
Ramein vote komen guyss.
.
.
.
Happy reading♡
Setelah menandatangi berkas yang dimaksud oleh suaminya, bersamaan dengan itu Josh datang dan membawa berkas itu pergi untuk memprosesnya.
"Yang, besok sore kita balik ke Boston ya. Biar kamu bisa istirahat cukup sebelum kamu kuliah nanti," ucap Kavin.
"Mas, aku masih punya beberapa hari lagi buat kuliah. Please aku masih mau disini," ucap Ashel.
"Kamu gak kepengen honeymoon?" Tanya Kavin tiba tiba membuat Ashel terdiam.
"Terserah kamu aja mas," ucap Ashel.
"Becanda sayang," ucap Kavin saat melihat wajah istrinya yang berubah tegang.
Saat ini mereka sedang menghabiskan waktu berdua di dalam kamar. Hari juga sudah malam.
Ashel menyandarkan kepalanya pada bahu Kavin. Di depan mereka tv menyala. Menayangkan berita yang tengah viral namun Ashel tidak begitu memperhatikannya.
"Oh iya mas, setelah kejadian penyekapan itu aku udah gak tahu lagi soal Dona. Dia kemana ya?" Tanya Ashel tiba tiba.
"Kamu jangan mikirin dia yang. Aku suka emosi kalo keinget sikap dia yang kayak psycho pas nyekap kamu," ucap Kavin.
"Ada hal yang harus aku cari tahu mas," ucap Ashel.
"Apa?"
"Gak aku spill sama kamu. Percuma, kamu suka bertindak sendiri tanpa kasih tahu aku. Mending aku cari tahu sendiri aja," ucap Ashel. Ia pun segera pergi dari dekat suaminya namun dengan cepat Kavin menahannya dan menarik istrinya. Ashel terjatuh ke atas paha Kavin.
"Maksud kamu apa? Main pergi aja lagi," ucap Kavin.
"Kan aku udah bilang gak mau aku spill, gimana sih," ucap Ashel.
"Aku suami kamu yang. Kenapa kamu sembunyikan sesuatu sama aku?"
"Gak ada yang aku sembunyikan karena aku udah yakin, sebelum aku cerita kamu udah tahu kan," ucap Ashel.
__ADS_1
"Soal?"
"Liam."
***
Beberapa hari lagi Ashel akan kembali ke Boston. Untuk itu ia menggunakan sisa waktunya seproduktif mungkin. Semalam ia sudah mengatur jadwalnya hari ini.
Setelah suaminya berangkat ke kantor Ashel akan berkunjung ke rumah kakek dan neneknya. Karena kebetulan disana juga ada kedua orang tuanya.
Selain untuk bertemu dengan keluarganya, Ashel juga ingin bertemu dengan Ayu. Karena masih ada beberapa hal yang tidak ia ingat tentang kejadian masa lalu. Meskipun itu sudah berlalu bertahun tahun yang lalu, namun Ashel yakin ia akan menemukan titik terangnya.
Ia ingin Dona mengetahui semuanya. Agar Dona tidak lagi benci padanya dan salah paham.
"Nanti mas jemput kamu pas pulang kerja. Kayaknya mas pulang jam dua sore," ucap Kavin.
Ashel sedang membantu Kavin memasang dasi. "Mas kok pulang cepet sih? Kan aku mau ngobrol serius sama temen aku."
"Suami pulang awal kok malah kesel sih yang," ucap Kavin.
"Ish, bukan kesel mas. Tapi ya kenapa cepet? Biasanya juga jam tiga atau empat sore baru pulang," ucap Ashel.
"Sengaja, mas mau kel*n sama kamu," ucap Kavin tersenyum mesum.
Kavim tidak membalas ucapan istrinya. Ia malah menarik tekuk Ashel dan mencium bibir istrinya.
Setelah puas membuat bibir istrinya membengkak, Kavin pun mengecup keningnya juga.
"Aku berangkat kerja dulu. Kamu hati hati ke rumah grandpa. Jangan ngebut," ucap Kavin. Ia pun pergi begitu saja meninggalkan istrinya.
"Gitu deh kalo aku lagi bicara serius juga," gumam Ashel.
Setelah mobil yang membawa suaminya pergi dari halaman depan rumahnya. Ashel lantas bergegas mandi dan bersiap menuju ke rumah kakeknya.
***
Sekitar pukul sembilan pagi, Ashel sudah sampai di rumah kakeknya. Ia memang sengaja datang pagi sebab banyak hal yang harus ia tanyakan hari ini pada Ayu.
"Pagi semua," sapa Ashel saat masuk ke dalam rumah kakeknya.
"Pagi sayang," ucap Anna dan Adi, mereka memeluk Ashel bergantian begitu juga dengan Prabu dan Ningrat.
"Apa kabar kamu?" Tanya Ningrat.
__ADS_1
"Baik grandma. Grandma sama grandpa sehat?" Tanya Ashel.
"Sehat sayang."
Mereka semua pun duduk saat Ashel sudah tiba. Mereka semua sengaja memperlambat pergi ke tempat bekerja mereka karena ingin menyambut Ashel telebih dahulu.
"Bunda sama ayah harus pergi sekarang sayang, gak papa kan? Bunda sama ayah juga minta maaf kemarin gak hadir di acara kamu. Bunda menyesal banget," ucap Anna.
"Benar sayang, ayah minta maaf. Seharusnya ayah juga hadir," ucap Adi.
"Yah, bun. Kalian kan sibuk sama pekerjaan kalian. Toh kemarin keluarga mas Kavin ada kok kesana. Riana ngerti kok sama kesibukan kalian," ucap Ashel.
"Kamu udah makan belum nak? Biar grandma siapkan sebelum pergi," ucap Ningrat.
Ashel menggeleng, "Gak usah grand, Riana udah makan sama mas Kavin."
"Maaf ya sayang, ketika kamu datang kami malah pergi. Jika saja acara ini bisa dibatalkan, grandpa ingin sekali membatalkannya," ucap Prabu.
"No. Gak boleh grandpa. Perusahaan yang grandpa pimpin udah di tahap sekarang. Masa cuma gara gara ada Riana itu jadi penghalang buat grandpa ke kantor. Gak boleh," ucap Ashel.
"Lagi pula, kan emang kalian semua sudah bekerja seperti ini sejak lama. Sudah, Riana gak papa kok. Lagian kan nanti ada Ayu," sambungnya lagi.
"Maafin kami ya sayang, selama ini mungkin kamu kesepian karena kami yang terlalu sibuk dengan pekerjaan kami masing masing," ucap Ningrat.
Ashel tersenyum. Memang benar apa yang dikatakan oleh neneknya ini. Ia sering kali merasa kesepian dulu.
Setelah pulang sekolah Ashel selalu menghabiskan waktunya di cafe ataupun berkumpul dengan teman temannya. Karena jika di rumah ia akan bosan sebab tidak ada satupun keluarganya disini. Hanya ada beberapa pelayan saja.
"Grandma, sudahlah. Lagian kan sekarang bukan waktunya lagi membahas yang sudah berlalu. Toh sekarang Riana sudah bahagia dengan suami Riana," ucap Ashel.
"Kami juga bahagia karena kamu menerima Kavin dan perjodohan yang diinginkan eyang mu," ucap Prabu.
Ashel mengangguk. "Mungkin beberapa hari lagi Riana akan berangkat ke Boston. Kuliah Riana akan segera dimulai disana. Maka dari itu Riana sengaja berkunjung kesini untuk bertemu kalian semua sebelum berangkat."
"Kenapa secepat itu? Grandma kira kamu masih lama stay di Indonesia?" Tanya Ningrat.
"Riana sudah mulai efektif kuliah grandma. Lagian mas Kavin juga ada proyek baru disana," ucap Ashel.
"Ya sudah, hari ini kamu nginep disini ya. Biar nanti malam kita kumpul kumpul dulu. Bunda sama ayah juga gak jadi berangkat sekarang ke Bandung," ucap Anna.
"Iya bunda. Yaudah kalian semua berangkat sekarang aja. Nanti telat loh," ucap Ashel.
"Ya sudah kami semua berangkat dulu. Kamu hati hati disini," ucap Adi.
__ADS_1
Tbc.