My Little Wife

My Little Wife
Bab 285 : Terlalu Meremehkan


__ADS_3

Happy reading♡


Ashel tak henti hentinya mengeluarkan air matanya. Ia sangat takut sekali saat ini. Apalagi banyak bodyguard yang menjaganya. Sedangkan Liam pergi entah kemana. Saat ini Ashel berada di bandara. Ia tahu sebab matanya tidak di tutup sama sekali. Sejak tadi tangannya terus memeluk perutnya yang membesar bahkan hatinya sejak tadi mengucapkan nama suaminya. Seraya meminta tolong melalui suara hatinya agar suaminya cepat datang menolongnya. Namun tanpa ia ketahui, justru suaminya sedang tidak sadarkan diri sekarang. Akibat kecelakaan yang dilakukan Liam, Kavin kehilangan banyak darah.


Tiba tiba Ashel ditarik oleh Liam. Entah kemana Liam akan membawanya pergi. Tangan Ashel gemetar saat digengam oleh Liam. Liam dapat merasakan hal itu namun ia tidak peduli. Sekarang yang terpenting segera membawa Ashel pergi dari sini.


Ashel dan Liam memasuki sebuah pesawat. Sejak tadi Ashel terus berontak namun Liam mengancamnya akan membu*uh anak yang ada di kandungannya. Ashel tentu saja ketakutan. Ia pun menuruti Liam demi anak anaknya.


"Honey, sebentar lagi kamu akan menjadi milik ku. Kita akan memulai hidup baru," ucap Liam saat mereka sudah duduk dikursi pesawat.


"Kenapa lo kayak gini?" Tanya Ashel lirih.


"Mungkin karena aku terlalu cinta sama kamu. Aku rela menghalalkan segala cara agar aku bisa membawa mu pergi," ucap Liam.


Ashel tertawa, "Kayaknya dulu keputusan gue emang bener buat gak nerima lo jadi cowok gue. Ternyata kebukti sekarang. Lo tahu, selama gue hidup gak ada yang berani nampar gue. Bahkan bokap gue juga gak pernah kasar, sedangkan lo? Lo cuma orang lain tapi dengan beraninya nampar gue."


"Gue berani karena lo gak diem. Lo terus teriak minta keluar. Lo terlalu peduli sama laki laki yang bahkan gak bisa jaga lo. Buktinya saat ini, gue berhasil buat bawa lo pergi," ucap Liam.


"Jelas gue peduli karena dia suami gue. Orang yang paling gue sayang. Sedangkan lo apa? Dari dulu gue cuma dapet sial karena kenal sama lo," ucap Ashel. Liam naik pitam dan hendak kembali menampar Ashel, namun Ashel menahan tangan bajing*n itu.


"Setelah lo menghilang karena kecelakaan yang lo alami, hidup gue terancam. Dona nyangka kalo gue yang buat lo celaka sampe lo meninggal. Dia anggap perginya lo itu karena kematian. Lo tahu, gue hampir mati gara gara dituduh sama Dona. Dona udah gelap mata karena dia terlalu terobsesi sama lo sampai sampai dia mau sengat gue di kursi listrik. Beruntungnya tuhan masih nyelamatin gue lewat mas Kavin sama bang Ardian. Sialnya yang nabrak lo waktu itu juga papanya Dona," ucap Ashel.


Liam terkejut mendengar penuturan Ashel. Jadi selama ini ia hampir mati karena Dona? Sialan Dona. Awas saja, Liam pasti akan membun*hnya.


"Lo gak perlu ngumpatin Dona. Dia udah ada di tangan yang tepat dan mungkin udah tobat. Aneh aja, gue gak pernah bikin masalah apapun sama Dona atau pun lo. Tapi kalian berdua terus aja bikin masalah sama gue. Lo gak cape Liam? Gue aja cape," ucap Ashel.

__ADS_1


Liam tidak mampu menjawab pertanyaan Ashel. Ia mati kata karena ucapan Ashel. Padahal tadi di mobil, dengan lantangnya ia mengangkat tangannya dan menampar Ashel cukup kuat. Liam mencintai Ashel, namun ia tidak suka jika Ashel meperdulikan pria lain.


***


Ardian sudah berada di bandara namun ia kehilangan jejak bocah ingusan itu. Ternyata bocah itu mengetahui rencananya. Sial.


Ardian mencoba menghubungi beberapa bodyguard yang ia tempatkan di sisi Liam. Namun tak satu pun dari mereka menjawab panggilannya. Tiba tiba Max datang ke hadapannya.


"Liam pergi menggunakan pesawat lain. Dia juga sudah tahu rencana anda, entah bagaimana caranya. Bodyguard yang kita tempatkan semuanya sudah mati dibunuh oleh Liam. Saya sedang mencoba mencari titik keberadaanya," ucap Max.


"CEPAT CARI MAX ATAU KAU TAHU AKIBATNYA," teriak Ardian penuh marah.


"Baik tuan."


Ardian mengepalkan tangannya. Ia sangat emosi saat ini. Ardian terlalu meremehkan bocah ingusan itu. Seharusnya ia lebih berjaga jaga.


Sedangkan di rumah sakit, Kavin masih belum sadar juga. Rafello dan Ayu masih menunggunya di luar ruangan. Sejak tadi Rafello terdiam, ia tidak tahu sebenarnya siapa Liam ini. Kenapa ia sangat ingin membawa kakak iparnya pergi? Ayu sendiri terdiam. Pikirannya berkecamuk kemana mana. Ia memikirkan keadaan Ashel begitu juga bayi bayinya.


"Kamu tahu siapa Liam?" Tanya Rafello. Ia akhirnya bersuara setelah beberapa saat terdiam.


"Liam, dia temen lama aku sama Ashel. Kita temenan waktu masih SMP," ucap Ayu.


"Selama itu kalian berteman?" Tanya Fello.


"Kami hanya berteman sekitar dua tahun lebih. Liam waktu itu kecelakaan dan pergi tanpa kabar. Kami semua menduganya jika dia meninggal saat kecelakaan beberapa tahun silam. Namun ternyata Liam masih hidup, aku sama Ashel sempat ketemu dia. Waktu itu dia baik dan masih bersikap seperti dulu. Entah kenapa dia jadi seperti ini," ucap Ayu.

__ADS_1


"Hanya ada dua kemungkinan. Masalahnya berasal dari bang Kavin atau dari kakak ipar sendiri. Nama panjangnya tuh cowok apa byy?" Tanya Fello.


"Anggana. Liam Anggana," ucap Ayu.


"Anggana?" Beo Fello. Ayu menganggukan kepalanya.


"Abang punya rekan bisnis dari perusahaan Anggana Corp. Tapi CEO Anggana Corp setahu namanya Liando, bukan Liam," ucap Fello.


"Liando? Mungkin itu papanya Liam," ucap Ayu.


Fello kembali terdiam. Ia tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Ardian menyuruhnya menjaga Kavin sampai sadar. Sedangkan saat ini, belum ada tanda tanda Kavin akan sadar. Ia kehilangan banyak darah. Beruntung golongan darahnya sama dengan Fello jadi Fello mendonorkan darahnya pada abangnya itu.


Ia belum memberitahu keluarganya namun sudah dipastikan jika papanya sudah mengetahui hal ini. Papanya pernah bilang ia selalu menempatkan beberapa orang kepercayaannya untuk memantau anak anaknya.


"Sebenarnya, Liam pernah menyatakan perasaannya pada Ashel. Namun Ashel menolaknya," ucap Ayu membuat Rafello mengalihkan atensinya.


"Apa?! Kamu yang bener," ucap Ayu.


"Bener byy. Bahkan saat itu Liam lebih dari satu kali menyatakan perasaannya pada Ashel, namun Ashel tegap teguh pada pendiriannya. Ia tidak menerima Liam," ucap Ayu.


"Nyambung kalo gitu ceritanya. Tuh cowok sengaja culik kakak ipar karena dia cinta sama kakak ipar. Bahkan mungkin dia udah terobsesi sama kakak ipar," ucap Rafello. Ia sudah bisa memastikan hal itu melihat keberaniannya menculik Ashel.



Tbc.

__ADS_1


Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_


__ADS_2