
"Bagaimana?" Azalea langsung menghampiri Zico saat melihat Zico sedang berjalan ke arahnya.
"Kita bahas dirumah saja." Zico meraih tangan Azalea, lalu mengajaknya untuk pulang.
Sepanjang perjalanan pulang, keduanya sama-sama terdiam. Sebenarnya banyak hal yang ingin ditanyakan Azalea, namun dilihat dari raut wajah Zico. Sepertinya bukan waktu yang tepat memintanya menceritakan apa saja yang dibicarakannya dengan Tante Ema.
Hingga sampai rumah, Zico masih belum memulai samasekali pembasahan tentang obrolannya dengan Mamanya.
"Mandi dan istirahatlah. Kau pasti lelah." Usul Zico, sembari merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Sedangkan Azalea, hanya menatapnya bingung.
"Apa tak ada yang perlu kita bahas?" Tanya Azalea kemudian, tidak mungkin tidak ada yang perlu dibahas setelah apa yang telah terjadi.
"Nanti saja."
"Tapi aku ingin segera tahu, aku ingin tahu apa yang Mama katakan." Azalea ikut duduk dipinggir tempat tidur.
"Kau pasti sudah bisa menebaknya." Zico masih memejamkan matanya, dengan lengan yang diletakkan diatasnya.
"Dia marah?"
"Tentu!"
__ADS_1
Azalea terdiam. Hatinya berdetak kencang. Rasa takut dan gelisah semakin melandanya.
"Sudah, tidak perlu dipikirkan. Sebaiknya kau mandi sekarang. Bersihkan tubuhmu, lalu istirahat."
"Bagaimana mungkin aku tidak memikirkannya." Dengan tatapan kosongnya. Azalea sangat yakin, pasti akan sangat sulit mendapatkan maaf dari Ibu mertuanya itu.
Zico berbalik, lalu memeluk pinggang Azalea.
"Kau tidak boleh stres. Pikirkan juga tentang bayi kita. Biar aku yang urus masalah ini." Sambil mengusap pelan perut Azalea.
"Apa yang harus aku lakukan jika Mama tidak mau memaafkanku?" Lirih Azalea.
"Itu tidak mungkin, dia pasti akan memaafkan mu. Aku tahu dia seperti apa, saat ini dia hanya sedang shock saja."
***
Kejadian itu benar-benar berdampak buruk. Kabar yang akhirnya ingin dirahasiakan Tante Ema dari suaminya itu pun akhirnya sampai juga pada suaminya yang sedang melakukan perjalanan bisnis di luar negri.
Papa Zico, langsung pulang saat mendengar berita tentang kekacauan yang terjadi dihari ulang tahun istrinya itu.
Ia terduduk lemas, setelah mendengar segalanya dari istrinya.
"Kita sudah salah, Pa. Seharusnya kita tidak meminta Zico menikahinya begitu saja. Tanpa tahu seluk beluk tentang wanita itu." Keluh Tante Ema.
__ADS_1
Sedangkan suaminya, masih terdiam dengan tatapan kosong.
"Mama benar-benar tidak menyangka, ternyata wanita itu memiliki kehidupan yang kelam. Mau ditaruh dimana muka kita jika media sampai tahu, kalau ternyata menantu kita justru orang yang menjual anaknya untuk sepupu suaminya sendiri." Lanjut Tante Ema, sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Ia tidak sanggup membayangkan, jika apa yang ia takutkan sampai terjadi. Itu akan sangat memalukan.
"Aaghhh.." Pekik Papa Zico sambil memegang dadanya.
Tante Ema langsung menoleh ke arah suaminya dengan cepat. "Papa kenapa?" Tanyanya sambil mendekati suaminya yang duduk tak jauh dari tempatnya duduk.
Melihat suaminya yang semakin kesakitan membuat Tante Ema tambah panik.
***
Zico langsung menuju rumah sakit setelah mendapatkan kabar, jika Papanya masuk kerumah sakit.
"Gimana keadaan Papa, Ma?" Sarkas Zico panik. Didepan ruangan itu, sudah ada Tante Ema dan Ella. Tante Ema langsung memeluk Zico sambil menangis terisak.
^TO BE CONTINUED^
.
.
Terimakasih untuk semua yang sudah memberikan dukungannya untuk Novel ini.
__ADS_1
Jika berkenan, Author berharap komentar dan masukan untuk Novel ini. Agar Novel ini bisa semakin berkembang.. 🙏🙏🙏