
"Sebentar..." Dengan sebelah tangan yang di angkat mengarah ke Zico yang berada disampingnya. Azalea dengan cepat kembali berbalik mengangkat dress nya dengan kedua tangannya lalu bergegas menuju kamar mandi. Tiba-tiba saja rasa mualnya melanda di waktu yang tidak tepat.
Padahal ia sudah siap berangkat ke Resort, menghadiri acara itu.
"Apa kau baik-baik saja?" Zico yang langsung mengikuti Azalea, dengan lembut mengusap punggung Azalea yang sedang memuntahkan isi perutnya.
Benar saja, setelah muntah Azalea pasti akan merasa lemas. "Sebaiknya kau pergi duluan saja." Imbuhnya sesaat setelah keluar dari kamar mandi.
Sedangkan Zico, tak menanggapinya. Setelah menuntun Azalea untuk duduk disofa. Ia pergi untuk menuangkan air minum untuk Azalea.
"Minum dulu." Menyodorkan segelas air mineral.
Azalea menerima dan hanya meminumnya seteguk. Mulutnya masih terasa sangat pahit.
"Nanti aku menyusul." Lanjut Azalea lagi.
"Apa kau ingin istirahat saja?" Alih-alih menjawab, Zico justru mengajukan pertanyaan pada Azalea.
"Kau?"
"Aku akan menemani mu."
"Lalu acaranya?"
"Tidak apa-apa jika kita tidak menghadirinya. Mama pasti akan mengerti." Zico meraih kembali gelas yang masih berada di genggaman tangan Azalea. Lalu meletakkan nya di atas nakas. Setelahnya ikut duduk disamping Azalea.
__ADS_1
"Tidak mungkin, kita jauh-jauh pulang kesini justru untuk menghadiri acara ulang tahun Mama. Sebentar, tunggu rasa mualnya hilang. Setelah itu kita berangkat."
"Jangan di paksakan jika tidak sanggup."
Azalea mengangguk pelan.
*
*
"Apa Zico belum datang, El?" Tanya Tante Ema, pada Ella. Yang sedang begitu sibuk mempersiapkan pembukaan acara.
"Mungkin sebentar lagi sampai, Tan." Sambil melirik ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Tapi acaranya akan segera dimulai. Apa sudah kau coba hubungi?"
"Baiklah, cepat hubungi. Dan suruh dia cepat datang kesini!" Tante Ema menekankan, setelah nya berlalu pergi. Menemui para tamu penting yang mulai berdatangan.
Ella langsung merogoh ponsel dari saku celana nya. Lalu menghubungi Zico, sesuai permintaan Tante Ema.
Namun, tak ada jawaban.
Ella berhenti di panggilan kedua yang masih belum juga ada jawaban. Ia kembali memasukkan ponselnya kedalam saku celananya, lalu menghampiri MC yang akan memandu acara itu hingga akhir nantinya. Ada beberapa hal yang harus ia sampaikan pada MC tersebut.
*
__ADS_1
"Happy birthday Tante." Imbuh Biandra yang baru sampai, dan ditemani Queen. Yang juga tidak lupa mengucapkan selamat kepada Tante Ema.
"Happy birthday Oma." Sambil menyodorkan kado kepada Tante Ema.
"Terimakasih, Queen sayang.." Tante Ema mengecup kedua pipi Queen. Dan menerima kado pemberiannya.
"Terimakasih Bian." Ucap Tante Ema kembali, dengan senyuman terbaiknya ke arah Biandra.
Biandra mengangguk pelan, setelah itu berlalu bersama Queen. Menuju ke arah Tante Yuanita, yang sudah lebih dulu datang.
"Ma.." Panggil Biandra, pada Tante Yuanita yang sedang begitu sibuk berbincang dengan salah satu kenalannya disana.
"Eh, Bian. Kau sudah datang." Tante Yuanita menoleh. "Oh iya sist. Kenalin, ini anak ku." Dengan bangga ia memperkenalkan Biandra pada kenalannya itu.
"Jadi ini ya CEO nya NR Group." Sambil menyodorkan tangannya ke arah Biandra.
Biandra membalas jabatan tangannya dengan tersenyum ramah.
"Kenalin juga dong sama anak gadisnya." Imbuh Tante Yuanita semangat.
"Oh iya, sebentar." Wanita paruh baya itu berlalu, berniat memanggil anak gadisnya yang sedang mengobrol dengan teman-teman sebayanya. Ia tak kalah semangat nya dibanding Tante Yuanita untuk memperkenalkan Anaknya dengan Biandra.
Jelas saja!
Kabar perceraian Biandra dan statusnya yang menyandang duda, menjadi hal yang di syukuri oleh beberapa orang. Beberapa ingin mendekatinya untuk dijadikan istri. Beberapa lagi, ingin menjadikannya menantu.
__ADS_1
Dengan wajah rupawan dan kekayaannya, tidak mungkin tidak ada yang tertarik dengannya.
^TO BE CONTINUED^