi tangisan.
Plum.
Kavin melepaskan put*ng milik istrinya dan menaikan kepalanya agar bersejajar dengan istrinya. Kavin mengusap lembut air mata istrinya.
"Mau apa? Jajan? Atau ke Bandung besok?" Tanya Kavin.
"Kamu nyogok aku setelah sakitin aku, hiks," ucap Ashel. Ia masih menangis. Rasa sakit di payudar*nya masih terasa.
__ADS_1
"Iya tahu, mas salah sayang. Makanya nawarin kamu biar kamu seneng dan happy lagi," ucap Kavin.
"Mau bikin aku happy?" Tanya Ashel. Kavin menganggukan kepalanya. Ia mengusap lembut air mata yang masih mengenang di wajah cantik istrinya.
"Jangan ngem*t punya aku lagi bisa? Kamu suka lupa diri kalo udah his*p punya aku," ucap Ashel.
Kavin menggelengkan kepalanya mantap. "Tidak bisa. Itu punya ku."
Ashel menundukan kepalanya dan bergerak untuk memeluk suaminya. Ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya yang polos tak terbalut kaos.
"Baby's, papi kalian nakal. Marahin," adu Ashel pada anaknya.
"Papi gak nakal. Mami tuh yang nakal, udah tahu papi ngambek malah ikutan ngambek. Kan jadi duet ngambek," ucap Kavin tak mau kalah.
"Tuh liat, rasanya mami mau cari suami aja lagi," ucap Ashel.
"Mana bisa?!!!"
***
Malam hari sudah menyapa. Kedua insan yang baru bangun dari tidurnya beberapa menit yang lalu kini sedang berada di depan tv yang ada di lantai satu. Di depan meja mereka ada banyak makanan yang tadi sudah di order oleh istrinya.
Wajar saja, karena Ashel juga membelikan makanan seperti burger untuk para pelayan di rumahnya. Tadi juga ia memberikan satu burger dan air mineral pada kurir yang mengantarkan makanannya.
Dan sekarang, wanita cantik yang menangis beberapa menit yang lalu kini tengah bahagia mengunyah makanan di depannya. Wanita yang tadi mengadu pada anak anaknya soal kelakuan Kavin.
"Aaa," ucap Ashel memberikan daging ayam pada suaminya. Kavin membuka mulutnya dan memakannya.
"Ayang, aku mau sate boleh?" Tanya Kavin.
"Ambil aja, tapi sisain buat aku. Jangan dihabisin," ucap Ashel.
"Dua tusuk doang," ucap Kavin. Ia benar benar mengambil dua tusuk dan memakannya sampai habis. Ia tidak terlalu suka sate daging ayam, ia lebih suka sate daging sapi.
"Nanti ada kurir yang kesini, itu sate daging sapi buat kamu. Tadi aku lupa order sekalian. Jadi ya order lagi," ucap Ashel.
"Sayang deh sama mami. Nanti olahraga malam ya?" Ucap Kavin. Ia sungguh menyayangi istrinya yang peka dan sangat pengertian ini.
"Jangan ngelunjak. Dikasih sate minta itu. Kan gak fair," ucap Ashel.
__ADS_1
Kavin hanya cengengesan dan pergi dari sana karena ada kurir di depan rumahnya. Sedangkan Ashel kembali fokus pada ayam gorengnya.
"Besok kan mau ke Bandung. Ayu ajak aja deh, biar nanti dia jadiin gue babu," ucap Ashel terkikik. Ia pun mengambil ponsel untuk menghubungi Ayu.
Bersamaan dengan itu Kavin datang. Ia melirik ponsel istrinya yang sedang menelepon seseorang.
"Telepon siapa yang?" Tanya Kavin.
"Ayu. Besok kita jadi ke Bandung kan?" Tanya Ashel.
"Jadi. Tapi malam ini jatah aku dulu harus penuh," ucap Kavin. Ia memang berbicara dengan Ashel namun matanya fokus pada sate di depannya.
"Ish, kok maunya jatah terus sih?!! Emang gak puas?" Tanya Ashel.
"Enggak pernah. Maunya terus terus gaulin kamu. Aku gak tahu kapan puasnya, yang jelas mau kamu terus ada di bawah aku. Bahkan kalo lihat kamu squirting buat aku seneng bukan kepalang," jelas Kavin.
"Jadi kamu gak pernah puas main sama aku?" Tanya Ashel. Ia menyimpan ayamnya dan menatap ke arah suaminya.
"Maksud aku, aku gak pernah puas karena aku maunya sama kamu terus sampai aku mati cinta ku," ucap Kavin.
"JANGAN BAWA BAWA MATI MAS. GAK SUKA," ucap Ashel. Ia membanting remote tv yang ada di depannya sampai hancur. Bahkan Kavin juga ikut terkejut.
Kavin sudah salah bicara. Ia pun menarik tangan Ashel dan mendudukannya diatas pahanya.
"Ssttt, iya sayang iya. Mas salah bicara. Maafin mas ya?" Ucap Kavin. Ia memeluk istrinya dan mengusap lembut punggung istrinya.
"Gak suka kamu ngomong gitu. Gak suka pokoknya," ucap Ashel.
"Iya enggak sayang. Gak gitu lagi," ucap Kavin.
Si paling manja kesayangan Kavin.
"WOI ANJIR ADA APAAN? MESRA MESRAAN MULU DAHHH," ucap Ayu dari sebrang telepon.
Ternyata teleponnya pada Ayu sudah terhubung. Ashel pun mengambil ponselnya dan mengatakan maksudnya menelepon Ayu malam ini.
Tbc.
__ADS_1