My Little Wife

My Little Wife
Bab 172 : Wedding


__ADS_3

🗣🗣🗣 HALLOOWWWWW


BENTAR BENTAR,


SEBELUM BACA PART INI ALANGKAH BAIKNYA VOTE KOMEN DULU DEH. INI KAN YANG KALIAN TUNGGU TUNGGU? ASHEL DAN KAVIN MENIKAH WKWK.


.


.


.


Happy reading♡


Semuanya masih terasa seperti mimpi bagi Ashel. Bagaimana tidak, kini beberapa jam lagi ia akan sah menjadi istri dari salah satu pengusaha sukses.


Ashel tidak pernah membayangkan hal ini sebelumnya. Ia hanya memikirkan tentang karir dan masa depannya.


Ternyata takdir memang tidak pernah bisa ia tebak. Takdir sangat misterius. Awalnya Ashel kira ia tidak akan menikah di usia muda, tapi ternyata takdinya memiliki jalan lain.


Di usia yang belum genap dua puluh tahun ia sudah diperistri oleh seorang pria dewasa berumur dua puluh delapan tahun. Umurnya memang terpaut cukup jauh namun itu bukan menjadi halangan bagi mereka berdua untuk mengingat hubungan yang selama ini sudah mereka jalin.


Mereka yang dipertemukan karena perjodohan kini memiliki kasih sayang di hatinya masing masing. Memiliki rasa cinta juga yang membuat mereka bisa bertahan sampai mereka menikah hari ini.


Semoga saja mereka akan selalu bersama sampai mau memisahkan.


Saat ini, Ashel tengah bersiap dengan dibantu oleh dua orang make up artist. Sejak pagi mereka sudah sibuk mendandani Ashel.


Pernikahan Ashel diadakan di gedung milik keluarga Kavin. Gedung ini pernah ia survei waktu itu bersama Kavin. Kemarin ia dan keluarganya sudah sampai disini karena memang mereka menginap disini.


"Kau sangat cantik sekali, pantas tuan Kavin langsung jatuh hati pada mu," ucapnya.


Dia sudah selesai mendadani Ashel. Ia sebisa mungkin membuat make up yang sempurna untuk calon istri dari orang yang paling berpengaruh.


"Sekarang giliran ku, aku akan menata rambut mu juga memasangkan beberapa aksesoris," ucap temannya. Ashel hanya mengangguk dan diam saja.


Ia menatap tampilannya di depan cermin. Ia juga takjub melihat riasan yang terpasang di wajahnya. Tadi, banyak sekali cream yang diblend di wajah Ashel. Pantas saja karena hasilnya sebagus ini.


Penata rambut Ashel mulai bekerja. Ia mulai menyisir rambut Ashel kemudian menatanya sesuai dengan konsep yang sudah disepakati mereka sebelumnya.



Rambut Ashel di sanggul. Disekitar sanggulannya dipakaikan beberapa aksesoris berlian. Setelah selesai kepala Ashel juga dipasangkan sebuah mahkota bertahtakan berlian putih.

__ADS_1



Anting, cincin dan yang lainnya sudah terpasang juga. Tinggal gaun saja.


"Biar aku mengenakan gaun ku sendiri saja. Nanti aku akan memanggil kalian jika membutuhkan bantuan," putus Ashel saat kedua penata rias itu ingin membantunya.


"Baiklah, panggil kami saja ya," ucapnya. Ashel pun mengangguk dan pergi ke ruangan lain yang sudah tersedia gaunnya.


***


Pernikahan Ashel dan Kavin sudah diketahui publik. Itu sebabnya sejak kemarin para wartawan sudah memburu mereka berdua namun mereka tidak dapat menemukan keberadaanya.


Para wartawan juga mengetahui lokasi tempat pernikahan Ashel dan Kavin. Mereka semua langsung berbondong bondong menuju ke tempat itu.


Namun sayangnya, sebelum mereka sampai ke pintu masuk, di depan gerbang sudah berjejer banyak pria berjas hitam. Mereka adalah bodyguard milik Kavin dan ayahnya.


Kavin sengaja menyuruh mereka berjaga di depan sana agar para wartawan tidak ada yang masuk.


Di dalam gedung, semua sudah tertata rapi sesuai dengan keinginan Kavin dan Ashel. Gedung ini disulap menjadi wedding dream Ashel sejak kecil.



Saat pertama masuk ke dalam gedung, para tamu akan disuguhkan berbagai foto foto Ashel dan Kavin yang di pajang di dinding. Dilanjutkan sampai masuk ke dalam, area pelaminan dan atap gedung dihiasi berbagai gantungan seperti kristal.




Para tamu undangan mulai berdatangan begitu juga dengan teman teman Ashel, mereka mulai datang satu persatu.


Feli, Rita, Yuta, Yasmin, Ayu dan Ajeng bergabung. Mereka sudah berkenalan sebelumnya bersama Ashel karena mereka menjadi bridesmaid di pernikahan Ashel.


Mereka berenam sudah siap dengan gaun yang sudah diberikan Ashel. Gaun itu berwarna putih.


"GILAAAKK, KAKAK BRI NIKAHANNYA NGALAHIN NIKAHAN DI FILM FILM PRINCESS," teriak Ajeng takjub.


"LO BENER JENG," teriak Rita tak kalah hebohnya.


"Lo berdua kalo ngomong gak usah teriak deh. Malu nanti kalo dilihatin orang," ucap Yuta.


"Mereka kesenengan Yut, wajar aja," ucap Feli.


"Tapi apa yang mereka bilang itu bener. Wedding dream Ashel diluar batas. Masa iya semewah ini sih, mana semua pernak perniknya serba kaca lagi. Seolah ini kayak kristal aja," ucap Yasmin.

__ADS_1


"Jelas lah, dia kan nikahnya sama milyader. Bebas mau pilih konsep aja juga. Toh calon suaminya bucin akut sama dia," jelas Ayu.


Feli mengangguk, "Setahu gue Ashel gak pernah punya pacar. Tapi sekalinya punya cowok langsung halal. Boleh iri gak sih sama temen sendiri?"


"Gak boleh karena kita gak bisa nyaingin," ucap Rita. Ia hanya mengelus dadanya sabar. Bagaimana pun jodoh sudah tertakar dan tidak akan tertukar. Apalagi memilih, sepertinya tidak mungkin.


Area dalam gedung sudah dipenuhi banyak orang. Mereka semua dari kalangan atas. Banyak dari mereka yang rela menyempatkan hadir meskipun jauh. Mereka sangat menghargai undangan Kavin.


"Kalian berenam ikut tante yuk, bentar lagi ijab kabulnya akan dilaksanakan jadi kalian harus temenin Ashel," ucap Anna yang muncul tiba tiba.


"Gitu ya tan? Boleh kok. Tapi dimana Ashel?" Tanya Ayu.


"Ayo ikut tante. Nanti kalian temenin Ashel masuk ya lewat pintu itu. Sisanya nanti tante arahin lagi," ucap Anna.


Mereka semua pun mengangguk dan mengikuti kemana perginya Anna.


Di ruang make up, Ashel sudah siap dan rapi. Gaunnya sudah terpasang di tubuhnya dengan sempurna. Dua make up artist itu juga memakaikan kain tipis di belakang kepala Ashel. Kain itu menjuntai cukup panjang.


"Rileks sayang," ucap Ningrat.


"Iya grandma. Riana cuma nervous aja. Masih berasa mimpi," ucap Ashel.


Ningrat menatap sendu sekaligus bahagia ke arah cucu semata wayangnya ini. "Grandma bangga sama kamu nak. Kamu menyetujui perjodohan ini. Maafin grandma yang selama ini sering ucapin kata kata jahat buat kamu."


"Astaga grandma, gak boleh gitu nanti Riana nangis loh. Grandma bicara kayak gitu karena gak mau Riana salah jalan kan?" Tanya Ashel.


Ningrat menganggukan kepalanya. Bersamaan dengan itu, masuklah Adi dan Prabu. Ayah dan kakek Ashel.


"Princess ayah cantik sekali," ucap Adi. Ia berjalan ke arah Ashel dan memeluk putrinya.


"Maafin ayah ya kalo selama ini ayah belum bisa wujudin kemauan kamu," ucap Adi.


"Ayah, gak boleh gitu. Ayah itu ayah yang paling best buat Riana," ucap Ashel.


"Sebentar lagi kamu akan menjadi istri seseorang. Jadilah istri dan ibu yang baik untuk suami dan calon anak anak kamu nanti. Yang harus kamu tahu, ayah sangat bangga memiliki putri seperti dirimu," ucap Adi. Tanpa sadar air matanya meleleh. Entah kenapa perasaanya sangat sedih sekaligus bahagia karen putri satu satunya ini akan segera menjadi milik pria lain yang sudah dipilihkan oleh keluarganya.


Tbc.


Tapi masih belum sah soalnya belum ijab kabul wkwk.


Undangan terbuka untuk semua readers setia novel MLY dari Ashel dan Kavin.


__ADS_1


__ADS_2