My Little Wife

My Little Wife
Bab 304 : Bertemu Orang Banyak


__ADS_3

Happy reading♡


Setelah acara tukar cincin selesai, kini dilanjutkan dengan acara makan makan. Sejak tadi Ashel tidak bisa kemana mana karena Kavin terus menahannya. Padahal ia sangat ingin bergabung dengan teman temannya. Terutama Ajeng dan Didi.


Saat ini, Kavin sedang mengobrol dengan salah satu rekan kerjanya yang sengaja diundang ke acara ini. Sejak tadi pula, Kavin tjdam melepaskan genggaman tangannya.


Ashel hanya diam saja. Ia tidak bisa berbuat apa apa karena suaminya menahannya. Padahal ia sangat ingin menyapa teman temannya. Tadi Kavin hanya bilang ia harus menjaga Ashel dan bayi bayinya. Memang Kavin semakin posesif dan protektif setelah Ashel mengalami kejadian kejadian mengerikan yang pernah dialaminya.


"Baiklah tuan Aegis, saya permisi dulu. Sepertinya istri saya ingin menyapa teman temannya," ucap Kavin.


"Silahkan tuan Kavin," ucapnya.


Kavin mengangguk dan pergi dari sana menggandeng tangan istrinya. Seketika senyum lebar terpatri di wajah istrinya. Kavin juga ikut tersenyum.


"Mau kemana dulu?" Tanya Kavin.


"Ajeng sama Didi dulu mas. Aku penasaran mereka kok udah momong anak," ucap Ashel. Kavin mengangguk dan berjalan mengikuti istrinya untuk bertemu teman temannya.


Ashel celingukan mencari keberadaan Ajeng dan Didi. Entah dimana kedua mahluk itu berada.


"Tuh temen kamu yang kamu cari lagi makan. Mau disamperin aja?" Tanya Kavin. Ashel menganggukan kepalanya. Ia pun menarik tangan suaminya berjalan ke arah meja Didi dan Ajeng.


"Ajeng, Didi," sapa Ashel saat ia sudah berada di meja mereka berdua.


Ajeng yang sedang makan seketika tersedak bukan main saat namanya disebut. Apalagi saat melihat siapa yang memanggilnya.


"Kak Bri?" Ucap Ajeng.


"Iya gue. Kenapa? Kok kaget," ucap Ashel.


"Gue gak ngenalin lo sumpah kak, gue kira tadi lo gak dateng ke acara Ayu. Kok lo makin cantik aja sih kak!!" Ucap Ajeng.


Ashel hanya tersenyum. Tatapannya kemudian beralih pada anak yang sedang di pangku oleh Didi. Ia kemudian melirik ke arah Ajeng untuk meminta penjelasan.


"Gue udah nikah sama kak Didi kak. Dia suami gue. Kak Didi emang masih kuliah tapi dia nekat nikahin gue karena gak suka ada cowok lain yang deketin gue. Niatnya mau tunda kehamilan, eh malah kebobolan. Ya udah lima bulan yang lalu gue brojolan anak," jelas Ajeng.

__ADS_1


"Kok lo gak ada kirimin gue undangan? Lupa sama gue?" Tanya Ashel.


"Bukan kak. Gue sama kak Didi emang udah niat mau undang lo waktu itu. Tapi kata Ayu lo lagi mabok hamil, jadi ya udah deh gue gak jadi undang lo. Lagian lo kan orang sibuk," ucap Ajeng


"Padahal kalo lo undang gue pasti dateng. Tapi syukur deh Jeng kalo lo ternyata jagain jodoh lo sendiri. Anaknya lucu banget," ucap Ashel.


"Iya kak. Lo juga lagi hamil kan? Sejak masuk tadi gue kira laki lo nikah sama orang lain. Tahunya itu elo. Sumpah kak lo beda banget. Makin cantik," ucap Ajeng. Ia terus terusan memuji kecantikan Ashel.


Apa yang diucapkan oleh Ajeng memang ada benarnya. Wajah Ashel sedikit berubah. Entah ini karena hormon hamil atau apa. Ashel tidak tahu.


"Berapa bulan Shel?" Tanya Didi.


"Jalan tujuh Di. Doain ya semoga nanti persalinannya lancar," ucap Ashel.


"Aamiin," ucap Didi dan Ajeng.


"Nikmatin pestanya. Gue harus nyapa yang lain juga," ucap Ashel. Didi dan Ajeng mengangguk.


Ashel dan Kavin pun berjalan pergi dari sana meninggalkan Ajeng dan Didi. Ashel berjalan menggandeng tangan suaminya untuk mengunjungi meja Yuta dan kawan kawannya yang lain.


"Widih, widih, meja kita kedatangan sultan nih," ucap Rita saat melihat Ashel berjalan ke arah mereka.


"Halah, merendah untuk di sleding!! Itu cafe banyak cabangnya ape Shel? Bangunan doang? Gak ngasilin duit? Yakali," ucap Rita. Memang benar, kini Sash Cafe kini tidak hanya memiliki dua cabang. Namun sudag ada beberapa cabang di daerah Jabodetabek.


"Mas aku mau sama mereka. Janji kok aku gak bakalan aneh aneh. Kamu mending makan dulu sana, aku kan udah makan tinggal kamu," ucap Ashel.


"Tapi yang-,"


"Im fine papi. Dont worry. Disini banyak orang, aku yakin gak bakalan ada yang aneh aneh. Bodyguard kamu kan banyak juga yang nyamar jadi tamu undangan," bisik Ashel. Ia bermaksud untuk mengusir suaminya agar acara mengobrol dengan teman temannya lebih santai.


"Ya udah. Tapi mas gak jauh jauh dari kamu ya?" Ucap Kavin. Ashel mengangguk sekilas. Kavin pun pergi meninggalkan istrinya bersama teman temannya. Namun sebelum pergi, Kavin sempat mencium punggung tangan istrinya. Membuat semua teman temannya yang melihat itu memekik terkejut.


"Papi lihatin mami dari sana," ucap Kavin.


"Iya mas."

__ADS_1


Kavin pun pergi meninggalkan Ashel dan teman temannya. Ashel duduk di kursi yang masih kosong yang ada disana.


Sejak tadi ia dan suaminya jadi pusat perhatian. Bahkan teman temannya juga sejak tadi menonton adegan interaksi Ashel dengan suaminya seperti menonton drama korea.


"By the way, lo hamil kembar ya? Gede banget," ucap Yuta.


Ashel mengangguk.


"Ya allah, lo cakep suami lo cakep. Nanti anak lo secakep apa anjir. Mau dong jadi istri anak lo kalo nanti cowok," ucap Rita.


"Yang ada kamu udah tua banget kali buat anak Ashel Rit. Udah nyari yang lain aja," ucap Yasmin.


"Tahu lo Rit, ngadi ngadi," ucap Feli.


Mereka pun saling bertukar cerita. Lebih tepatnya menjadi wartawan dadakan. Menanyai Ashel berbagai pertanyaan. Maklum, sudah lama sekali mereka tidak berkumpul seperti ini. Karena memang Ashel jarang pulang ke Indonesia setiap libur semester.


"Udah berapa bulan bun?" Tanya Yuta.


"Jalan tujuh Yut," ucap Ashel.


"Terus nanti kalo udah efektif kuliah lagi, lo bakalan ke Boston lagi?" Tanya Rita.


"Gak tahu. Gue belum ada bahas soal itu sama suami. Gue maunya sih gitu," ucap Ashel.


"Ya padahal ambil home scolling aja dulu Shel. Nanti kalo kandungan lo udah gede, lo pasti bakalan cepet kelelahan meskipun cuma jalan beberapa meter aja. Apalagi lo bawa dua anak sekaligus," ucap Feli.


Ada benarnya juga. Bahkan saat ini pun Ashel sudah kesusahan. Entah nanti jika sudah memasuki bulan ke delapan ia akan sesusah apa membawa anak anaknya.


"Bener sih apa yang lo omongin. Tapi gak tahu deh, lihat nanti aja," ucap Ashel.


"Kita semua seneng banget Shel ketemu kamu lagi. Kamu makin cantik aja, kirain tadi kamu lupa sama kita kita karena gak nyamperin," ucap Yasmin.


"Ada laki. Susah jadinya mau samperin kalian langsung," ucap Ashel.


__ADS_1


Tbc.


1 bab dulu. Nanti kita crazy up pelan pelan👍


__ADS_2