My Little Wife

My Little Wife
Ep. 138 > Next


__ADS_3

Azalea menekan bel sebuah apartemen. Ia harus menunggu cukup lama, sampai pintu itu terbuka.


"Kau! Bagaimana bisa kau-" Maya terbata, disaat ia melihat orang yang menekan bel apartemen nya ternyata Azalea.


Azalea langsung masuk kedalam apartemen itu, tanpa permisi atau menunggu dipersilahkan untuk masuk.


Maya langsung menghampiri Azalea yang sudah duduk di sofa ruang tamu setelah menutup pintu apartemen nya.


"Berani sekali kau datang kesini!" Maya benar-benar tidak menyangka, Azalea bisa menemukan persembunyian nya.


"Seharusnya kau tidak mengusik hidup ku, agar kau juga bisa hidup tenang." Azalea memperingati.


"Apa kau merasa terusik? Opss .. Maafkan aku kalau begitu." Diiringi seringai mengejek nya.


Sedikit sudut bibir Azalea terangkat, lalu ia menunduk.


"Aku datang hanya untuk memperingati." Azalea kembali mendongakkan wajahnya. Menatap dalam netra Maya. "Tolong berhenti!" Lanjut Azalea. "Apapun yang kau lakukan, tidak akan mengembalikan apa yang kau inginkan." Azalea masih berbicara dengan tenang.

__ADS_1


"Kau memperingati atau mengancamku? Tapi apapun itu, aku rasa percuma. Kau tidak akan bisa menghentikan aku. Seharusnya kau tidak lupa, aku tipe orang yang akan melakukan apapun untuk mendapatkan keinginanku. Tunggu saja Lea, aku akan mendapatkan Queen kembali!"


"Itu tidak akan pernah terjadi, aku tidak akan membiarkan Queen jatuh ke tangan orang sepertimu. Tidak akan Maya!" Dengan nada yang sedikit meninggi.


Azalea bangkit dari duduknya. "Aku permisi!" Lanjutnya setelah itu langsung bergegas. Namun langkahnya dicegat oleh Maya, yang menarik tangannya lalu mendorongnya ke dinding.


Itu mengakibatkan Azalea merasakan sakit di bagian perutnya. Namun, sebisa mungkin Azalea tidak menunjukkan kesakitan nya itu, atau Maya akan menjadikannya kelemahan Azalea.


"Ingat Lea, aku tidak segan-segan menyakiti siapapun yang menghalangi jalanku!" Dengan penuh amarah.


"Baik! Lakukan apapun yang kau inginkan. Dan aku juga akan melakukan apapun yang aku bisa untuk melindunginya." Balas Azalea. Setelahnya, Azalea langsung keluar dari apartemen itu.


"Queen.."


"Iya, Papa.." Queen yang tadinya sedang sibuk dengan tontonannya diponsel langsung menoleh ke arah Biandra.


Biandra bangkit dari balik meja kerjanya, lalu menghampiri Queen. Ikut duduk bersama Queen di sofa yang berada di tengah-tengah ruangan itu.

__ADS_1


"Bagaimana jika seandainya Queen punya Mama baru." Sambil menatap mata coklat Queen yang kini juga sedang menatapnya.


"Aku sudah punya Aunty, Pa."


"Emm, tapi kan beda. Aunty tidak bisa selalu bersama Queen. Tidak bisa tinggal dirumah kita."


"Mengapa tidak bisa?" Tanya Queen polos.


"Karena Aunty punya keluarganya sendiri. Nanti dia juga akan punya anaknya sendiri. Jika Mama baru, akan tinggal bersama kita, akan merawat Queen, jagain Queen, bermain dengan Queen." Biandra mencoba menjelaskan sebisanya.


Queen terdiam, hanya menatap Biandra. Sepertinya ia sedang berfikir. Lalu setelahnya, ia menggeleng. "Queen mau Aunty." Queen beranjak dari tempat duduknya, masuk kedalam kamar istirahat Biandra yang berada didalam ruangan itu. Itu berarti menandakan ia sedang ngambek dan menentang keputusan Biandra tentang Mama baru.


Biandra yang tinggal sendirian di tempat semula, hanya bisa mengusap kasar wajahnya.


"Ini tidak akan mudah." Sambil menghela nafas dalam.


Benar, akan sulit membujuk Queen. Walaupun masih kecil, ia selalu punya pendiriannya sendiri. Dan Biandra cenderung tidak terlalu memaksa dan sering mengikuti keinginan Queen. Kecuali yang bersangkutan dengan Maya.

__ADS_1


Biandra beranjak dari duduknya, kembali ke meja kerjanya. "Queen, jangan kunci pintunya. Atau Papa tidak akan bisa membuka pintu itu jika kau tertidur didalam sana." Ucap Biandra dengan sedikit berteriak. Agar Queen dapat mendengar suaranya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2