My Little Wife

My Little Wife
Bab 286 : My Angel


__ADS_3

Happy reading♡


Ashel tertidur dalam perjalanannya di udara. Ia bahkan tidak sadar saat Liam menggendongnya keluar dari dalam pesawat. Saat ini mereka sudah sampai suatu tempat yang Liam yakini tidak akan pernah ditemukan oleh siapapun termasuk Kavin dan Ardian.


Tempat ini adalah tempat Liam dirawat dulu saat ia mengalami kecelakaan tragis sebelum di bawa ke villa miliknya yang ada di bogor. Tempat ini masih di Indonesia namun berada jauh dari keramaian. Beberapa bulan yang lalu, Liam sengaja membeli pulau ini untuk ia tempati bersama Ashel.


Sejak sampai tadi, Liam terus memandangi wajah damai Ashel yang tengah terlelap. Ia sebenarnya sangat menyesal tadi karena sudah menampar Ashel. Namun mau bagaimana lagi, semuanya sudah terjadi. Liam tersulut emosi saat Ashel terus saja berteriak memanggil nama Kavin.


Liam mendengar jika perut milik Ashel berbunyi. Sepertinya ia kelaparan. Liam baru ingat jika dari sore kemarin Ashel belum makan apa apa. Ia pun bangun dari duduknya dan meminta pelayan disana untuk menyiapkan makanan.


Tak berselang lama setelah Liam pergi. Ashel terbangun. Ia sebenarnya tidak tidur, ia hanya memejamkan matanya karena ia takut dengan Liam. Ashel bangun dari rebahannya. Ia mengelus perut buncitnya yang kelaparan.


"Sabar ya baby's, mami juga laper. Biasanya papi selalu siap sedia buah buahan buat kita. Hiks, tapi, papi gak ada disini," ucap Ashel. Entah mengapa ia jadi sedih saat mengingat suaminya. Semoga saja ia segera bertemu dengan Kavin.


"Loh, kamu udah bangun?" Tanya Liam. Ia berjalan mendekat membawa satu nampan penuh berisi makanan yang ia tahu ini kesukaan Ashel. Ashel bukannya girang melihat makanan itu, ia malah beringsut mundur menjauhi Liam. Liam meletakan makanan itu di nakas sebelah tempat tidur.


Saat indra penciuman Ashel tak sengaja menghirup bau makanan itu, ia tiba tiba mual begitu saja. Ashel pun menutup mulutnya karena ingin muntah. Liam mengernyitkan alisnya. Ashel kenapa? Bukannya ini makanan kesukaannya.


"Kenapa my angel? Ini kan makanan kesukaan kamu?" Tanya Liam.


"Tolong jauhkan makanan itu. Gue gak tahan sama baunya," ucap Ashel.


"Tapi itu makanan kesukaan kamu my angel, aku tahu betul," ucap Liam.


"Jauhin Liam. Gue enek nyium baunya," ucap Ashel. Ia pun muntah muntah tidak jelas. Tidak ada yang keluar karena sejak kemarin sore ia belum makan apa apa.


"O-oke," ucap Liam. Ia pun memanggil bodyguard yang berjaga di depan sana untuk membawa makanan itu. Setelah makanan itu hilang dari pandangan Ashel, ia bernafas lega.

__ADS_1


"Terus kamu mau makan apa?" Tanya Liam. Ashel terdiam. Sebenarnya saat ini ia sangat ingin makan ayam goreng yang digeprek. Dan ia ingin makannya disuapi suaminya. Namun Kavin tidak ada disini. Ashel pun melihat ke nakas. Disana ada buah buahan. Ashel pun mengambil buah apel. Ia mengupasnya dan memberikan satu potong pada Liam. Liam menerimanya dan memakananya habis.


Tidak ada racun. Berarti aman.


"Kenapa? Kamu mau aku suapin?" Tanya Liam.


"Enggak usah. Gue bisa sendiri," ucap Ashel. Ia pun mengigit buah apel tadi. Tak berselang lama buah apel sudah habis dimakan oleh Ashel.


"Aku gak mungkin naro racun di makanan yang aku kasih ke kamu. Aku cinta sama kamu, gak mungkin aku buat kamu mati. Meskipun aku ingin bayi ini meninggal," ucap Liam. Mendengar ucapan itu, Ashel menghentikan makannya. Rasanya kesal sekali karena Liam terus mengatakan hal itu.


Dia bukan tuhan, dia tidak boleh melakukan hal itu.


"Kenapa berhenti? Mau buah lain?" Tanya Liam. Ashel menggelengkan kepalanya. Ia pun merebahkan tubuhnya dan memunggungi Liam. Ia benci dengan orang itu.


Liam menghela nafasnya saat melihat Ashel yang masih belum mau menerima dirinya. Ia pun pergi meninggalkan kamar Ashel dan menutupnya.


***


"MAMIIIIIII," teriak Kavin. Ia terbangun dari pingsannya yang cukup lama. Rafello yang sedang menahan kantuk pun langsung membuka matanya lebar lebar. Ia bergegas mendekat ke arah abangnya.


"Kenapa bang? Ada yang sakit?" Tanya Rafello. Hanya ia sendirian disini. Sebab Ayu sudah ia minta pulang bersama satu bodyguard Ardian yang ia perintahkan untuk mengantar kekasihnya itu.


"Ashel mana? Istri gue mana Fell?" Tanya Kavin.


"Tenang dulu bang. Lo baru bangun dari pingsan lo. Noh liat kepala lo berdarah lagi. Lagi sakit diem, jangan banyal tingkah," ucap Rafello. Jarang jarang kan ia memarahi abangnya ini.


"Istri gue mana?" Ucap Kavin lirih.

__ADS_1


"Lo yang sabar bang. Bang Ardian masih berusaha nyari keberadaan kakak ipar," ucap Fello.


"Gue harus cari istri gue Fell. Dia pasti ketakutan," ucap Kavin.


"Bang, dengerin gue. Pulihin dulu kondisi lo biar lo bisa cari kakak ipar. Kalo lo sakit kayak gini, yang ada kakak ipar gak bakalan ketemu," ucap Rafello sedikit meninggi.


Kavin pun terdiam. Ia tidak becus menjaga istrinya. Jika saja saat di store kemarin ia tidak berjalan lebih dulu, mungkin ia tidak akan kehilangannya saat ini.


Kavin menundukan kepalanya. Ia menangis. Bagaimana keadaan istrinya saat ini? Apa dia sudah makan? Biasanya Ashel akan meminra goreng ayam yang di geprek dan Kavin selalu menyuapinya.


"Jangan nangis lo bang. Gue jadi frustasi anj*ng. Mana mama sama papa belom sampe lagi," ucap Fello. Jujur saja ia bingung dengan keadaan seperti ini. Melihat abangnya di perban di bagian kepala, kakak iparnya menghilang entah kemana. Sungguh membuat Rafello kebingunan sendiri. Jika saja tidak ada Ayu, ia mungkin akan mengamuk ngamuk tadi.


"Gimana keadaan mami sama baby's Fell, mereka udah makan belum? Mami gak bisa tidur kalo belum nyemil buah buahan," gumam Kavin.


"Ya allah bang. Ini gue jadi nangis beneran ini. Gue udah nahan nahan dari tadi. A elah," ucap Fello. Ia menyeka air matanya. Baru kali ini ia cengeng seperti ini.


Tiba tiba pintu ruangan terbuka. Josh masuk bersama papa Kavin. Faraz.


"Tuan," panggil Josh.


Kavin menaikan kepalanya. Ia melihat papanya berdiri di sampingnya. Sepertinya papa Kavin akan memarahinya karena tidak becus menjaga menantu dan calon cucu cucunya.


"Jangan lemah. Anak papa gak boleh lemah. Kamu harus sembuh, jemput kembali menantu dan cucu cucu papa," ucap Faraz. Ia menepuk nepuk bahu anaknya. Terlihat sekali saat ini jika anak pertamanya ini sangat terpuruk akibat kejadian yang ia alami.



Tbc.

__ADS_1


Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_


__ADS_2