My Little Wife

My Little Wife
Ep. 122 >>> Next


__ADS_3

Zico melempar senyum terbaiknya ke arah gadis itu, yang tak lain adalah sepupunya sendiri, anak dari adik Mamanya.


Wanita dengan nama lengkap Monica Stella, dan biasa disapa dengan panggilan Ella itu sudah 3 tahun ikut bersama Tante Ema. Setelah ibu dan ayah nya meninggal karena kecelakaan, ia akhirnya tinggal bersama Tante Ema. Sekaligus membantu Tante Ema mengurus resort.


"Bagaimana persiapannya?" Tanya Zico pada Ella, karena ia yang bertugas mempersiapkan acara ulang tahun Tante Ema kali ini.


"Sudah 95%." Imbuhnya dengan semangat.


"Apa kau yakin tidak butuh bantuan ku?"


"Tentu saja, akan aku buktikan padamu. Aku bukan lagi gadis kecil yang selalu meminta bantuan darimu!" Ella terkekeh pelan. Sambil membanggakan dirinya. Gadis yang berusia 19 Tahun itu, yang kini sedang menempuh perguruan tinggi memang sangat dimanjakan Zico. Kedekatan di antara keduanya bak Adik dan Kakak kandung.


"Dasar!" Tingkahnya membuat Zico ikut terkekeh, dan tidak tahan untuk tidak mengacak puncak kepala Ella.


"Yasudah kalau gitu, Mama balik keruangan Mama dulu. Mama pikir Lea ikut dengan mu hari ini kesini." Imbuh Tante Ema tanpa semangat, ia sudah sangat merindukan menantunya itu. "Tante tinggal dulu ya, El." Lanjut Tante Ema sambil menepuk pelan lengan Ella, setelah itu berlalu pergi.


"Iya, Tan." Jawab Ella.


"Ayo, temani aku sarapan." Sambil merangkul Ella.


"Sarapan? Apa kau tidak sarapan dirumah?" Tanya Ella, sambil pasrah dengan perlakuan Zico. Ia hanya mengikut saja.


"Nggak enak sarapan sendirian."


"Lalu istrimu?"


"Tadi dia bangun agak telat, jadi aku langsung berangkat saja. Biar dia bisa melanjutkan tidurnya, mungkin dia masih lelah. Maklum, kan lagi hamil."

__ADS_1


"Ternyata gak enak ya jadi ibu hamil."


"Nanti kau pasti juga merasakannya."


"Haha.. Nggak ah!"


"Loh kok nggak?" Zico menarik kursi untuk Ella, mempersilahkan gadis itu duduk sesampainya mereka di restoran resort.


"Nggak aja."


"Memangnya kau tidak mau punya anak?" Tanya Zico serius.


"Tidak!"


"Why?" Zico merasa penasaran, mengapa Ella bisa berfikiran untuk tidak mau punya anak.


"Kemana?"


"Nanti juga tahu." Ella memanggil salah seorang pelayan. "Ayo cepat pesan!" Lanjutnya pada Zico, setelah pelayanan sudah datang menghampiri meja mereka.


*


*


Grrttt ...


"Maaf saya permisi sebentar.." Imbuh Zico, disaat dirinya sedang ikut menemani Ella datang untuk mengambil gaun milik Tante Ella disebuah butik langganan Tante Ella. Gaun yang akan beliau kenakan di malam pesta nanti. Zico bangkit dari tempat duduknya, lalu keluar dari ruangan sang desainer.

__ADS_1


"Iya Lea." Jawabnya ketika mengangkat panggilan telpon dari Azalea.


"Apa kau sudah menjemput Queen?" Tanya Azalea, yang sudah menunggu cukup lama dirumah. Namun Zico tak kunjung membawa Queen menemui dirinya, seperti yang dikatakan Zico.


Zico menepuk jidatnya, dia benar-benar lupa.


"Maaf sayang aku lupa."


"Memangnya kamu lagi dimana sekarang? Apa masih sibuk?"


"Aku lagi ambil gaun Mama di butik langganannya."


"Apa masih lama pulangnya?"


"Hemm..." Zico melirik ke arah jam dipergelangan tangannya. Ia tidak dapat memastikan, kapan dia akan pulang.


"Apa masih lama, Zic?" Azalea mengulangi pertanyaannya, karena tidak mendapatkan jawaban pasti dari Zico.


"Ayo, aku udah selesai." Ella menghampiri.


Sedangkan diseberang telpon sana, Azalea langsung mengernyitkan keningnya. Ketika mendengar suara wanita yang cukup asing baginya.


"Nanti aku hubungi lagi, bye sayang!" Zico langsung mematikan panggilan telpon itu.


Dan itu justru membuat Azalea semakin penasaran.


>>>TO BE CONTINUED<<<

__ADS_1


__ADS_2