My Little Wife

My Little Wife
Bab 186 : Crush Rafello


__ADS_3

HALO HALO, RAMEIN GUYSSS


.


.


.


Happy reading♡


Dengan perasaan kesal dan marah yang memuncak, Ayu pun masuk ke dalam mobil lelaki aneh ini. Hari ini dia sangat apes sekali. Padahal semalam ia tidak bermimpi apa apa.


Ayu melirik sekilas dengan ekor matanya jika cowok di sampingnya ini sedang tersenyum. Kesal setengah mati rasanya, bukannya diatar pulang Ayu malah dibawa pergi. Sudah sejak tadi Ayu berontak agar laki laki ini melepaskannya namun tidak berhasil. Laki laki ini menulikan pendengarannya.


Ayu mengingat siapa laki laki ini namun ia tidak tahu siapa namanya. Yang jelas wajahnya mirip dengan suami sahabatnya, Ashel.


"Nama gue Rafello Natapraja. Inget itu," ucapnya.


"Apa pentingnya gue inget nama lo. Gak guna yang ada," ucap Ayu.


"Pasti bakalan berguna. Lihat aja nanti," ucap Rafello.


Ia menghentikan mobilnya di salah satu komplek perumahan. Ayu mengernyitkan alisnya. Ia merasa aneh kenapa cowok yang bernama Rafello ini tahu alamat rumahnya. Padahal dia belum memberitahunya.


"Gak usah kaget gue tahu alamat rumah lo dari mana. Itu gak penting, karena yang penting itu lo harus hati hati sama gue. Oke," ucap Rafello, ia mengedipkan sebelah matanya saat berbicara pada Ayu.


Bulu kunduk Ayu merinding bukan main. Ia sekarang seperti menghadapi seorang pedofil.


"Muka lo emang kayak mamang mamang cabul. Pantes banget," ucap Ayu. Ia menarik pintu mobil agar terbuka, namun sayangnya pintu itu terkunci.


"Buka," titah Ayu.


"Nanti kalo udah sah baru kita main buka bukaan. Sekarang gak dulu," ucap Rafello santai.


"Bego! Maksud gue buka pintunya," ucap Ayu sewot.


"Kirain," ucap Rafello tertawa. Ia pun menekan tombol yang ada di sebelah stirnya.


Namun bukannya kunci pintu mobil yang terbuka, malah kursi kemudi Ayu yang bergeser mendekat ke arah Rafello.


Ayu belingsetan kaget karena tiba tiba kursinya bergerak. Namun ia sedikit takjub juga karena ada mobil secanggih ini.


Rafello menarik tubuh Ayu sehingga tubuh mereka berdekatan. Mata tajam Rafello menghunus menatap tajam ke arah bola mata Ayu.


Jangan tanya lagi bagaimana kondisi Jantung Ayu saat ini. Jantunganya sudah berdisko ria.

__ADS_1


Terpaan wangi mint menguar dari nafas Rafello membuat Ayu sedikit tenang.


"Lo cantik," ucapnya.


"A-apaan sih. Gila lo?! Lepasin gue," ucap Ayu. Ia terus berontak agar bisa lepas dari Rafello namun sepertinya Rafello enggan melepaskannya. Terbukti bahkan Ayu sudah memukul mukulnya namun ia tetap tidak lepas bahkan menjauh sekalipun.


Tiba tiba ada sebuah motor yang berhenti di depan rumah Ayu. Ayu terdiam melihat siapa yang datang. Itu adalah Dimas.


Tidak akan ada yang membukakan pintu untuknya karena di rumahnya tidak ada siapa siapa. Orang tuanya pergi bekerja sedangkan pembantunya datang di pagi dan sore hari saja.


Rafello mengalihkan atensinya mengikuti arah pandang gadis yang ada di depannya. Ia melihat sesosok cowok yang sepertinya seumuran dengannya.


Hanya dengan melihat tatapan Ayu saja Rafello sudah bisa menebak dia siapa.


"Pacar lo?" Tanya Rafello. Posisi mereka saat ini masih sedekat tadi.


"Bukan. Temen gue dia," ucap Ayu.


"Temen ya? Temen kok punya rasa suka, bahkan lo sama dia friendzone kan?" Tanya Rafello.


"Sotoy," ucap Ayu ketus sedangkan pikirannya bertanya tanya dari mana Rafello tahu tentang hal itu.


"Mau buat drama gak? Gue siap bantu lo," ucap Rafello.


"Gak. Nanti lo itungin lagi sama hutang gue yang tadi. Gak mau, males. Lo mata duitan," ucap Ayu.


"Cakep lo kayak gitu?" Tanya Ayu.


"Jelas, cuma lo belum sadar. Soalnya masih ada dia di hati dan pikiran lo," ucap Rafello. Lagi lagi perkataannya itu benar.


"Sotoy lagi," ucap Ayu.


"Gue tahu semua hal tentang lo Ayu Azahra. Anak dari Panji dan Zahra. Pemilik restoran yang sudah memiliki banyak cabang. Right?" Tanya Rafello.


Plak


Tanpa segan dan tanpa malu Ayu menggeplak bahu Rafello yang kebetulan berada dekat dengan tangannya.


"Penguntit ya lo?" Tuduh Ayu. Ia sampai menunjuknya dengan jari telunjuknya.


"I am," ucap Rafello. Ia menggigit telunjuk Ayu yang sedang menunjuknya.


"NAJ*S JOROK BANGET LO!!" ucapnya berteriak.


"Sttt, kalo aja lo bukan sahabat kakak ipar gue, udah gue lahap habis bibir lo detik ini juga," bisik Rafello.

__ADS_1


Ayu kembali merinding. Kali ini merindingnya cukup berbeda karena Rafello berbisik di telinganya seperti setan.


*author ngabrut ngetiknya😭😭✋️


"Udah, lo mau bantuin gue gak? Sekalian gue tegasin juga sama tuh cowok kalo gue gak gamon," ucap Ayu.


"As your wish my girl," ucap Rafello. Ia pun melepaskan tangannya yang sejak tadi menahan tubuh Ayu agar tidak menjauh. Ia juga menekan tombol di samping kemudi agar kursi Ayu bergeser ketempatnya.


Kompak, mereka membuka seatbelt bersamaan dan keluar dari dalam mobil.


Sepertinya ini cara terbaik Ayu agar Dimas tidak lagi menghubunginya. Dia sudah tahu jika Dimas juga mencintainya namun ia juga mencintai gadis lain.


Ayu sedikit senang karena cintanya terbalaskan namum sangat kecewa karena keegoisan Dimas yang mencintai dua wanita sekaligus.


Ayu memang bukan pemenangnya, namun dengan menjauh dan merelakan Dimas dengan perempuan lain itu sudah lebih dari kemenangan untuk Ayu.


Meskipun kemenangannya ini harus disertai kesedihan dan air mata.


Rafello sebenarnya sudah mencari tahu tentang gadis ini. Ia menjadi tertarik sekali setelah membaca informasi tentang gadis ini dari bawahannya.


Rafello merentangkan tangannya, mengkode pada Ayu agar ia datang dan masuk ke dalam rangkulannya.


Sebenarnya Ayu ogah sekali. Namun demi kelancarannya membuat Dimas percaya dan pergi serta tidak mengganggunya lagi, Ayu rela melakukannya.


"Loh, Yu. Sama siapa kamu?" Tanya Dimas.


"Dia cowok aku Dim. Kenalin, Rafello Natapraja," ucap Ayu.


"Dimas," ucap Dimas memperkenalkan dirinya.


"Ada keperluan apa datang ke rumah pacar gue?" Tanya Rafello sinis.


"Gue temennya. Ada yang mau gue obrolin sama dia," ucap Dimas.


"Yaudah ngobrol disini aja," ucap Rafello.


Dimas menghela nafasnya. Niatnya datang jauh jauh kesini itu untuk berbicara berdua dengan Ayu.


"Kamu yakin dia pacar kamu? Aku kok gak yakin," ucap Dimas.


"Yakin atau enggaknya lo, itu kan bukan urusan lo Dim. Yang jelas lo gak usah tahu tentang gue lagi. Mending lo urusin pacar lo aja sana. Dan stop hubungin gue," ucap Ayu.


"Aku kesini karena khawatir sama kamu. Kenapa kamu gak pulang ke Bandung lagi padahal besok kita udah mulai masuk kuliah," ucap Dimas.


"Just info, gue gak kuliah disana lagi," ucap Ayu membuat Dimas mematung tak percaya.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2