
Happy Reading!!
Setelah mencabut selang infus ditangannya, Skylar turun dari brankar, berjalan ke luar dari ruangan rawatnya. Dia menoleh ke samping kanan dan kiri namun tak menemukan pria yang mengaku sebagai suaminya itu serta keluarganya.
Dengan linglung Skylar terus melangkah 'kan kakinya hingga ke luar dari rumah sakit. Sementara itu Bintang kembali dengan membawa makanan untuk istrinya, Bintang meraih handle pintu dan masuk ke dalam.
"Sky sayang kamu di mana! Bintang terlihat panik tidak menemukan sosok istrinya. Dia menjatuhkan makanan yang dibawanya, segera mencari keberadaan istrinya.
Bintang dengan cepat ke luar dari ruang rawat istrinya, berteriak memanggil suster dan dokter. Tak lama susterpun datang menghampirinya.
"Sus, apa suster tadi melihat istriku Skylar. "
"Em maaf Tuan saya tidak tahu! Bintang mendesis, berlalu pergi dari sana. Diapun segera ke luar dari rumah sakit dan mencari keberadaan Skylar.
Bintang mencari disekeliling rumah sakit namun tak menemukan sosok istrinya. Dia mengusap wajahnya kasar, merasa frustrasi karena kehilangan istrinya. Dia merogoh ponselnya, menghubungi daddy dan mertuanya. "Sayang dimana dirimu sekarang. " gumam Bintang dengan raut cemasnya.
Bintangpun bertanya pada orang orang di sekitar rumah sakit. "Apa kamu melihat seorang wanita cantik dengan pakaian pasien rumah sakit. " seru Bintang langsung menyebutkan ciri ciri istrinya.
"Eh iya tuan saya lihat tadi dia pergi ke taman samping rumah sakit. " Bintang mengucapkan terimakasih, lalu bergegas pergi ke taman rumah sakit.
__ADS_1
Sesampainya di sana terlihat seorang wanita tengah duduk disebuah kursi. Bintang berjalan cepat menghampiri wanita itu kemudian menghembuskan nafas lega setelah tahu itu benar benar Skylar. Tanpa ragu Bintang langsung memeluknya erat, Skylar yang diam hanya mengerutkan dahinya bingung.
"Sayang aku cari cari kamu kemana mana lho tadi. Sebaiknya kita langsung pulang ya sekarang. " bujuknya.
Skylar hanya diam namun tak lama kemudian mengangguk kecil. Dia segera membopong istrinya membawanya ke parkiran. Setelah masuk mobil, Bintang melajukan mobilnya melesat jauh meninggalkan rumah sakit. Dalam perjalanan pulang, keheningan menerpa keduanya. Sesekali Bintang melirik istrinya yang kini menjadi pendiam semenjak kehilangan ingatannya.
"Aku kangen kamu yang manja dan ceria sayang. " batin Bintang dengan sendu.
Setelah itu dirinya fokus menyetir hingga akhirnya mereka tiba di mansion. Bintang segera turun, kemudian menuntun istrinya masuk ke dalam mansion. Keluarga dan sahabat mereka turut hadir menyambut kepulangan Skylar. Arumi nampak terpukul melihat cara pandang Sky terhadapnya bagaikan orang asing.
"Welcome home Sky sayang. " ucap Mommy Hana dengan senyuman hangatnya. Dia mencoba tegar dan kuat menerima kenyataan akan keadaan puterinya saat ini.
Skylar mengangguk, berjalan menghampiri Mommy Hana saat pelukan Bintang terlepas. Dia langsung berhambur kedalam pelukan wanita paruh baya tersebut. Mommy Hana terharu membalas pelukan puteri sulungnya itu. "Mommy. " gumam Sky dengan pelan.
"Iya Sky sayang ini Mommy. "
Mommy Hana melepas pelukannya, menggiring Skylar menuju ke ruang tamu diikuti yang lainnya. Arumi nampak menitikkan air matanya melihat keadaan sahabatnya yang terlihat linglung. Dia berhambur dalam pelukan Dave, menumpahkan segala kesedihan dihatinya.
"Aku tak tega melihat keadaan Sky, Dave. " bisiknya lirih.
__ADS_1
"Kamu harus kuat Rum, kita akan berusaha mengembalikan ingatannya meski harus membutuhkan waktu yang lama. " Dave mengusap kepala gadisnya dengan lembut.
Setelah itu keduanya ikut bergabung bersama yang lainnya. Mommy Hana mengatakan semua kenangan masa kecil Skylar, berupaya mengembalikan ingatan puterinya itu. Skylar termenung, setelah apa yang dikatakan oleh mommynya namun belum berhasil mengembalikan ingatannya. "Aku sama sekali tidak ingat Mommy. " cicit Sky dengan lirih.
"Sst sayang enggak papa. Lambat laut ingatan kamu juga akan kembali nak. "
"Bintang ajak istrimu ke kamar, biarkan dia istirahat. Mommy Hana menatap kearah menantunya. Bintangpun mengangguk, segera nembawa istrinya pergi dari sana.
Setelah kepergian keduanya Mommy Hana menghembuskan nafas berat. Dia merasa sangat kasihan dengam menantunya yang harus berusaha mengembalikan ingatan Skylar.
Skip Di Kamar
Skylar melepaskan tangan Bintang dari tamgannya. Dia menghembuskan nafas pelan, menatap lekat pria dihadapannya. "Untuk sementara bisakah aku tidur sendiri, aku hanya tidak nyaman berada satu ranjang dengan pria yang tidak aku ingat. " ujar Skylar.
Deg jantungnya seakan berhenti mendengar penuturan istrinya. Dia memaksakan senyumnya dihadapan wanitanya meski rasa sakit kini menembus hatinya. "Baiklah aku akan tidur di kamar sebelah nanti, kalau ada apa apa panggil saja aku. " Bintangpun berbalik dan bergegas ke luar dari kamar mereka berdua.
Sementara Skylar diam tak bergeming. Dia mencoba mengingat masa lalu namun tiba tiba kepalanya terasa pusing dan kembali sakit hingga membuatnya menyerah. "Sampai kapan aku harus menunggu ingatanku pulih. " gumamnya pelan.
Kenapa satupun tidak aku ingat sama sekali kenangan itu termasuk pernikahanku dengan Bintang.
__ADS_1
TBC