
Happy reading♡
Sejak kemarin setelah Ashel mengatakan jika dia sangat sangat mencintai suaminya, Kavin tidak henti hentinya tersenyum. Bahkan dia semakin bucin pada Ashel. Entah pelet apa yang digunakan Ashel untuk Kavin sampai sampai pria yang sebentar lagi akan menjadi seorang papi itu sangat penurut padanya.
Semalam Kavin meminta ijin bermain game semalaman bersama Fello namun Ashel hanya memberinya ijin dua jam saja. Dan anehnya Kavin menurut begitu saja pada Ashel. Malam tadi juga selesai bermain game, Ashel membuat salad sayur. Dan ia meminta Kavin ikut memakannya. Ashel kira Kavin akan menolaknya tapi ternyata dia makan lebih banyak dari pada Ashel.
Karena suaminya mau menurut padanya, Ashel pun memberikan hadiah kecil untuknya. Hanya Ashel dan Kavin yang tahu hadiah itu apa. Tentunya hadiah itu mampu membuat Kavin mabuk kepayang. Buktinya sampai besok harinya Kavin terus tersenyum.
Hari ini adalah jadwal terakhir istrinya USG. Mereka sudah membuat janji dengan Lupita. Ashel meminta jam pagi sekitar jam sepuluh.
Tadinya Anna dan Sarah ingin ikut ke rumah sakit untuk menemani Ashel cek, namun Kavin menolaknya. Dia sudah tahu akal bulus mamanya. Mamanya disana pasti akan mengecek jenis kelamin anak anaknya. Sedangkan Kavin kan tidak mau tahu. Dia ingin tahu saat anak anaknya lahir nanti. Alhasil Sarah dan Anna pun tidak ikut. Hanya Kavin yang menemani istrinya.
Kandungan Ashel semakin besar saja setiap harinya. Maklum, isinya kan dua. Seperti mie instan yang sering lewat di tv.
Kavin dengan telaten membantu istrinya turun dari mobil. Kebetulan mereka sudah sampai di rumah sakit. Kavin merangkul bahu istrinya yang tingginya lebih pendek darinya. Mereka berdua pun berjalan masuk ke dalam rumah sakit.
Tak perlu menunggu nomor antrian karena memang mereka sudah meminta jadwal sendiri pada Lupita. Jadi saat sampai di dalam rumah sakit, Ashel dan Kavin langsung masuk ke dalam ruangan Lupita.
"Pagi kak," sapa Ashel.
"Pagi," ucap Lupita. Ia malu sendiri saat dipanggil kakak oleh Ashel. Ini semua ulah Ardian karena pria itu terlalu cepu pada adik perempuannya. Lupita jadi malu sendiri.
"Langsung USG saja. Alatnya juga sudah siap," ucap Lupita.
Ashel mengangguk dan dibantu Kavin naik ke atas brankar. Ashel merebahkan tubuhnya sedangkan Kavin tetap setia berdiri di sebelahnya.
Lupita pun memulai USG-nya. Layar monitor berwarna hitam putih pun mulai bergerak gerak saat alat penghubungnya menempel ke perut Ashel. Disana Ashel bisa dengan jelas melihat pergerakan anak anaknya.
"Bayi bayi kalian sangat sehat dan semakin aktif. Usia kandungan kamu sudah masuk ke minggu terakhir. Kamu harus banyak berjalan dan konsumsi makanan yang sehat sehat. Jangan terlalu stress juga," ucap Lupita.
__ADS_1
"Iya kak. Ashel pasti dengerin perintah kakak. Tapi kak, apa kelahiran bakalan sesuai dengan yang dibilang sama kakak? Kalo gak salah tinggal empat hari lagi," tanya Ashel.
"Itu hanya perkiraan. Kadang ada yang sesuai kadang tidak. Kamu harus hati hati. Nanti saat kontraksi, kamu jangan kasih tahu siapa pun dulu selain suami kamu. Karena biasanya orang orang rumah akan heboh," ucap Lupita.
"Iya kak," ucap Ashel.
"Kepala bayi bayi kamu juga sudah di posisinya. Hanya jaga jaga saja, jika perut kamu mulai kontraksi, cepat hubungi kakak. Takutnya kamu harus operasi, karena bayi kamu kembar," ucap Lupita.
Ashel menganggukan kepalanya. Proses USG pun selesai. Ashel dan Kavin sudah pamitan untuk pulang. Mereka memang tidak memiliki rencana kemana mana hari ini. Takutnya nanti Ashel kontraksi saat diluar kan repot.
"Ayang mau jajan dulu gak?" Tanya Kavin. Matanya masih tetap fokus pada jalanan. Hari ini dia sendiri yang menyetir.
"Enggak mas. Baby's kayaknya anteng juga gak lapar kayak biasanya," ucap Ashel.
"Anak anak mami sama papi emang baik. Gak pernah rewel. Nanti papi kasih kalian saham deh sebagai hadiah," ucap Kavin.
"Ngawur deh. Anak kecil apalagi bayi mana ngerti soal saham," ucap Ashel. Ia mencubit pelan bahu suaminya.
Ashel hanya menggelengkan kepalanya. Ia tidak habis pikir dengan sikap suaminya ini.
Kavin memang royal untuk orang orang yang ia sayangi. Bahkan Ashel sendiri sudah mendapatkan saham di Kavinder Corp sebesar 40%. Saham itu diberikan sebagai mahar pernikahan.
Sedangkan untuk anak anaknya, Kavin sudah membuat dokumen penambahan nama pemegang saham di kantornya. Meskipun ia memberikan saham pada istrinya sebesar itu, namun saham Kavin semakin bertambah. Bahkan dia sudah banyak membangun gedung gedung tinggi seperti apartment, hotel, resort, dan restoran. Mungkin yang terbaru yang saat ini sedang dibangun adalah taman bermain berukuran besar yang akan Kavin tempatkan di Boston.
"Mas, mau donat," ucap Ashel tiba tiba.
"Oke ayo beli. Donat doang? Apa mau sama yang lain?" Tanya Kavin.
"Mile crepe cake yang rasa green tea juga deh. Minumnya pink lava milkshake," ucap Ashel.
__ADS_1
"Laksanakan ibu ratu," ucap Kavin. Ia pun melajukan mobilnya menuju ke toko kue langganan. Dia akan membelikan apa yang diinginkan oleh Ashel.
Sesampainya di toko, Ashel diminta menunggu saja di dalam mobil. Biar Kavin saja yang membelinya. Ashel tentu saja menurut. Lagian dia juga malas keluar. Udara sangat panas. Beruntung mobil yang dimiliki suaminya adalah mobil ber-ac. Jangankan hanya ac, bahkan mobil bermerk mercy ini memiliki atap yang bisa dibuka.
"Nih," ucap Kavin. Ia memberikan donat dan mile crepe cake pada istrinya yang diterima baik oleh Ashel.
"Mas beli dulu minuman kamu. Jangan kemana mana diem disini aja," ucap Kavin.
"Iya bawel," ucap Ashel. Ia sudah memakan donat berisi cream mustard kesukaannya. Kavin hanya tersenyum kecil dan meninggalkan istrinya lagi. Beruntung toko kue itu dekat dengan starbuck jadi Kavin tidak perlu jauh jauh untuk membelinya. Di starbuck juga Kavin membeli beberapa cemilan dan kopi untuknya.
Setelah mendapatkan semuanya, ia pun segera menuju ke istrinya. Kavin masuk ke dalam mobil dan memberikan minuman yang diinginkan istrinya.
"Beli apa lagi papi?" Tanya Ashel.
"Cookies tadi di starbuck. Katanya ini cookies varian baru, kamu suka cookies jadi aku beli aja," ucap Kavin.
Pria paling peka dan beruntungnya Ashel yang mendapatkannya. Terimakasih tuhan. Tak henti hentinya Ashel berucap syukur karena diberi suami yang sangat peka dan royal terhadapnya.
"Makasih papi, sayang banyak deh," ucap Ashel.
"Sayang doang mana puas," ucap Kavin.
"Iya nanti baby's lahir. Sabar dong. Cowok kok gak sabaran sih," ucap Ashel membuat Kavin tertawa.
perut ashel🤰🤰
Tbc.
__ADS_1
Wih, mau suamik kayak kapien dongg🥹👍