My Little Wife

My Little Wife
Bab 300 : Mansion Keluarga Natapraja


__ADS_3

Happy reading♡


Setelah menjenguk Nando, Ashel dan Kavin pun kembali menaiki mobil mereka. Mereka akan pergi ke rumah keluarga Kavin. Setelah menjenguk Nando tadi, Ashel banyak diam. Ia hanya akan bersuara saat Kavim menanya-nya.


Pikiran Ashel berkelana kemana mana. Ternyata hidupnya sangat melelahkan sekali. Ashel kira setelah Dona, tidak akan ada lagi yang mengganggunya. Ternyata salah. Malah justru setelah ia bersama Kavin, muncul masalah lain yaitu Nadine.


Hidup Ashel sangat penuh warna. Namun warna yang memenuhinya adalah hitam. Kenapa selalu saja ada orang yang berniat jahat padanya. Padahal ia tidak pernah menyinggung mereka.


Setelah Dona, muncul lah Liam.


Berteman lama dengan Liam juga tidak mampu membuat Ashel mengenalnya lebih jauh. Ternyata di balik sikap baik seseorang pasti mereka memiliki sisi jahat juga. Namun tidak semua orang yang memiliki sisi jahat, mereka akan jahat.


"Yang, udah sampe loh. Kok malah ngelamun terus dari tadi," ucap Kavin. Ia sudah berdiri di samping Ashel dan sudah membuka pintu mobil untuk Ashel.


"Kapan kamu kesitu? Kok aku gak ngeuh?" Tanya Ashel.


Kavin merendahkan kepalanya hingga sejajar dengan istrinya. "Kamu kenapa sayang? Mikirin masalah Nando?"


Ashel menggeleng. "Bukan mas. Aku gak kepikiran apa apa kok."


"Jangan bohong. Kalo bohong aku coblos kamu lagi," ancam Kavin.


"Mas ih, masa ancamnya gitu mulu sih. Jangan keseringan minta jatah. Nanti anak kamu kenapa napa," ucap Ashel.


"Ya makanya jujur, mikirin apa kamu yang? Sampe sampe gak sadar pas aku buka tutup pintu mobil. Kan suaranya cukup keras," ucap Kavin.


Ashel pun mendorong suaminya agar mundur baru ia keluar. Ia menutup pintu mobil dan berkacak pinggang, menatap garang ke arah suaminya.


"Mas! Bisa gak sih kalo ancaman kamu itu jangan melulu soal ranjang?! Kamu tahu kan aku lagi bunting anak kamu?" Tanya Ashel. Ia sungguh kesal dengan suaminya ini. Sudah malam tadi Kavin tidak menepatii janjinya, ditambah tadi pagi Ashel diperkosa begitu saja oleh lelaki bejat ini yang sialnya adalah suaminya.

__ADS_1


Dan sekarang lagi lagi ancamannya soal ranjang? Yang benar saja.


"Ya gimana dong yang, kamu tahu kan meskipun hyper aku udah sembuh aku tetep gak bisa nahan diri aku buat gak nyentuh kamu. Apalagi kamu tahu kan kalo lawan aku di ranjang itu kamu, aku gak bisa berhenti. Maunya bikin kamu tepar," ucap Kavin. Ia menyimpan kedua tangannya di sisi kiri dan kanan Ashel.


"Ya harusnya gak harus tiap hari kan? Oke kalo aku gak hamil, tapi ini kan aku lagi hamil mas. Ngerti dikit dong," ucap Ashel.


Kavin menahan senyumnya saat melihat mimik wajah kesal dari istrinya ini. Sempat sempatnya dia juga mengecup kemudian memberikan ******n pada bibir ranum istrinya ini.


Mata Ashel melotot sempurna karena tindakan suaminya ini. Ashel menepuk nepuk bahu Kavin agar pria tinggi itu melepaskan ciumannya. Namun bukannya melepaskan ciumannya Kavin justru mendorong tubuh istrinya agar bersandar pada mobil.


Kavin sedikit membuka matanya untuk melihat wajah istrinya. Ternyata istrinya memejamkan matanya dan menikmati ciuman ini. Kavin tersenyum miring.


Ia tahu, istrinya juga menginginkan hal lebih dalam kegiatan mereka. Namun terhalang karena adanya bayi mereka. Tapi Kavin tetap saja bersyukur karena istrinya tidak egois seperti dirinya.


Kavin melepaskan ciumannya dan mengusap lembut bibir istrinya. Ia juga meninggalkan kecupan di kening sang istri.


"Jangan menutupinya sayang, aku tahu kamu juga tersiksa kan? Karena s*x yang kita lakukan tidak membuat mu puas? Aku tahu itu, makanya aku selalu berusaha buat kamu keluar beberapa kali dengan bantuan jari dan mulut aku," bisik Kavin.


"Hei, jangan cemberut gitu dong. Gak papa, itu wajar. Belaian aku buat kamu ketagihan kan? Itu sudah pasti. Karena kamu special, jadi harus aku perlakukan dengan special," ucap Kavin.


"Dikira martabak kali, pake special. Udah awas ah, gak seru kamu mah. Tahu terus sama apa yang aku rasain," ucap Ashel. Ia pun mendorong tubuh suaminya dan pergi duluan dari sana. Sedangkan Kavin tentu saja ia tidak mungkin membiarkan sang istri berjalan sendirian.


Kavin meraih tangan istrinya dan menggandengnya masuk ke dalam rumah. Terlihat ramai sekali, karena semua keluarga besar Kavin sedang berkumpul disini.


Saat Kavin dan Ashel masuk, Sarah dan Nata dengan antusias menarik Ashel untuk duduk bersama mereka berdua. Sedangkan Kavin tidak mereka sapa.


"Yang jadi anak sama cucu kalian itu siapa sebenarnya? Kok Kavin datang gak di sapa?" Dumel Kavin pada Nata dan Sarah.


"Udah bosen oma sama kamu. Sedangkan cucu mantu gak pernah ngebosenin," ucap Nata.

__ADS_1


"Benar itu. Udah gak usah so soan ngambek. Duduk sana. Kalo mau makan ambil sendiri," ucap Sarah.


"Astaga." Kavin hanya mampu mengelus dadanya sabar.


Sedangkan Ashel sudah duduk diantara kedua wanita yang sudah berumur itu namun masih terlihat cantik dan bugar.


"Sayang, kemarin oma ke Jepang. Katanya kamu suka banget sama buah anggur, ya udah oma borong aja semua buah anggurnya buat kamu. Ini cuma sebagiannya aja, sisanya nanti di packing buat di kirim ke rumah kamu sama Kavin," ucap Nata. Ia mengambil satu biji buah anggur dan menyuapi Ashel. Ashel tentu saja menerimanya. Buah anggur adalah buah favoritnya.


"Mama juga beliin ini buat kamu. Kemarin waktu mama ikut papa ke Paris, mama gak sengaja lihat cincin berlian ini. Cantik banget, jadi mama beli deh buat kamu," ucap Sarah. Ia menyematkan cincin berlian mahal di jari tengah Ashel.


"Tuh kan, cantik. Pilihan mama emang gak pernah salah," ucap Sarah.


"M-mama, ini berlebihan. Riana gak bisa nerima ini," ucap Ashel.


"Mama gak nerima penolakan. Anggaplah ini sebagai hadiah karena kamu sudah sembuh dari trauma kamu. Mama seneng banget, apalagi ini si kembar makin hari makin gede aja," ucap Sarah. Ia mengelus perut buncit Ashel.


"ASTAGA, CUCU CUCU MAMA NENDANG?" ucap Sarah heboh. Sedangkan Ashel hanya menahan senyumnya.


"Masa sih? Coba oma yang pegang," ucap Nata. Ia pun melakukan hal yang sama dan ternyata bayi Ashel juga menendang.


"Kamu bener. Cicit cicit oma dah gede," ucap Nata. Ia pun meneteskan air matanya karena terharu.


"Akhirnya keluarga kita bertambah anggota lagi," sambungnya.


"HALLO HALLO, FELLO GANTENG BACK TO HOME. GAK ADA SAMBUTAN NIH? RED KARPET MANA RED KARPET?"


Brukk...


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2