My Little Wife

My Little Wife
Bab 309 : Bertiga


__ADS_3

Happy reading♡


Dua jam berlalu, akhirnya Ashel bisa bangun dari tempat tidurnya. Ia melirik ke samping, suaminya masih tertidur. Sudah pukul dua belas siang, Ashel pun berdiri dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan keringat yang menempel di tubuhnya.


Meskipun sudah siang namun cuacanya masih adem. Apa mungkin diluar hujan?


Ashel pun buru buru mandi dan berpakaian. Ia menggunakan celana legging khusus ibu hamil dan menggunakan sweater rajut. Rambutnya masih basah jadi ia keringkan dulu dengan hair dryer yang ada di laci. Setelah selesai dan siap, ia pun keluar.


Kavin masih tertidur. Entah kenapa pria itu tidak seperti biasanya. Sebelum keluar kamar, Ashel menaikan dulu selimut untuk menutupi tubuh suaminya dan mengatur suhu ruangan agar tetap hangat.


Ashel pun keluar dari dalam kamar dan berjalan menuju keluar resort. Cuacanya memang sedikit berembun namun Ashel tetap keluar. Ia kembali berjalan jalan sekitaran danau. Di tangannya juga ia membawa kantong kecil berisi jajanan.


"Adem banget. Mami suka sama suasananya, kalian gimana sayang?" Tanya Ashel. Ia mengelus perut buncitnya.


"Gak kerasa ya, sebentar lagi kalian bakalan ketemu sama mami sama papi. Sehat sehat ya sayang sayangnya mami. Semoga persalinan nanti kita semua selamat," ucap Ashel.


Ia membuka cemilan yang ia bawa dari Jakarta. Roti sandwich buatan mama mertuanya. Dengan anteng Ashel memakan makanan itu sembari menatap ke arah danau. Disini tidak banyak orang, jadi tidak terlalu bising juga.


Tiba tiba ia terpikirkan tentang Dona dan Nadine. Sudah lama ia tidak mendengar kabar kedua wanita itu. Ardian memang pernah bilang jika Dona sekarang bekerja di Sash cafe yang ada di Bandung. Namun Nadine, kemana wanita ulat itu pergi? Ia tidak mungkim semudah itu melupakan Kavin kan?


Ashel menghela nafasnya, "Selama ini, mami sering banget dapet peristiwa yang cukup hebat buat mami. Mami gak pernah jahat sama orang lain, tapi mereka malah jahatin mami. Mau kesel, tapi gimana juga soalnya udah kejadian. Kalian harus kuat kayak mami ya?"


Tendangan dari bayinya mampu membuat Ashel meringis karena cukup sakit. Bayangkan saja, di tendang dari luar saja sudah sakit, bagaimana jika ditendang dari dalam seperti ini?


"Nendangnya jangan keras keras dong. Nanti organ organ dalam punya mami bergetar. Kalian gak sayang sama mami?" Tanya Ashel.


Kini anak anaknya menendang dengan pelan.


Ashel tertawa, "Gitu dong. Nurut sama mami. Mami yang bawa kalian selama sembilan bulan. Ingat kata kata mami, kalian harus mirip mami, kalo enggak mami marah ya?"


Bayi bayinya kembali menendang. Ashel kembali tersenyum. Ia bahagia karena anak anaknya merespon dengan baik. Seolah mereka sudah mengerti maksud ucapannya. Ashel kembali memakan roti sandwichnya sembari menatap para remaja yang sedang berpacaran.


Ia tidak pernah merasakan hal seperti itu. Namun Kavin tetap suami terbaik untuknya. Tanpa pacaran dan langsung menikah.


Hebat bukan?

__ADS_1


***


Fello dan Ayu memutuskan untuk kembali ke resort pada siang harinya. Mereka berjalan bergandengan tangan. Fello membawa satu kantong keresek berisi ubi bakar juga jagung bakar.


Mereka akan masuk ke resort masing masing namun tidak jadi karena Fello melihat kakak iparnya berjalan jalan sendiri. Ia hanya takut saja terjadi hal hal yang tidak diinginkan jadi ia dan Ayu memutuskan untuk menemani bumil itu.


"Hayolo, ngapain lo mil?" Tanya Fello. Ashel menolehkan kepalanya. Ternyata dua curut yang sedang bucit akut.


"Main."


"Ya elah mil, jangan sendirian kek. Abang mana? Tumben gak ngintilin elo?" Tanya Fello. Ia duduk di dekat Ashel bersama Ayu.


"Tidur dia. Napa lo manggil gue mil?" Tanya Ashel.


"Kan lo hamil. Biar simpel ya gue panggil mil aja," ucap Fello.


"Kampret. Gak gitu juga byy, Ashel emang lagi hamil. Tapi jangan mil juga, kesannya nama dia kayak Mila," ucap Ayu.


"Laki lo tuh. Cerai sana," ucap Ashel.


"Becanda Pel," ucap Ashel.


"Nih," ucap Fello.


"Apaan?" Tanya Ashel.


"Makanan. Kan lo rakus, jadi gue beliin ini buat lo. Sama buat abang juga sih," ucap Fello.


Ashel menerima kantong keresek itu dan membukanya. Ternyata ada jagung bakar. Uh, padahal Ashel memang sedang ingin memakan jagung. Ternyata adik iparnya sangat pengertian sekali.


Ashel pun memberikan roti sandwich bekas gigitannya pada Fello dan kotak makanan bekas sandwich pada Ayu. Ia lebih tertarik dengan jagung.


Fello tanpa merasa jijik memakan sisa roti itu dan membaginya pada Ayu karena kekasihnya meminta.


Ashel memakan jagung itu dengan semangat. Rasanya sangat manis sekali. Apalagi ada aroma smoky smoky dari bakarannya.

__ADS_1


"Tahu aja kalo gue lagi bm jagung. Makasih loh calon pasutri," ucap Ashel.


"Iya Shel. Gue emang sengaja bawain lo ini. Seingat gue, lo paling suka jagung bakar," ucap Ayu.


"Makasih onti Ayu. Nanti jajanin alpukat kocok ya?" Pinta Ashel.


"Ngelunjak dia," ucap Fello.


"Maunya keponakan keponakan kalian ya. Bukan maunya gue," ucap Ashel.


"Iya iya, nanti kita sekalian beli bakso mang Mi'un. Katanya lo jauh jauh ke Bandung buat makan itu," ucap Ayu.


"Emang iya. Rencananya besok sih, perumahan ayah sama bunda gak jauh dari sini. Semoga aja mang Mi'un masih jualan," ucap Ashel.


"Masih. Kemarin gue chat anaknya, katanya bapaknya masih jualan," ucap Ayu. Ia memang berteman baik dengan anak dari penjual bakso langganannya dan Ashel.


"Sejak kapan lo temenan sama si Anto?" Tanya Ayu.


"Bukan Anto. Tapi adiknya Anti, yakali gue deket cowok lain. Yang ada cowok di sebelah lo nebar benih di rahim gue sejak kemarin juga," ucap Ayu. Posisi duduk mereka memang mengapit Ashel. Ayu di sisi kiri sedangkan Fello di sisi kanan.


"Ya haruslah. Gak bisa kamu deket sama cowok lain. Aku gak suka," ucap Fello pada Ayu.


Hueeekkk..


"Gelay gue denger kebucinan kalian. Mual mual mulu bawaannya," ucap Ashel. Ia pun berdiri dan pergi dari sana. Sedangkan Fello mendelik dan Ayu hanya terkikik geli.


Memang benar, terkadang Ayu juga geli mendengar ucapan Rafello jika sedang manja padanya. Bukan apa apa, pasalnya dulu mereka saling bermusuhan dan selalu mengatakan kata kata yang toxic.


Bahkan tak jarang mereka akan adu otot jika tidak dipisahkan oleh Ashel. Mengingat kenangan itu membuat Ayu tersenyum. Ternyata memang benar, ada pria lain yang mampu menyembuhkan lukanya yang ditorehkan oleh Dimas.


Ayu dan Fello pun berjalan mengejar Ashel kembali ke penginapan mereka. Yang awalnya tiga resort kini menjadi satu rumah dengan tiga kamar. Semua karena maunya Ashel.



Ardian sama Kapin emang udah bestian

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2