
Happy reading♡
Setelah proses penyatuan yang cukup singkat itu, kini Ashel sudah selesai mandi bahkan sudah selesai menghilangkan rambut rambut halus dari miliknya. Ia sedang bersantai melihat suaminya yang sedang mengganti sprei kamar mereka.
Ashel memang tidak suka tidur diatas sprei yang sama setelah ia melakukan penyatuan dengan suaminya. Ia selalu mual ketika mencium bau bau tak senonoh yang nyangkut ke hidungnya. Ya, bau bau setelah bercinta.
Kavin yang peka langsung menggantinya tanpa diperintah. Bayangkan, seorang CEO Kavinder Corp mengganti sprei di kamarnya. Padahal Kavin bisa saja meminta pelayan di rumahnya untuk melakukan itu namun ia tidak mau. Ia lebih rela melakukannya sendiri.
"Ayang, mau nyemil?" Tanya Kavin. Pria itu sudah selesai mengganti sprei-nya.
"Iya lah, kan abis kamu garap. Ya aku cape," ucap Ashel. Ia memang belum tertidur setelah melakukan itu dengan suaminya.
"Ya udah aku ambilin dulu ke bawah. Kamu tunggu disini," ucap Kavin.
"Biar pelayan yang bawain aja mas. Kamu gak cape apa?" Tanya Ashel. Kavin tersenyum dan mendekat ke arah istrinya. Ia mendaratkan kecupan sayang di kepala sang istri yang rambutnya masih sedikit basah.
"Enggak cinta. Aku cowok, masa cuma ganti sprei aja cape. Tunggu ya, papi bawain kalian bertiga cemilan dulu," ucap Kavin.
"Iya papi," ucap Ashel. Wanita itu menirukan suara anak kecil yang lagi lagi membuat Kavin terkekeh.
Kavin pun pergi dari sana menuju ke lantai satu. Karena hampir semua makanan yang sering jadi cemilan Ashel sudah ia hafal, ia tidak perlu menayakannya lagi.
Di lantai satu, kedua orang tuanya dan Ashel sedang menonton tv bahkan ada Fello juga. Tumben sekali mahluk satu itu tidak menginap di apartment tunangannya.
"Mau ambil makan bang?" Tanya Sarah.
"Engga ma. Riana mau nyemil, Kavin mau ambilan cemilan dia," ucap Kavin.
"Oh iya Kav, gimana tadi waktu kalian cek up? Kapan Riana lahiran?" Tanya Anna.
"Usia kandungannya sudah pas tiga puluh enam minggu bun. Posisi baby's juga udah di posisinya. Kalo perkiraan HPL itu tinggal tiga hari lagi. Tapi kita gak tahu pastinya baby's keluar," jelas Kavin.
"Aku gak sabar," ucap Sarah.
"Sama Sar. Gak sabar pengen bawa mereka jalan jalan," ucap Anna.
"Merek masih bayi bunda, gak bisa diajak jalan jalan dulu," ucap Adi.
"Ya maksudnya nanti yah. Bukan sekarang," ucap Anna.
__ADS_1
"Kavin pergi dulu," ucap Kavin. Ia lebih baik segera mengambil makanan untuk istrinya dari pada mendengarkan ocehan keluarganya yang tidak ada habisnya.
Sementara itu di dalam kamar, Ashel sedang menonton film kesukaannya selain film domba. Yaitu drama korea. Saat sedang asik menonton tiba tiba perutnya terasa sakit. Ringisan terdengar dari mulut wanita cantik itu. Ia mengelus perutnya.
"Kalian kenapa sayang? Kenapa mami tiba tiba sakit perutnya?" Tanya Ashel pada bayi bayinya. Tidak ada respon seperti biasanya. Mungkin bayi bayinya sedang malas gerak.
Ashel terus mengelus perutnya. Memberikan ketenangan pada anak anaknya. Lambat laun rasa sakit di perutnya pun menghilang.
"Apa kalian mau keluar malam ini hm? Kalo iya, gak papa. Mami seneng banget, tapi nanti kalo mau keluar jangan rewel ya? Mami maunya gak proses operasi, maunya normal. Kita bisa kerja sama kan sayang?" Tanya Ashel.
Insting seorang ibu hamil biasanya tidak pernah meleset. Ashel akan sangat menantikan kehadiran bayi bayi-nya meskipun malam ini juga.
Saat mengatakan hal itu, ternyata Kavin sudah berada di dekatnya. Kavin tersenyum melihat interaksi istri dan anak anaknya.
"Nih mi, nyemil yang banyak," ucap Kavin. Ia membawa satu nampan penuh buah buahan dan satu keranjang penuh berisi snack ibu hamil, susu, dan air mineral.
"Kalap kamu?" Tanya Ashel. Kavin hanya mengeluarkan cengirannya saja. Ia pun berjongkok di depan perut istrinya.
"Jangan biarin mami kalian kesakitan ya kalo kalian mau keluar malam ini. Papi akan selalu menemani kalian sama mami. Kalian harus lindungin mami seperti papi melindungi kalian semua," ucap Kavin. Ia mengecup perut istrinya cukup lama.
Tiba tiba Kavin terkejut saat ada tendangan kecil dari perut istrinya. Ashel sendiri sudah menebak, anak anaknya akan lebih menurut pada siapa.
Mereka berdua menonton drama yang sedang tayang di tv mereka yang ada di kamar. Ashel menyandarkan kepalanya pada bahu suaminya. Tangannya sesekali mengelus perutnya yang selalu tiba tiba sakit dengan jeda waktu sekitar sepuluh menit sekali.
Kavin yang melihat istrinya meringis pun meminta agar Ashel tiduran saja. Ashel menurut. Ia pun bangun dari sofa dan berjalan naik ke atas kasur. Ia tiduran menggunakan dua bantal dan satu guling.
Kavin sendiri membereskan dulu sisa cemilan istrinya.
"Mas, koper buat aku lahiran udah siap kan?" Tanya Ashel.
"Sudah sayang. Baju ganti buat kamu, perlengkapan baby's juga udah masuk satu koper," ucap Kavin.
"Pembal*t aku?" Tanya Ashel.
"Sudah sayang. Bahkan mas beli yang khusus untuk lahiran. Apa ya kemarin namanya kayak ada maternity maternitynya gitu," ucap Kavin.
"Iya emang itu khusus untuk lahiran," ucap Ashel.
Kavin mengangguk. Ia ikut bergabung dengan istrinya ke atas kasur. Ashel pun memeluk suaminya.
__ADS_1
"Nanti kita adain foto new born ya? Kan maternity nya udah," ucap Kavin.
"Iya mas," ucap Ashel.
"Kamu bobo aja. Mas gak bakalan ninggalin kamu kok," ucap Kavin.
"Janji nanti waktu persalinan kamu di samping aku terus ya?" Ucap Ashel.
"Iya sayang. Aku janji."
Ashel pun mulai memejamkan matanya. Elusan tangan suaminya membuatnya sedikit demi sedikit jadi tenang. Apa mungkin seperti ini ya perasaan yang ia rasakan saat akan melahirkan.
Ada perasaan senang, haru, namun juga takut. Tapi semoga saja semuanya baik baik saja.
Dua jam berlalu, Ashel sudah terlelap. Sedangkan Kavin masih terjaga. Entah kenapa ia tidak mengantuk sama sekali. Ia juga sudah menghubungi Lupita dan mengatakan apa yang terjadi dengan istrinya.
"Arghh,, mass, sakit," ucap Ashel tiba tiba.
"Yang, kenapa?" Tanya Kavin.
"Sakit mas. Perut aku," ucap Ashel.
Kavin mencoba tenang. Ia pun mengecek ke bagian bawah istrinya sesuai yang diminta Lupita tadi.
Disana sudah ada cairan bening seperti lendir. Lupita bilang itu adalah cairan yang menandakan jika istrinya akan lahiran saat ini juga.
"Sayang, tahan sebentar ya? Kita ke rumah sakit sekarang," ucap Kavin.
Ashel mengangguk lemah.
Kavin bergegas memangku istrinya dan keluar dari kamarnya.
"PAH, YAH, SIAPIN MOBIL. KITA KE RUMAH SAKIT SEKARANG," teriak Kavin.
Ga kebayang anaknya nanti. emaknya aja kalem banget😔👍
Tbc.
__ADS_1
Doain lancar baby's keluarnya ya ges🥹🤸♀️