
" turun kan aku......" Tasya meronta saat tubuhnya diangkat begitu saja oleh Kevin.
" menurut lah " ucap Kevin datar.
Kevin menjatuhkan tubuh mungil Tasya ke ranjang.
" tidurlah !" titahnya.
Kevin menaikkan selimut menutupi tubuh gadis itu.
" Aku ingin tidur sendiri " ucap Tasya membalikkan badannya memunggungi Kevin.
Kevin menghela nafas nya, ia tidak menyangka jika gadis ini masih marah padanya hingga sekarang.
" Baiklah, selamat tidur " Kevin mengusap kepala Tasya singkat sebelum akhirnya pergi keluar dari kamar istri nya.
Setelah Kevin benar benar pergi barulah Tasya membalikkan badannya, sebenarnya ia tidak ingin bersikap dingin seperti itu pada pria itu, tapi rasa kecewanya membuat nya enggan untuk bertemu dengan Kevin untuk saat ini.
Saat Tasya tengah bersiap untuk kekampus ia tak sengaja menjatuhkan kemeja milik Kevin, sepertinya pria itu tidak sengaja meninggal kan kemeja nya semalam.
Saat akan mengambilnya ia melihat sebuah kotak kecil yang juga terjatuh.
" apa ini ? " gumamnya, dengan sedikit ragu Tasya membuka kotak tersebut.
" Jam tangan " lirihnya.
" apa ini miliknya , tapi kapan pria itu membeli nya" gumamnya.
Arloji itu terlihat sangat mahal, Tasya bisa menebaknya dari desain nya saja sudah terlihat sangat mewah.
Saat pagi pun dimeja makan sangat tenang hanya terdengar dentingan piring dan sendok tak terdengar percakapan sedikit pun antara keduanya.
Tasya yang memang enggan untuk berbicara sedangkan Kevin hanya fokus pada makanan nya.
" aku ada kegiatan setelah selesai kuliah, mungkin akan sedikit lama, kau tidak perlu menunggu ku, nanti aku akan meminta supir menjemput mu " ucap Kevin setelah sampai di parkiran.
" tidak perlu, aku akan pulang bersama Jack dan Celine, kebetulan kami akan pergi ke suatu tempat " jawab Tasya singkat.
" Kemana ?" tanya Kevin mengehentikan Tasya yang sudah akan keluar dari mobil.
" Emm aku kurang tahu, mereka yang merencanakan nya "
" Emmm jangan terlalu larut pulang "
" iya "
Saat di koridor mereka tak sengaja berpapasan dengan Rara yang kebetulan baru datang juga.
" Hai Vin..... " sapanya namun Kevin hanya diam tak membalas sapaan nya.
" Emm makasih ya kemarin udah bantuin aku, oh iya apa kamu suka sama hadiah yang aku berikan kemarin ?" ucapnya berusaha memulai percakapan.
Sedangkan Tasya hanya memperhatikan keduanya bergantian.
" hadiah ?"
" jadi jam tangan itu dari gadis ini "
" dan mereka menghabiskan waktu bersama kemarin " batin Tasya.
" aku belum membukanya nya ? " ucap Kevin santai.
__ADS_1
" Baiklah tidak apa, emm apa kau nanti siang sibuk?"
" aku sangat sibuk " jawab Kevin datar ia melirik Tasya yang berada di samping nya, sepertinya gadis itu merasa kesal, ia bisa melihatnya dari wajah gadis itu yang kini sedang memalingkan wajahnya.
" Bahkan dia tidak menganggap ku ada " batin Tasya kesal saat melihat gadis seksi itu tak menghiraukan keberadaan nya.
" Benarkah? "
" padahal aku ingin memintamu makan siang bersama ku " ucap Rara dengan wajah kecewanya.
" Maaf aku tidak bisa "
" baiklah mungkin lain kali " gadis itu berusaha tetap tersenyum meski sebenarnya ia merasa kesal karena Kevin menolak ajakan nya.
" Baiklah sampai jumpa "
" Emmm "
Setelah gadis seksi itu pergi Kevin kembali menatap Tasya yang masih berada disampingnya, seulas senyum tipis terukir di bibirnya melihat reaksi gadis mungil ini yang masih terlihat kesal.
" apa kau marah ?"
" tidak " ketus Tasya.
" benarkah? lalu kenapa dengan wajah mu " goda Kevin.
" memang nya kenapa wajahku? , wajahku baik baik saja "
" kau terlihat seperti ingin memakan seseorang" .
" aku hanya kesal pada wanita itu, dia seperti tak melihat ku, memang nya dia Fikir aku seekor nyamuk " dengus Tasya.
Pasalnya sebelumnya meraka belum pernah melihat pria tampan idola mereka itu tertawa, bahkan tersenyum pun tak pernah, tapi sekarang mereka dapat melihat pria dingin itu tetawa lepas, sungguh pemandangan yang sangat jarang mereka liat.
" Kak Kevin ihhhhh..... nyebelin...." kesal Tasya kemudian langsung pergi meninggalkan Kevin yang masih mentertawakan nya.
" kak Kevin nyebelin banget sih, masa aku dibilang gajah " gerutunya.
" tapi apa memang aku gendutan ya ?" Tasya membolak-balik kan tubuh nya didepan cermin toilet.
" Enggak juga kok, aku masih kurus " gumamnya.
Saat sedang sibuk memperhatikan tubuh nya, seseorang yang baru masuk ikut berdiri disampingnya.
" kau terlalu kurus hingga terlihat sangat biasa, bahkan kau tak memiliki lekuk tubuh " ucap gadis itu yang tak lain adalah Rara.
" Aku tidak butuh pendapat mu " ketus Tasya, ia merasa kesal pada gadis ini, ia sudah mengejek nya, sungguh menyebalkan.
" Aku hanya ingin membantu mu " jawabnya santai kemudian meninggalkan Tasya.
" membantu ??, dia bilang.....cihhhhh jelas jelas dia mengejekku " dengus Tasya.
Setelah jam kuliah mereka selesai, Jack,Celine,Rey,dan Tasya pergi ke pantai yang sebelumnya sudah mereka rencanakan.
" Kak Kevin GK ikut ?" tanya Celine lesu saat tak menemukan pria tampan itu.
" Tidak. dia sibuk " jawab Tasya datar.
" Sayang sekali jika dia ikut pasti sangat menyenangkan " gumamnya.
" bilang saja kau ingin mendekatinya " celetuk Jack yang hanya mendapat cengiran dari Celine.
__ADS_1
" Apa kau menyukai nya ?" tanya Rey yang membuat Tasya terkejut dan terdiam sebentar untuk mencerna perkataan Rey.
" menyukai ????"
" apa Celine menyukai kak Kevin ?" batin Tasya.
" Jika memang iya, apa urusannya dengan mu ? " ketus Celine.
Deg
Jadi sahabat nya kini juga menyukai suaminya sendiri.
Tasya sangat terkejut mendengar pengakuan Celine jika dirinya menyukai Kevin.
" Sudahlah ayo kesana! aku sudah tidak sabar " ucap Jack berjalan mendahului mereka.
Angin yang sejuk serta suara ombak membuat suasana menjadi sangat menenangkan dan sangat indah, terlebih lagi hari yang mulai sore menambah keindahannya.
" apa kau sangat menyukai pantai? kau terlihat sangat senang " ucap Jack berdiri disamping Tasya.
" emmm entahlah, aku hanya merasa senang karena aku baru beberapa kali kepantai " lirih Tasya.
" Benarkah "
" kenapa? apakah orang tua mu juga melarang nya ?"
" Kau benar " jawab Tasya tersenyum tipis.
" Kenapa mereka melarang mu keluar ?"
" Entahlah aku juga tidak tahu alasan mereka melakukan nya, yang aku tahu mereka sangat menyayangi ku " gumam Tasya.
" Kau sangat misterius " candanya.
" kau benar, karena aku adalah seorang mafia " ucap Tasya dengan wajah yang dibuat semengerikan mungkin yang malah terlihat menggemaskan Dimata Jack.
" Mana ada Mafia seimut kau " ucapnya dengan menatap gadis mungil itu lekat.
" Benarkah aku imut? " Tasya menarik turun kan alis nya.
" tidak kau sangat mengerikan seperti monster " goda Jack yang langsung mendapat cubitan dari sang empuh.
" Auwww sakit.....yak beraninya kau mencubit ku......."
" lihat saja aku akan membalas mu " ucapnya kemudian mengejar Tasya yang sudah lari terlebih dahulu.
" Heyyy jangan kabur.......!"
" tangkap aku kalau bisa...... "
Tanpa sepengetahuan Tasya,Jack diam diam memotret gadis itu.
lalu mengunggah ke sosial media miliknya.
dengan caption.
* Senja dengan seorang yang spesial *
* Duh makasih banget ya yang masih mau baca tulisan absrud aku hehehehe 😅😘
__ADS_1