
Happy reading♡
Sesampainya di kantor, Kavin benar benar sudah menyiapkan banyak cemilan untuk istrinya. Bahkan film yang disukai istrinya sudah menayangkan episode baru.
Ashel dengan anteng menonton film itu sedangkan Kavin sudah pergi meeting. Ashel memakan cemilannya sembari menonton. Tenang saja, cemilan yang dimaksud Kavin bukanlah snack yang menggunakan banyak pengawet. Tapi snack ini adalah snack alami. Yup, buah buahan.
Ashel memakan buah anggur yang ia mix dengan buah blueberry. Entah seperti apa rasanya. Hanya Ashel yang tahu. Wanita itu memasukan satu buah anggur dan satu buah blueberry ke dalam mulutnya. Ia mengigitnya sekaligus.
Lama lama Ashel juga bosan. Meskipun ia menonton film kesukaannya, tapi tetap saja jika terlalu lama ia akan mati kebosanan. Ashel pun menghentikan filmnya dan menyimpan buah buahannya. Ia niatnya ingin berjalan jalan ke sekitaran kantor suaminya.
Beberapa karyawan yang berpapasan dengannya menunduk memberikan hormat. Ashel hanya tersenyum dan mengangguk.
Ternyata kantor suaminya sangat besar sekali. Tidak disangka ternyata suaminya memang sangat kaya raya. Pantas saja Ashel selalu disuruh boros.
Ashel duduk di sofa yang ada di dekat tangga. Sejak tadi matanya menatap ke sekiling kantor. Kantornya sangat luas. Karyawannya juga sangat banyak.
Tiba tiba ada dua orang yang duduk di sofa itu. Mereka karyawan wanita.
"Huhh, cape banget ya. Padahal kerjanya cuma beresin berkas doang," ucapnya.
"Iya bener. Tapi beruntung bosnya ganteng. Jadi seneng kalo tiap meeting lihat dia," ucap temannya.
"Bener banget. Mana bentuk tubuhnya itu yang wow banget. Dada bidangnya bikin klepek klepek. Kayaknya nyaman deh nyender disana," ucapnya.
Ashel mendelik mendengarnya. Sudah bisa ia tebak bos yang dimaksud kedua wanita ini siapa. Sudah pasti suaminya. Apa mereka tidak tahu jika bos mereka sudah menikah dan akan segera memiliki anak? Bahkan dua sekaligus.
"Gue mau coba deketin ah, siapa tahu kan beneran dapet. Biar hidup gue gak melulu miskin. Kan enak kalo laki gue dia, gue tinggal duduk anteng sambil nerima uang bulanan," ucapnya.
"Halu lo ketinggian. Lagian emang bos mau sama lo?" Ucap temannya.
"Ya kita coba pelet dia lah. Nanti gue coba pake baju seksi deh buat goda dia," ucapnya.
__ADS_1
Sungguh Ashel sudah kepanasan sendiri mendengar pembicaraan dua wanita ini. Ka sangat ingin mencakar wajahnya bahkan ingin merobek mulut mereka. Awas saja, suaminya pasti akan mendapatkan amukan darinya.
"AYANG AKU CARIIN KOK DISINI," ucap seseorang dari arah depan Ashel. Kedua karyawan wanita tadi pun langsung berdiri dan memberikan hormat.
"Maaf tuan, maksud anda siapa ya?" Tanya wanita tadi.
Kavin mengabaikannya dan beralih pada istrinya. Ia menarik tangan istrinya sehingga Ashel berdiri. Ia kemudian memeluknya.
"Kenapa gak bilang bilang kalo mau pergi dari ruangan aku? Kan aku khawatir sayang," ucap Kavin.
"Bosen aku di ruangan kamu terus mas. Aku coba cari udara aja sambil keliling keliling kantor kamu. Terus duduk disini, tahunya malah ada yang diam diam mau deketin kamu," sindir Ashel pada kedua wanita itu.
Sedangkan kedua wanita itu langsung kicep seketika. Mereka tidak tahu jika wanita hamil yang duduk bersama mereka tadi adalah istri dari bosnya.
"Hah? Siapa?" Tanya Kavin.
Ashel tidak menjawabnya. Ia malah berjalan mendekat ke arah dua wanita itu.
"Mungkin kalian belum tahu siapa saya, perkenalkan saya Brianna Sashel Adinata tapi setelah menikah dengan bos kalian nama saya berubah menjadi Brianna Sashel Natapraja. Di ingat baik baik nama saya," ucap Ashel. Ia pun menarik tangan suaminya agar menjauh dari kedua wanita itu.
Sedangkan kedua wanita itu saling pandang saat mendengar nama yang diucapkan oleh istri bosnya.
"Dia anak dari keluarga Adinata? Fiks kita salah cari target. Gue kira bos belum nikah," ucapnya.
"Sama. Kita ketinggalan berita kayaknya."
***
Sejak tadi Kavin terus diabaikan oleh istrinya. Padahal ia sendiri tidak tahu apa kesalahannya. Niatnya setelah pulang dari kantor, ia ingin mengajak istrinya jalan jalan namun tidak jadi karena Ashel menolaknya dan memaksanya untuk pulang saja.
Sesampainya di mansion, Ashel langsung keluar dari dalam mobil begitu saja. Meninggalkan suaminya yang masih kebingungan dengan sikap dan perilakunya. Kavin tentu saja langsung mengejar istrinya dan menarik lembut tangannya.
__ADS_1
"Yang kenapa sih? Aku ada salah? Salah aku apa? Kasih tahu biar aku tahu dan memperbaiki semuanya. Jangan malah di diemin," ucap Kavin.
Ashel menepis cekalan tangan suaminya. "Udah sana pergi ke kantor lagi. Biar karyawan karyawan wanita kamu puas lihatin kamu."
Setelah mengatakan itu, Ashel pun masuk ke dalam rumahnya meninggalkan suaminya yang terdiam kebingungan. Kavin masih tidak mengerti apa maksud ucapan istrinya ini. Padahal tadi ia meeting dengan pria bukan wanita.
"AYANG, JANGAN NINGGALIN DONG," teriaknya. Kavin pun kembali berlari mengejar istrinya yang masuk ke dalam mansion. Mansion masih sepi. Sepertinya kedua orang tuanya masih diluar.
Ashel berjalan ke arah dapur. Ia mengambil susu kotak khusus ibu hamil juga snack khusus ibu hamil. Ia juga mengambil salad buah yang ada di kulkasnya.
"Yang, jangan diemin aku. Kasih tahu salah aku apa. Aku gak suka kamu diemin," ucap Kavin. Ashel masih diam dan tidak menggubris ucapan suaminya. Jujur saja ia kesal sekaligus cemburu.
Bahkan sangat cemburu. Bisa bisanya tubuh suaminya ini sangat di idam idamkan wanita lain.
Kavin melepas jas yang ia pakai dan melemparnya ke sembarang arah. Ia kemudian ikut duduk di samping istrinya yang sedang menonton tv.
"Ayang," ucap Kavin.
Masih tidak ada jawaban. Kavin pun tiduran diatas paha istrinya dan menciumi perut buncitnya.
"Baby's, bilang sama mami jangan diemin papi. Papi gak suka di diemin mami," adu Kavin pada anaknya.
"Bilangin juga sama papi kamu, jangan kecentilan di kantor. Dua karyawan tadi aja sampe sampe mau goda papi kalian dengan cara mau pake baju seksi di depan papi kalian. Kalian denger sendiri tadi kan," ucap Ashel.
Kavin mengernyit. Dua wanita tadi? Maksudnya karyawan yang tadi duduk dengan istrinya. Sepertinya dua karyawan itu sudah mengatakan hal hal yang tidak tidak sampai istrinya jadi seperti ini.
"Hallo Josh, tolong pindahkan dua karyawan tadi yang duduk dengan istriku di dekat ruang karyawan divisi keuangan. Pindahkan mereka ke perusahaan cabang yang ada di Papua," ucap Kavin melalui sambungan telepon.
Ngakak sm wajahnya kapin🥹 kyk muka ditepungin😭😭🙏 enggk kyk mochi yg klbhn tepung baluran😭🥹
__ADS_1
Tbc.