My Little Wife

My Little Wife
bab 292 : Mencoba Untuk Sembuh


__ADS_3

Happy reading♡


Kavin akhirnya pasrah saat istrinya menginginkannya. Meskipun hanya sebentar mereka melakukan itu. Sebenarnya Kavin sangat ingin menghajar istrinya habis habisan saat ini, namun ia tidak mungkin membahayakan nyawa anak anaknya. Ia pun tetap menahannya.


Saat ini istrinya sudah terlelap dengan polos tanpa sehelai benang. Ini baru pukul delapan malam. Kavin sendiri memutuskan untuk mandi saja. Dan mungkin melanjutkan permainannya sendiri di kamar mandi.


"Gak papa, papi ikhlas demi keselamatan kalian. Tapi setelah kalian keluar, jangan harap papi lepasin mama kalian," ucap Kavin. Tangannya terangkat untuk mengelus perut istrinya yang polos. Setelah mengatakan itu, tiba tiba perut istrinya bergerak. Kavin terkejut bukan main saat mendapatkan respon dari anaknya.


"Heh, jadi kalian gak setuju papi hajar mami kalian habis habisan diatas ranjang? Jangan kalian kira mami kalian gak nikmatin permain papi ya, justru mami kalian yang sering minta buat dipuasin. Papi sih seneng aja, jadi kalian juga harus seneng," ucap Kavin. Lagi lagi perut istrinya bergerak saat Kavin berbicara. Seolah anak anaknya mengerti apa yang dibicarakan papi mereka.


"Terserah deh. Belum lahir juga udah larang larang, dasar cebong gue," gumam Kavin. Ia pun mengecup perut Ashel kemudian mengecup bibirnya sekilas. Ia bergegas ke kamar mandi.


Sekitar satu jam, Kavin keluar dengan keadaan segar bugar. Ia sudah berpakaian dan mengeringkan rambutnya yang basah. Ya, Kavin mandi besar malam malam.


Ia melihat ke arah ranjang. Disana istrinya masih terlelap. Mungkin kelelahan.


Kavin sendiri tidak lanjut tidur, ia malah mengambil laptopnya dan mengerjakan sedikit pekerjaan. Kasihan juga jika semua pekerjaannya yang banyak di handel papa dan adiknya. Meskipun mereka sanggup.


"Gila, damage bini gue emang badas. Lagi tidur aja cakep bener. Pantesan banyak yang ngincer dia. Tapi untungnya gue yang menang," gumam Kavin terkikik. Ia pun mulai bekerja.


***


Pagi harinya, Ashel sudah berjalan santai di sekitar mansion sedangkan Kavin menunggunya di kursi sembari mengerjakan sisa pekerjaanya. Memang seorang work holic sejati.


Ashel berjalan santai sembari mengajak anak anaknya berbicara. Kavin sesekali tersenyum mendengar ucapan lucu yang keluar dari dalam mulut istrinya. Ia mengajak anak anak mereka berbicara seolah anak anak mereka sudah ada di dunia.


"Tahu gak, papi kalian bucin akut sama mami. Mana posesif lagi. Saking posesifnya, papi kalian rela ngeluarin uang banyak buat bayar bodyguard yang disuruh ikutin mami ke mana pun mami pergi," ucap Ashel.


"Itu sengaja. Nanti kamu di gondol kucing kan berabe," ucap Kavin menanggapi ucapan istrinya. Ashel mengerucutkan bibirnya dan berjalan ke depan suaminya.


"Kamu kira aku ikan asin pake di gondol kucing?!" Tanya Ashel kesal.

__ADS_1


"Lihat baby's, papi kalian emang nyebelin. Marahin sana," ucap Ashel mengadu pada kedua anaknya.


Sedangkan Kavin tersenyum lebar dan meletakan tangannya diperut istrinya. Dan lagi lagi, perut Ashel memberikan respon pada papi mereka.


"Tuh lihat, baby's aja gak suka maminya dikatain kayak gitu," ucap Ashel. Kavin pun menyimpan laptopnya dan menarik tubuh istrinya agar sedikit mendekat.


"Baby's, maksud papi gak gitu. Kalian jangan marah ya? Kan semalam udah marah marah sama papi. Gimana kalo kita jalan jalan? Mami kalian juga belum punya gaun buat nanti ke acara tunangannya om Fello sama tante Ayu," ucap Kavin.


"Iya juga ya mas, tunangan mereka bentar lagi. Ya udah, ayo ke mall. Mau porotin uang kamu," ucap Ashel.


"Kiss dulu," ucap Kavin. Ashel pun dengan cepat mengecup bibir istrinya kemudian hendak melepaskannya namun Kavin menahan tekuk istrinya. Sedikit memperdalam ciumannya.


"Ganti baju dulu sana. Mas tunggu disini," ucap Kavin saat ciumannya terlepas.


"Brutal banget sih," sindir Ashel.


"Kalo gak brutal, perut kamu gak mungkin sebesar itu. Mana sekali coblos jadi dua," ucap Kavin. Ashel tentu saja mendelik.


Tak berselang lama, Ashel pun turun setelah sudah mengganti pakaiannya. Ia hanya menggunakan dress biasa dengan ornamen karet di perutnya dan juga karet di bagian bahunya. Menampilkan bahu mulus sempurna miliknya. Ia juga memakai aksesoris seperti gelang dan kalung berlian. Kalo tidak salah ini pemberian suaminya waktu itu.



"Ayo sayang," ajak Ashel pada suaminya yang sedang berdiri menyandar pada mobil.


"Ini apa apaan? Kok seksi gini?" Tanya Kavin.


"Mau gini. Jangan marah," ucap Ashel.


Kavin hanya menghela nafasnya. Ia harus mengalah demi trauma istrinya ini sembuh. Sebenarnya tadi istrinya sempat menolak karena masih takut bertemu banyak orang. Namun Kavin meyakinkannya. Ini juga salah satu saran dari dokter Lupita.


"Iya udah. Ayo masuk," ucap Kavin.

__ADS_1


"Tapi mas, aku takut ketemu banyak orang," ucap Ashel. Tiba tiba keraguan itu muncul lagi.


"Katanya mau sembuh. Ayo dong, masa maminya si kembar penakut sih," ucap Kavin.


"Tapi janji dulu jangan ninggalin aku disana," ucap Ashel.


"Janji sayang," ucap Kavin.


Mereka pun masuk ke dalam mobil dan melaju menuju ke salah satu pusat perbelanjaan yang ada di pusat kota. Selama berada di Jakarta, Ashel memang belum berani keluar dan bertemu orang banyak. Beberapa hari kemarin, trauma Ashel cukup menggila. Namun Kavin dengan sabar dan telaten menasehatinya sampai istrinya ini tenang lagi.


Sekitar empat puluh menit berlalu, mobil yang ditumpangi Kavin sudah berada di bassement parkiran hotel. Disini memang belum ada orang, hanya beberapa. Namun dada Ashel sejak tadi sudah berdegup kencang.


"Mas, pulang aja yuk," ucap Ashel.


"Katanya mau porotin uang aku. Jangan takut cinta, ayo keluar," ucap Kavin. Saat ini ia sedang berada di depan istrinya untuk membantunya keluar mobil.


Ashel memantapkan hatinya kemudian menerima uluran suaminya. Kavin dengan setia memeluk Ashel menggunakan sebelah tangannya. Sedangkan satu tangannya lagi memegang tangan istrinya.


Mereka sudah masuk ke dalam mall. Disini, Ashel melihat banyak sekali orang. Langkahnya beberapa langkah mundur, namun Kavin menahannya.


"Kamu bisa sayang. Mas yakin, kamu bisa sembuh," ucap Kavin.


"Kamu yakin tapi aku belum mas. Aku takut mereka jahat," ucap Ashel, ia memejamkan matanya dan mengeratkan pegangan tangannya pada Kavin


Kavin mengecup sekilas kepala istrinya, "Dengerin mas. Gak semua orang jahat sayang. Hanya orang tak beruntung saja yang memiliki sifat jahat. Aku yakin kamu bisa melewati ini semua. Kamu kuat, itu yang aku tahu. Aku mengenal kamu sejak kecil. Jadi aku tahu kamu seperti apa sayang."


Ashel menarik nafasnya panjang. Ia mengangguk ke arah suaminya dan berjalan kembali. Tiba tiba ada beberapa wanita yang berhenti di depan mereka berdua.


"LOH, ASHEL?!!"


Tbc.

__ADS_1


Ig : @oviealkhsndi @cocoretanayc_


__ADS_2