My Little Wife

My Little Wife
Bab 187 : Pacar Pura Pura


__ADS_3

Happy reading♡


Dimas terpaku mendengar ucapan Ayu. Sepertinya Ayu memang sudah melupakan cinta untuknya. Tapi apa semudah itu?


"Kamu yakin dia pacar kamu? Bukan karena aku gak milih kamu?" Tanya Dimas.


Ayu tertawa pelan. Dengan sengaja menyandarkan kepalanya pada bahu Rafello.


"Yakin atau enggaknya itu bukan urusan lo. Lagian kita  cuma temenan kan? Lo gak punya hak apapun tentang privasi gue," ucap Ayu.


"Please jangan gini. Aku kesini karena aku bener bener khawatir sama kamu," ucap Dimas.


"Lo gak perlu khawatirin cewek gue. Mending lo urus aja pacar lo itu. Dan satu lagi, jangan pernah temuin cewek gue lagi. Kalo sampe itu terjadi, siap siap aja lo nanggung akibatnya," ancam Rafello.


Sebenarnya di dalam hatinya dia sudah ngakak ngik ngik. Baru kali ini ia bermain drama secara real.


Jiwa bengek Rafello memang sudah tidak bisa diselamatkan.


"Ayo byy, kita masuk," ajak Rafello.


Namun Dimas menahan tangan Ayu saat mereka berdua melewatinya.


Rafello pun berpura pura geram. Ia lantas menepis tangan Dimas dari tangan Ayu.


"Udah punya cewek masih berani pegang cewek lain?" Tanya Rafello sinis. Matanya menjadi tajam menatap ke arah Dimas.


Sedangkan Ayu menjadi was was. Takutnya Rafello berlebihan padahal ini hanya pura pura.


"Udah jangan diladenin dia. Kita masuk aja," ucap Ayu. Ia mengusap usap tangan Rafello agar ia tenang. Sebab entah kenapa Rafello sangat terlihat emosi sekali.


"Lo cowok kan? Buktiin kalo emang Ayu itu pacar lo," tantang Dimas.


"Gunanya apa gue harus kasih bukti sama lo? Emang gue penjahat? Kan bukan. Sedangkan lo, udah masuk list penjahat. Mencintai wanita dalam satu waktu, waras lo?" Sindir Rafello.


Dimas naik pitam. Ia lantas membogem pipi Rafello namun Rafello dengan cepat membaca gerakan Dimas sehingga bogeman tangan Dimas tidak sampai ke pipi mulusnya.


Ayu memekik terkejut karena Dimas senekat itu.


"Cupu," ucap Rafello.


Saat Dimas hendak kembali memukulnya. Ayu berteriak kencang.


"CUKUP DIM. LO GAK BOLEH PUKUL COWOK GUE!" teriak Ayu.

__ADS_1


"Aku yakin dia bukan pacar kamu," ucap Dimas.


Lama lama Ayu kesal dengan sikap Dimas. Dia semakin semena mena.


"Terus mau lo apa? Emang ngaruh apa ke kehidupan lo? Lo cuma temen gue Dim, CUMA TEMEN!" ucap Ayu.


"Byy, udah," ucap Rafello.


Saat Ayu akan kembali berbicara, Rafello lebih dulu menarik tekuk Ayu.


Buket bunga yang dipegang Dimas pun jatuh ke tanah saat melihat adegan di depan matanya.


Ayu berciuman dengan Rafello.


Bibir mereka berdua hanya menempel. Setelah itu, Rafello langsung melepaskan bibirnya. Ia mengusap air mata yang keluar dari mata Ayu.


"Dont cry, im here," ucap Rafello.


"Bajing*n," umpat Dimas. Ia pun lantas membogem pipi Rafello. Kali ini tangannya mendarat mulus di pipi Rafello.


Rafello sempat terhuyung dan Ayu segera membantunya. Sial! Dimas menyerangnya saat Rafello tidak siap.


"Anjin* lo," umpat Rafello. Adu jotos serta adu otot pun terjadi.


Rafello terus terus membogem Dimas dengan membabi buta. Ia tidak akan melepaskan Dimas jika saja Ayu tidak menariknya.


"Udah cukup, gue takut Raf," ucap Ayu. Ia berusaha menarik Rafello yang ingin memukuli Dimas yang sudah terkapar lemas diatas tanah.


"Hahaha, ternyata lo gat*l juga sama cowok tajir kayak dia. Murah*n," ucap Dimas tanpa sadar.


Ayu semakin sakit hati oleh perlakuan dan perkataan Dimas. Ia semakin menangis dipelukan Rafello. Posisinya saat ini Ayu sedang memeluk Rafello dari belakang.


Rafello tentu sadar bagaimana kondisi Ayu saat ini. Gadis itu meremas baju bagian depannya dan juga Rafello merasakan kemejanya yang basah di bagian punggung.


"Ngatain cewek gue murahan. Lo pikir lo gak murah? Cowok mulutnya lemes kayak cewek. Dasar banci," ucap Rafello. Ia melapaskan tangan Ayu sehingga pelukan mereka terlepas.


Rafello kembali membogem Dimas membabi buta. Ia seperti orang kesetanan.


Setelah puas menghajar Dimas, Rafello pun menginjak dada Dimas sekuat tenaga sehingga membuat Dimas pingsan di tempat.


Rafello menghampiri Ayu dan memeluknya. Gadis garang dan ketus tadi nampak sangat rapuh saat ini.


"Orang tua lo kapan balik?" Tanya Rafello.

__ADS_1


"Mereka ke Palembang. Lusa baru pulang," ucap Ayu.


"Oke."


Rafello pun kembali membawa Ayu ke dalam mobil. Saat ini sangat fatal jika membiarkan Ayu seorang diri dirumahnya. Rafello yakin Dimas akan berbuat nekat meskipun dia sudah terkapar lemas tak berdaya.


Jadi Rafello memutuskan untuk membawa Ayu pergi ke rumah orang tuanya saja. Karena kemungkinan disana juga ada kakak iparnya, Ashel.


Rafello menjalankan mobilnya sedikit menjauh dari area perumahan Ayu. Ia lantas mengambil ponselnya dan menghubungi bawahannya untuk membawa Dimas pergi dari rumah Ayu serta meretas cctv rumah Ayu agar orang tuanya tidak tahu kejadian ini.


Rafello menekan tombol untuk mendekatkan kursi Ayu. Ayu langsung memeluk Rafello dan menangis sejadi jadinya.


Ia masih tidak percaya Dimas kembali melukainya. Perkataan Dimas tadi cukup membuat jiwa Ayu terguncang.


Siapa yang tidak sakit dikatai seperti itu oleh orang yang kita cintai?


"Dia jahat banget. Gue udah tulus cinta sama dia tapi apa? Dia cuma deketin gue doang tanpa kasih kepastian. Sekarang dia datang lagi dan bilang gue murah*n? Apa emang gue kayak gitu?" Ucap Ayu.


"Gak usah lo pikirin. Lo berharga di mata cowok yang tepat," ucap Rafello pede.


"Gue lagi sedih Raf. Lawakan lo gak mempan," ucap Ayu. Saat ini ia sudah menghentikan tangisnya.


"Gue gak ngelawak Ay," ucap Rafello.


"Nama gue Ayu. Panggil yang lengkap, jangan cuma Ay aja," ucap Ayu.


"Suka suka gue dong. Kok lo repot," ucap Rafello sewot.


"Ya gak bisa lah, nanti orang mikirnya kita pacaran! Padahal kan kita cuma pura pura pacaran," ucap Ayu tak kalah sewot.


"Halah, biarin aja mereka beropini. Mereka kan punya opininya masing masing," ucap Rafello.


"Lo gak bakalan ngerti Raf," ucap Ayu.


"Ya gimana mau ngerti, gue aja belom jadi pacar lo," ucap Rafello.


Ayu terdiam. Ia tidak tahu harus membalas ucapan Rafello seperti apa. Jika mungkin ia memang bermaksud untuk menjalin hubungan dengannya, Ayu belum siap. Luka yang diberika Dimas cukup membekas.


Katakanlah dia trauma, trauma mengenal laki laki sampai mencintainya. Perkataan Dimas dan perlakuannya membuat Ayu jadi enggan mengenal laki laki lain. Meskipun memang Ayu akui, tidak semua laki laki seperti Dimas.


"Lupain Dimas. Dia gak pantes buat lo, lo berharga dan cuma cowok berharga yang bisa dapetin lo," ucap Rafello.


"Contohnya gue," sambungnya.

__ADS_1


Tbc.


Baper sama pelo🤏😌 mau punya pacar kayak pelo deh🥱


__ADS_2