
Happy reading♡
"Tapi jujur saja sayang, tadi itu benar benar vitamin buat aku," ucap Kavin. Ia tersenyum saat mengingat ngingat kejadian beberapa jam yang lalu.
"Enak gak yang dibuat kencing?" Tanya Kavin. Ia menaik turunkan alisnya melihat ke arah Ashel.
"Ih apaan sih. Gak usah ngomong kayak gitu deh, bikin kesel aja," ucap Ashel. Ia pun beranjak dari kamar menuju ke kamar mandi.
"Loh yang, mau kemana? Makan dulu baru mandi," ucap Kavin.
"Kamu makan duluan aja. Aku mandi dulu," ucap Ashel. Ia pun masuk ke dalam kamar mandi.
"Gemes banget deh sama istri aku. Pengen aku kekepin aja rasanya seharian," ucap Kavin. Ia pun kembali duduk di kasur yang sudah tidak berbentuk ini. Ia tidak ingin makan duluan. Ia harus menunggu istrinya.
Sedangakan di dalam kamar mandi. Ashel sudah berendam di dalam bathup. Ia merendam seluruh tubuhnya. Sesekali ia memasukan kepalanya ke dalam air di bathup saat ia kembali mengingat kejadian tadi.
"Gila, baru kali ini gue liat punya cowok secara real. Mana punya Kavin segede itu," ucapnya. Ia memukul mukul kepalanya agar bayangan tadi menghilang.
"Gue belum siap sebenarnya buat kasih hak Kavin tapi gue juga gak tega liat dia tiap hari konsumsi banyak obat. Mana obatnya segede gede gajah lagi," gerutunya.
Ashel kembali menenggelamkan kepalanya ke dalam bathup. Ia bingung sekali. Padahal ini hak Kavin namun ia masih belum siap memberikannya.
Setelah cukup lama berendam, Ashel pun membilas seluruh tubuhnya kemudian membalutnya dengan bathrobe.
Ashel pun keluar dari dalam kamar mandi. Ia tidak melihat Kavin di dalam kamar. Kemana dia?
Ashel celingukan mencari Kavin di dalam kamar. Namun perhatiannya teralih pada kantong paper bag yang tergeletak di ranjang.
Ashel berjalan melihat isi paper bag itu. Ternyata ini gaun simpel berwarna putih. Sepertinya ini untuknya. Tanpa pikir panjang, Ashel pun mengambilnya dan langsung menggunakannya.
Setelah selesai memakai gaun, Ashel mengeringkan rambutnya. Ia sengaja menggeraikan rambutnya. Saat ia memakai lipstik di bibirnya, tiba tiba Kavin datang dari arah belakang dan memeluknya.
Pria itu sudah siap dengan kemeja dan celana bahannya.
"Kok kamu udah siap aja? Mandi dimana?" Tanya Ashel heran.
"Iya tadi pas kamu mandi aku juga mandi di kamar mandi yang ada di luar ruangan ini. Sengaja biar nanti kamu gak nunggu aku. Nanti kamu kelaparan," ucap Kavin.
Ashel membalikan badannya sehingga pelukan Kavin terurai.
"Ya udah kita makan sekarang yuk. Aku udah laper banget," ajak Ashel. Kavin mengangguk dan menggandeng tangan Ashel keluar dari dalam kamar hotel.
__ADS_1
"Mau makan apa?" Tanya Kavin.
"Apa aja yang penting aku kenyang. Sumpah, aku laper banget," ucap Ashel.
"Tapi kamu udah gak mual kan?" Tanya Kavin.
"Enggak astaga. Kamu jangan nanya gitu mulu ih," ucap Ashel. Bukan apa apa, ia hanya malu karena Kavin terus membahasnya.
"Ya siapa tahu gitu yang," ucap Kavin. Mereka berdua masuk ke dalam lift menuju ke lantai dasar.
"Enggak. Udah gak mual. Dan jangan dibahas lagi oke? Aku malu," ucap Ashel.
Kavin tertawa pelan, "Emang semual itu ya? Punya kamu tadi manis banget padahal."
"Ih, dibilang jangan dibahas lagi. Gimana sih," ucap Ashel kesal.
"Haha, iya sayang iya. Aku gak bahas lagi," ucap Kavin.
Mereka berdua pun keluar dari dalam lift saat sudah sampai di lobby. Mereka kemudian berjalan keluar hotel.
Di depan lobby sudah ada Josh. Ia membukakan pintu untuk bos dan istrinya.
"Oh iya, habis ini kita kemana?" Tanya Ashel.
"Rahasia sayang. Kamu ikut aja ya," ucap Kavin.
"Koper kita?" Tanya Ashel.
"Nanti dianter ke rumah kita sama petugas hotel. Aku udah bilang sama managernya," jelas Kavin.
Ashel pun menganggukan kepalanya.
***
Rafello tengah duduk di pinggiran kolam renang. Ia sedang melamun. Namun entah apa yang ia lamunkan.
Tiba tiba saja ia teringat sosok gadis yang kemarin menjadi bridemaid di pernikahan kakanya.
Rafello yakin itu teman Ashel namun ia tidak bertanya dia siapa. Tapi dilihat dari gerak geriknya Rafello yakin dia teman dekat Ashel.
Sebelumnya Rafello tidak pernah tertarik pada wanita manapun. Dia memang sering menjalin hubungan dengan banyak cewek namun ia tidak pernah serius. Ia menerima mereka karena gabut.
__ADS_1
"Dipikir pikir dia cantik juga. Cantiknya alami kayak kakak ipar gueh," ucapnya.
"Ngomong ngomong, kakak kakak gue lagi ngapain ya? Masa iya jam segini masih ngebo? Jelaslah pasti masih ngebo. Mereka kan abis tempur tadi malam," ucap Rafello.
"Gak kebayang abang hajar Ashel habis habisan. Gue yakin dia gak minum obatnya. Pasti disengaja," ucapnya terkikik geli.
"Enak kali ya kalo udah nikah. Apa apa ada yang nemenin gak sendiri mulu," ucap Rafello.
"Gue kayaknya harus cari tahu soal gadis itu deh. Siapa tahu kan dia jodoh gue," ucap Rafello. Ia pun segera pergi dari sana menuju ke suatu tempat.
Entah kemana yang jelas hanya Rafello yang tahu.
***
Ardian sengaja menyempatkan dirinya untuk datang ke rumah yang ada di Jakarta. Ia masuk ke dalam rumahnya menuju ke ruang bawah tanah. Disana ia menyekap Dona. Orang yang sudah berani menyiksa adiknya.
Selama ini ia meminta pada Sergio untuk mengawasi Dona. Ia juga meminta agar Dona sesekali disengat listrik saat wanita itu menggila.
Ardian baru tahu jika Dona menginap penyakit mental. Info itu ia dapatkan dari dokter psikologi yang sengaja ia panggil untuk memeriksa Dona karena dia yakin ada yang tidak beres.
"Bos," sapa Sergio.
"Gimana dia?" Tanya Ardian.
"Masih sama bos. Dia sering ngamuk gak jelas, saya juga hampir sering kasih sengatan listrik karena dia berontak terus," ucap Sergio.
"Jangan terlalu sering menyengatnya. Dia pasti akan segera mati jika itu sering dilakukan. Tambah saja dosis obatnya. Jika dia berontak suntik dia dengan obat penenang," ucap Ardian.
"Baik bos. Saya akan melakukannya," ucap Sergio.
"Gimana sama bokap dia? Lo masih awasi dia?" Tanya Ardian.
"Dia masih dalam pantauan bos. Saya hanya tinggal menunggu perintah kapan membawanya kesini," ucap Sergio.
"Oke. Gue kabarin nanti, karena Riana juga harus tahu tentang ini semua. Gue mau semuanya clear supaya gak ada yang salah paham lagi. Kalo gitu gue pergi dulu," pamit Ardian pada Sergio.
Dia sudah mendapatkan informasi tentang ayah Dona. Tinggal menunggu waktunya saja.
Tbc.
Ramein. Hari ini aku up 5 bab😭🙏 yg 3bab aku ketik dari jam maghrib sampe jam8🥲🤏
__ADS_1