
Happy reading♡
Sore harinya, Ashel dan ketiga bayinya benar benar diperbolehkan pulang untuk Lupita. Namun Ashel masih harus cek up setiap satu minggu satu kali pasca operasi caesar.
Lupita membantu menggendong anak Ashel masuk ke dalam mobil. Ternyata mobil yang digunakan untuk menjemput si kembar benar benar berbeda dari biasanya. Di bagian kursi penumpang, benar benar dipasangkan kasur untuk Ashel dan ketiga anaknya.
Ashel pun masuk bersama anaknya juga Kavin. Kavin membawa mobilnya sendiri sedangkan Rafello nuga ikut nebeng. Dia ikut duduk di sebelah Kavin.
Waktu tempuh dari rumah sakit menuju ke mansion mereka sekitar dua puluh menit.
Saat mereka sampai, Nata dengan Ningrat langsung sibuk ingin memangku cicit mereka. Nata memangku si adik sedangkan Ningrat memangku si abang. Si kakak sendiri dipangku oleh Prabu. Ashel sendiri digendong suaminya masuk ke dalam rumah, lebih tepatnya ke kamar mereka.
Ashel di dudukan di atas kasur miliknya. Seperti biasa, si abang dan si adek menangis. Berbeda dengan si kakak yang kalem. Mau tak mau Kavin mengusir mereka semua yang masuk karena istrinya akan memberikan asi. Dua sekaligus asi milik Ashel disedot anak anaknya. Kavin menahan badan si abang.
Diluar kamar Kavin memang tersedia sofa keluarga. Semua keluarga sedang duduk disana. Termasuk si kakak yang ikut bergabung bersama pasukan senior, yaitu kakek, nenek, dan buyut buyutnya.
"Kakak emang paling kalem kayaknya ya dibanding abang sama adek. Dari kemarin kakak cuma tidur aja ya," tanya Anna. Ia duduk disebelah ayah mertuanya dan bertanya pada bayi itu.
"Kalem kayak maminya pasti. Abang kan gak kalem," ucap Fello.
"Bener itu," ucap Sarah.
"Tapi siapa nama anak anak lucu ini?" Tanya Ningrat.
"Rencananya hari ini Kavin akan memberitahu kita semua," ucap Nata.
"Yah, padahal aku ingin memberikan nama pada cicit cicit ku," ucap Ningrat.
"Mau bagaimana lagi, yang lebih berhak kan orang tuanya," ucap Prabu. Ia pun memberikan si kakak pada Anna.
Kavin keluar dan meminta mereka semua masuk. Si kakak sudah dipangku ayahnya sedangkan si abang dan adek dipangku maminya.
"Maaf yah Kavin harus kumpulin kalian disini," ucap Kavin.
"Gak papa bang, sumpah gak papa. Kamar lo sama kakak ipar nyaman banget," ucap Fello.
Kavin mendelik pada Fello. Adiknya itu selalu saja memyahut ketika dirinya berbicara.
__ADS_1
"Kavin dan Riana sudah menyiapkan nama untuk anak anak kami. Mungkin kalian juga sudah ingin mengetahuinya," ucap Kavin.
"Untuk si abang, diberi nama Kairav Atlas Natapraja."
"Si kakak, diberi nama Kalingga Alister Natapraja."
"Dan si cantik bungsu, diberi nama Briella Sashel Natapraja," ucap Kavin.
"Nama yang sangat bagus Kav. Mama menyukainya," ucap Sarah.
"Kairav, Kalingga dan Briella. Nama anak anak kalian semua berinisial nama depan kalian?" Tanya Prabu.
"Iya grandma, Riana memang meminta hal itu pada mas Kavin. Untuk nama belakang, mereka ikut marga papinya. Dan khusus untuk si cantik, karena kami belum menyiapkan nama perempuan, jadi waktu itu Riana spontan saja mengatakan hal itu pada mas Kavin, tahunya memang benar benar diberikan nama itu," jelas Ashel.
"Terimakasih oma," ucap Ashel.
"Nanti kalo mereka udah mau masuk sekolah, apa boleh salah satu dari mereka tinggal sama grandma? Grandma mohon," ucap Ningrat. Prabu menghela nafasnya. Istrinya ini lagi lagi berulah. Sudah cukup Riana waktu itu dibuat stress akibat ulahnya.
"Maaf grandma, bagaimana pun mereka anak kembar. Bahkan tali ari ari mereka menyatu. Perasaan mereka bertiga sudah pasti terhubung. Jika salah satu diasuh oleh grandma, salah satu dari mereka pasti akan merasa kehilangan. Lagi pula Riana bisa mengurus mereka," ucap Ashel. Tentu saja sebagai seorang ibu, ia tidak mau anaknya memiliki pengalaman yang sama sepertinya.
"Iya ma, Adi juga akan menolak keinginan mama. Bagaimana pun sudah cukup Riana waktu itu. Hal itu tidak akan terulang lagi untuk cucu cucu Adi," ucap Adi.
"Itu benar. Biarlah mereka besar dengan orang tua mereka," ucap Prabu. Ia menyela lebih dulu agar istrinya diam. Sedangkan Ningrat hanya menghela nafasnya.
Nata dan Sarah saling pandang. Sarah hanya menggidikan bahunya tidak tahu.
"Hei, cucu cucu tampan dan cantik nenda Sarah, nenda punya hadiah buat kalian," ucap Sarah. Dia mengeluarkan tiga sepatu bayi dari brand sama dan motif yang sama.
"Astaga ma, ini lucu sekali," ucap Ashel.
"Iya dong, mama sengaja paksa Tieani untuk membuat sepatu ini khusus untuk cucu cucu nenda," ucap Sarah.
__ADS_1
"Nenda Anna juga punya hadiah buat kalian," ucap Anna. Ia mengeluarkan sweater rajut dengan bahana sutra yang sangat lembut. Swater itu berwarna sama. Warna biru langit dan putih untuk si cantik.
Semuanya bercengkrama dan saling berbicara di kamar utama milik Ashel dan Kavin mereka juga memberikan kado dan hadiah untuk bayi bayi mungil itu.
Sampai pada akhirnya mereka semua harus keluar karena si kembar harus segera tidur lagi.
Ashel meminta si kembar tidur di kasur miliknya dan Kavin. Kavin tidak masalah, toh kasur ini juga sangat besar dan lebar. Kavin tiduran di sebelah Kairav sedangkan Ashel tiduran di sebelah Briella.
"Mereka gemes banget ya mas. Gak nyangka aku yang ngelahirin mereka semua," ucap Ashel.
"Apalagi mas, mas gak nyangka banget bisa gol-in tiga bayi sekaligis ke perut kamu. Mungkin efek dari sering main kali ya yang?" Tanya Kavin.
"Gak tahu juga. Tapi alhamdulilah banget langsung dapet tiga. Kan nanti gak perlu buat anak lagi," ucap Ashel membuat Kavin melotot.
"Mana bisa yang?! Bikin harus sering sering. Kalo buat dijadiin anak jangan dulu. Tunggu mereka besar dulu, kasihan kalo enggak keurus semuanya kan," ucap Kavin.
"Kamu ini, udah jadi papi juga masih gak mau kurang jatah ranjangnya," ucap Ashel tak habis pikir.
"Ya jelas lah yang, junior aku harus masuk ke sarangnya tiap hari. Sekarang juga aku harus puasa selama empat puluh hari," ucap Kavin. Ia merentangkan tubuhnya menatap ke arah langit langit kamarnya.
Sedangkan Ashel tersenyum kecil. Ia meraih tangan suaminya dan mengelusnya.
"Aku bantu kamu nanti. Kan sehabis empat puluh hari, kamu bakalan hajar aku habis habisan kan?" Tanya Ashel membuat senyum terbit di wajah suaminya.
Kavin pun beranjak dari tempatnya mendekat ke arah istrinya. Sebelum pergi ia juga menyimpan bantal disamping tubuh Kairav.
"Tahu aja yang bikin aku seneng apa. Siap siap aja ya sayangnya aku," ucap Kavin.
Kejadian selanjutnya kalian tahu sendirilah.
Tbc.
Ramein ya, otw 1m. Doain ada rezeki biar bisa bagi bagi😊🙏
O iya, mampir ke cerita aku yg ini yaaa. Linknya :
https://mangatoon.mobi/id/one-night-with-mr-z?content\_id\=2722312
__ADS_1