My Little Wife

My Little Wife
Bab 298 : Permen Lunak


__ADS_3

Happy reading♡


Kavin sangat menikmati permennya saat ini. Bukan permen manis atau pun permen rasa lain. Permen ini tidak berasa dan sangat kenyal. Hanya saja jika di gigit akan membuatnya kena geplakan dari istrinya. Permen yang sering Kavin em*t tidak dijual di pasaran. Permen ini hanya ada satu di dunia. Dan Kavin sangat beruntung memilikinya.


Permen ini tidak akan habis. Ukurannya sangat besar dan juga sangat kenyal seperti squishy. Permennya hanya ada dua. Kiri dan kanan saja.


Saking asiknya mengem*t permen itu, ia sampai tak sadar sudah ada air berwarna putih pucat keluar dari permen itu dan masuk ke dalam mulutnya. Permen yang satunya tidak menganggur. Sejak tadi ia dengan intens bermain disana. Merem*s bahkan memelin*irnya. Sampai membuat istrinya mendesis dan memejamkan matanya sesekali.


Saat sedang asik menikmatinya, tiba tiba ia tersadar karena ada rasa aneh yang ia rasakan. Rasanya, sulit dijelaskan. Awal awal masih sedikit jadi Kavin tetap menempel pada squishy milik istrinya. Namun lama lama, semakin deras. Mungkin karena Kavin terlalu kuat menghis*pnya.


Uhukk.. uhuk...


Meskipun sudah terbatuk batuk, Kavin tetap memasukan squishy itu pada mulutnya. Ashel yang sedang menonton pun menolehkan kepalanya ke bawah saat mendengar suaminya terbatuk batuk.


"Pelan pelan mas, kan gak ada asinya. Kok kamu batuk," ucap Ashel.


Uhukk... uhukk...


"Ada airnya yang. Rasanya aneh, tadi awal awal cuma dikit. Tapi makin kesini makin banyak," ucap Kavin. Ia kembali memasukannya ke dalam mulutnya.


"Air? Air apa mas? Masa iya keluar air. Ngawur kamu," ucap Ashel.


Ia pun kembali fokus pada laptop. Disana masih menayangkan film barbie. Ashel masih terlihat biasa saja dan belum merasakan apapun. Namun tiba tiba ia meringis.


"Sshhh, mas. Kok sakit," ucap Ashel. Ia mengelus kepala suaminya. Ia juga memejamkan matanya. Kenapa jadi sakit? Biasanya suaminya menyus* padanya tidak pernah ia meraskan sakit seperti ini.


"Sakit?" Tanya Kavin. Ia melepas bibirnya dari squishy istrinya. Tiba tiba muncr*t sebuah air putih pucat ke wajah Kavin. Cukup banyak sampai membuat kasur mereka terkena air itu.


"ASTAGA YANG. YANG. ITU AIR APA? KOK KAYA SUSU SIH?" Tanya Kavin heboh.

__ADS_1


Ashel menghela nafasnya. Ternyata asinya sudah keluar banyak. Padahal semalam hanya sedikit.


"Asinya udah keluar mas. Tadi kamu minum asi aku," ucap Ashel. Ia bangun dan berjalan ke meja rias untuk mengambil tissue dan mengelapnya. Sedangkan Kavin terdiam. Ia speechless. Ternyata rasa asi seperti itu.


"Kamu kenapa?" Tanya Ashel. Ia berjalan ke arah suaminya dan menghapus sisa asi yang ada di mulut suaminya.


"Ayang, aku minum asi kamu? J-jadi gitu rasanya asi?" Tanya Kavin.


"Emang rasanya gimana?" Tanya Ashel. Ia menahan senyumnya saat melihat wajah cengo suaminya.


"Aneh yang. Kayak gak ada rasanya, tapi lama lama ada rasanya. Cuma aku gak tahu itu rasa kayak apa. Susah banget di deskripsikan," ucap Kavin.


"Yaudah gak papa. Itung itung obat buat kamu biar gak mesum mesum banget. Katanya asi istri kalo keminum sama suami itu jadi obat. Katanya ya, gak tahu bener apa enggaknya," ucap Ashel.


"Ya elah yang. Kalo gak mesum kan gak jadi itu si kembar," sindir Kavin.


"Mana bisa. Aku mau main sepuasnya sama mereka sayang mah ah, tidur lagi sini. Gak bisa. Itu punya aku," ucap Kavin. Ia kembali menidurkan istrinya dan kembali memasukan puti*g istrinya ke dalam mulutnya. Kavin bahkan memeluk pinggang Ashel. Tidak bisa erat karena ada bayi bayinya.


Ashel sendiri hanya bisa membiarkan suaminya seperti itu. Jika Ashel memaksa untuk menyudahinya bisa bisa Kavin merajuk. Dan merajuknya Kavin itu sangat sulit di bujuk.


Dulu, sebelum ada si kembar. Ashel pernah membuat Kavin merajuk. Suaminya sangat pendiam. Bahkan ia tidak ke kantor seharian dan malah bermalas malasan diatas kasur. Bahkan Kavin juga tidak mau makan sebelum keinginannya terpenuhi.


Ya kalian tahu lah maunya Kavin itu seperti apa. Yap, ranjang.


Hal itu juga karena kesalahan Ashel sampai membuat suaminya kesal dan marah. Entah apa kesalahan yang di buat Ashel waktu itu. Ashel pun meminta maaf dan langsung setuju menerima permintaan suaminya agar dimaafkan.


Selama lebih dari tiga hari Ashel tidak dibiarkan keluar kamar. Bahkan makan pagi, siang, dan malam diantar ke depan pintu. Ashel hanya boleh berkeliling di sekitar kamar.


Setelah kejadian itu juga, Ashel tidak bisa berjalan dan selalu menangis ketika ia ingin pipis. Bahkan Ashel menahannya sampai ia sakit perut.

__ADS_1


Siapa yang sanggup melakukan having s*x selama tiga hari? Meskipun memang di jeda karena mereka banyak tertidur setelah melakukannya. Setiap kali meminta hal itu, tak tanggung tanggung Kavin meminta empat sampai enam ronde. Bahkan saat mereka melakukan malam pertama pun, hampir sepuluh ronde dilewati. Alhasil, Ashel di gendong kemana mana oleh Kavin.


"Pelan pelan sayang. Rem*snya jangan kuat kuat, sakit," ucap Ashel.


"Hmmm."


Kavin hanya bergumam dan kembali melanjutkan kegiatannya. Sedangkan Ashel tidak bisa fokus pada film di depannya, jujur saja meskipun Kavin melakukan itu pelan pelan. Tapi hanya sesaat saja. Sisanya Kavin semakin beringas. Perasaan Ashel juga sudah tidak karuan. Karena tindakan Kavin, membuatnya jadi terangs*ng.


Nafas Ashel memberat dan Kavin tahu hal itu. Sudah pasti istrinya akan seperti itu. Kavin memang sengaja melakukan hal seperti ini agar istrinya terangs*ng dan mau melakukan hubungan itu.


Tangan Kavin tidak memeluk Ashel lagi. Justru saat ini sudah turun ke bawah tepatnya ke bawah si kembar. Mengusap milik istrinya yang ternyata sudah bas*h.


"Mass," ucap Ashel tertahan. Ia tidak bisa menahan desah*nnya saat tangan suaminya sudah masuk ke dalam cel*na dal*m miliknya. Mengusap lembut dengan gerakan sensual.


Kavin melepaskan puti*g istrinya, "Jangan ditahan sayang. Keluarkan saja."


Ashel yang sudah tidak tahan lagi pun langsung mendes*h saat tangan suaminya sudah bergerak.


"K-kamu s-seng-ngaja?" Tanya Ashel.


Kavin tersenyum miring. Ia kemudian melepaskan tangannya dari milik istrinya dan mendorong lembut tubuh istrinya agar terlentang.


"Kamu tahu aku kayak gimana sayang. Aku gak akan minta tapi akan langsung membuat kamu menyetujui hal yang aku inginkan. Satu ronde? Oke, tidak apa apa. Tapi setelah si kembar lahir, jangan harap kamu bisa kabur dari aku," bisik Kavin. Ia pun menyambar bibir istrinya yang sudah menjadi candu baginya. Sangat manis sekali.



Tbc.


Ngefell ga?

__ADS_1


__ADS_2