My Little Wife

My Little Wife
Bab 258 : Ketularan Hyper


__ADS_3

SALTO🤸‍♀️


Aku crazy up. Ramein.


.


.


.


Happy reading♡


Rafello nebeng pulang menggunakan mobil Ayu sedangkan mobil miliknya ia simpan di mansion kakaknya. Ia masih terdiam. Tak habis pikir dengan sikap Ashel hari ini. Itu seperti bukan Ashel. Selama ini, Rafello mengenal baik seperti apa Ashel. Saat ia mengejeknya, Ashel bukannya terdiam seperti tadi tapi malah balik mengejeknya.


"Menurut ngana Ashel kenapa jadi gitu? Gue kayak gak lagi hadapan sama Ashel tadi," ucap Rafello.


"Salah lo. Gak seharusnya lo bawa bawa soal aliran darah. Emang lo ada aliran darah? Setahu gue orang kayak lo cuma punya aliran listrik. Pas kena amuk bukannya diem malah balik nyengat pake amukan lagi," ucap Ayu. Rafello mendelik mendengar ucapan Ayu yang memang benar.


"Gue laki, yakali gak balik ngamuk Yu. Lawak kali ah," ucap Rafello.


"Heh panjul! Maksud gue itu lo seharusnya ngertiin posisi Ashel anjir. Wajar kalo abang lo kasih dia barang barang mewah. Tugas suami itu menyenangkan istri asal lo tahu," ucap Ayu.


"Gak tahu gue, kan belom punya istri. Lo mau gak jadi istri gue?" Tanya Rafello. Sontak Ayu mengerem mobilnya saat mendengar celetukan dari mulut soang Rafello.


"Lo kalo ngomong bisa difilter gak sih?! Gimana kalo gue beneran baper sama lo? Sedangkan lo nya aja kayak yang enggak serius. Nanti jatohnya gue malah dighosting sama lo," ucap Ayu kesal.


Rafello terdiam menatap ke arah Ayu. Jadi perlakuannya selama ini membuat Ayu baper? Dan apa tadi? Rafello tidak akan tanggung jawab? Jatohnya ngeghosting? Pandai sekalu mulut gadis ini berkata.


Rafello pun menarik tangan Ayu dengan sekali sentakan sehingga tubuh bagian atas Ayu mendekat ke arah Rafello. Saat ini keduanya saling berhadapan dengan jarak yang cukup dekat.


"Lo pikir selama ini gue main main sama lo? Iya?" Tanya Rafello. Nada bicaranya berubah menjadi serius.


Ayu memundurkan kepalanya agar sedikit menjauh dari Rafello. Jarak sedekat ini sangat rawan.


Rawan menjadi santapan bibir soang Rafello.


"Ck!" Rafello berdecih dan menjulurkan tangannya untuk mematikan mesin mobil. Beruntung mereka berhenti di jalanan yang sepi.


"Napa di matiin? Kan mau anter lo pulang," ucap Ayu sewot.

__ADS_1


"Naik ke pangkuan gue atau gue yang naik ke pangkuan lo?" Tanya Rafello. Matanya menatap intens ke arah Ayu.


"Apaan sih?! Ngadi ngadi mau lo. Dipikir gue cewek apaan?" Tanya Ayu kesal. Pertanyaan Rafello sungguh diluar nalar. Masa iya Ayu harus memilih tawaran Rafello yang keduanya sama sama tidak menguntungkan untuknya.


Rafello tidak kehabisan akal. Ia justru menekan tuas yang ada di sebelah jok Ayu dan menekan jok itu. Tentu saja tubuh Ayu menjadi terlentang karena ia tadi menyandarkan punggungnya pada kursi mobilnya. Rafello tidak menyianyiakan kesempatan itu. Ia bangun dan langsung mengukung tubuh Ayu.


"Lo mau ngapain anjin-,"


Ucapan Ayu terhenti karena Rafello menciumnya dengan cepat sehingga Ayu tidak berbicara lagi. Ini bukan ciuman pertama bagi mereka karena mereka sudah pernah melakukannya beberapa kali saat pergi bersama. Rafello memang selalu mencuri curi kesempatan agar bisa meraup bibir Ayu.


Tangan Ayu berusaha menyingkirkan tubuh Rafello agar ciuman mereka terlepas. Namun tentu saja Rafello bukan tandingannya. Tenaga pria akan berubah lebih besar saat mendapatkan sesuatu yang mampu menyengat tubuhnya.


Rafello terus bergerak semuanya. Ia tidak memperdulikan berontakan Ayu pada dirinya. Yang ia inginkan saat ini hanya Ayu. Satu satunya gadis yang ia inginkan.


***


Nafas Ashel naik turun setelah menuntaskan hasratnya dengan suaminya. Ia tidur terlentang dengan ditutupi oleh selimut sedangkan Kavin tidur tengkurap. Ia cukup kelelahan karena istrinya yang terus terusan memintanya melakukan itu.


Tidak seperti biasanya. Kavin cukup aneh juga dengan perilaku istrinya. Bahkan biasanya ia yang membuat istrinya tepar, tapi kali ini justru dirinya yang dibuat tepar oleh Ashel.


Ashel meminta suaminya tidur menyamping agar ia bisa memeluknya. Kavin hanya menurut. Tubuhnya terasa hangat kembali saat bersentuhan dengan kulit tubuh istrinya.


"Cupu. Baru digituin aja udah k.o," ucap Ashel.


"Yakali gak k.o yang. Tangan sama mulut kamu bener bener bikin aku kelelahan. Belajar dari mana hm? Kok bisa kayak gitu?" Tanya Kavin.


"Gak perlu tahu aku belajar dari mana. Aku juga gak tahu kenapa aku kayak gini. Kamu gak marah kan?" Tanya Ashel. Pasalnya untuk berhubungan intim ini, dirinya yang duluan mengajak suaminya padahal suaminya masih harus bekerja.


"Kenapa marah? Justru aku seneng kali kamu duluan yang minta," ucap Kavin.


Ashel kembali terdiam. Ada apa dengan dirinya ini? Kenapa ia terus terusan ingin melakukan hal itu dengan suaminya? Apa sekarang ia ketularan hyper s*x?


Ashel memejamkan matanya. Mencoba menahan dirinya agar tidak meminta hal itu lagi.


Gagal.


Tubuhnya tidak bisa diajak kerja sama saat miliknya kembali berekasi. Ia melepas pelukannya dan bangun kemudian duduk diatas tubuh suaminya. Kavin mengernyit heran. Istrinya ini kenapa?


"Mau lagi," rengeknya.

__ADS_1


Kavin terkekeh. "Mau apa?" Tanyanya.


"Masa gak ngerti sih?!" Ucap Ashel kesal.


"Ya emang apa? Mas gak ngerti cinta ku," ucap Kavin. Ia bangun dari tidurnya menjadi duduk dengan posisi Ashel masih diatas pangkuannya.


"Jangan so polos deh. Kesel aku jadinya," ucap Ashel.


"Yaudah, mas mulai ya?" Ucap Kavin. Ia pun hendak menidurkan tubuh istrinya namun Ashel menahannya.


"Kenapa? Katanya mau?" Tanya Kavin.


"Aku kelihatan murahan gak sih minta terus itu sama kamu?" Tanyanya.


"Kamu istri aku. Menurut aku wajar aja kok, yang ada aku malah seneng. Sering sering ya minta kayak gini," ucap Kavin.


"Tunggu dulu. Aku yang mimpin permainan."


***


Ciuman Rafello dan Ayu terlepas saat keduanya sudah kehabisan pasokan oksigen di dalam tubuh. Nafas keduanya sama sama terengah. Bahkan tubuh bagian depan mereka masih sama sama menempel hanya saja terhalang oleh baju yang mereka pakai.


"Gue gak pernah seserius ini sama cewek. Selama ini gue cuma main main sama mereka. Tapi pas lo datang, semuanya berubah. Gue gak lagi main cewek. Dan gue harap lo cepet lupain Dimas dan hapus dia dari perasaan lo. Ijinin gue buat lo bahagia Yu," ucap Rafello.


Ayu terdiam. Perasaanya memang masih mengharapkan Dimas. Namun itu semua sudah tidak mungkin.


"G-gue,"


"Kita coba pelan pelan. Gue juga gak mau terburu buru Yu."


Ayu tidak mampu menjawab ucapan Rafello. Ia bingung harus menjawab apa. Apa mungkin perasaan Rafello untuknya itu benar benar tulus? Ayu hanya takut saja ia kembali dipatahkan.



...ASHEL DAN RAFELLO...


Tbc.


Ramein. Kalo typ maapin.

__ADS_1


__ADS_2