My Little Wife

My Little Wife
Bab 214 : I Want You


__ADS_3

Ramein ya guysss. Vote komen


.


.


.


Happy reading♡


Ashel menahan kepala suaminya yang hendak masuk ke dalam kaos oversize yang ia gunakan.


"Mas jangan ih, geli," ucap Ashel. Namun sepertinya suaminya ini tidak mendengarkannya. Kavin malah merangsek masuk ke dalam kaos itu.


"Gak mau, salah siapa kamu timpa wajah aku. Ya aku kan jadi pengen," ucap Kavin dari dalam kaos.


"Dasar mesum," ucap Ashel. Kavin hanya terkikik geli mendengar ucapan istri kecilnya ini.


Matanya menatap binar benda yang ada di atas wajahnya. Sangat besar dan berisi.


Ashel membiarkannya, toh yang melakukan ini adalah suaminya sendiri. Ia lebih asik menikmati buah buahan yang tersisa sedikit.


Sedangkan di dalam kaos, Kavin menaikan wajahnya sehingga berhadapan langsung dengan squishy milik istrinya.


Ia menciumnya namun lambat laun ia mulai memasukan squishy itu ke dalam mulutnya.


"Masshhh," ucap Ashel menahan desah*nnya.


"Hmmm," gumam Kavin karena mulutnya sudah penuh dengan squishy milik istrinya.


Tangan Kavin tentu saja tidak menganggur, tangannya terangkat ke sebelah squishy milik istrinya. Merem*s bahkan mem*lintirnya.


Kaos Ashel sudah diangkat oleh Kavin. Kini ia dengan leluasa bisa melihat semuanya. Sangat indah.


"Mas-sh nan-ti ad-a or-ang," ucap Ashel terbata.


"Gak akan," ucap Kavin cepat. Kini bibir Ashel yang jadi sasarannya. Bukan hanya mengecup tapi kini Kavin sudah mel*matnya dengan cepat.


Ashel tidak mampu menahan dirinya, ia menjatuhkan dirinya ke sofa sehingga menjadi tidur terlentang. Kavin berada diatas tubuh Ashel dengan gagahnya mampu membuat istrinya melupakan buah buahan yang sedang dimakannya.


Bahkan buah buahan itu sudah jatuh berserakan ke bawah.

__ADS_1


"I want you," bisik Kavin.


"Jangan disini," ucap Ashel berusaha menahan suaminya. Ia tidak mau melakukan hal intim seperti itu di sembarang tempat.


Memang semua pekerja sudah kembali ke rumah mereka masing masing dan akan kembali di pagi harinya, namun tetap saja, Ashel tidak mau disini.


"Why? Apa kamu tidak mau mencoba hal baru?" Tanya Kavin. Ia menghentikan kegiatannya sejenak dan menatap istrinya.


"Aku takut ada orang mas. Aku gak mau dilihat dalam keadaan seperti ini," ucap Ashel. Ia bahkan menaikan kedua tangannya untuk menutupi area dadanya.


Kavin menghela nafasnya. Ia mengambil telepon rumah dan menghubungi Jonathan, bawahannya.


"Jangan sampai ada yang masuk ke rumah. Jika sampai itu terjadi, nyawa mu yang menjadi taruhannya," ucap Kavin. Ia kemudian menyimpan kembali telepon itu.


Ruang tv yang mereka tempati berada di bagian paling dalam. Jadi jika pun ada orang yang masuk, mereka tidak akan mungkin menciduk kegiatan Kavin dan istrinya.


"Aku tidak bisa menahannya lagi," ucap Kavin.


Dan semuanya terjadi begitu saja. Ashel tidak dapat menahan suaminya yang sudah di penuhi nafsu.


Mereka berdua melakukannya di sofa. Beruntung sofa yang mereka tempati cukup besar sehingga tidak perlu takut jatuh.


Suara tv dan desah*n keduanya saling bersahutan. Kavin sengaja menaikan volume suara tv agar bisa meredam suara desah*n istrinya. Ia tidak mau bahkan tidak rela jika ada orang lain yang mendengar suara merdu itu.


Ashel sedang merapikan rambutnya dengan berkaca melalui kaca mobil. Pagi ini ia hampir terlambat masuk kelas akibat ulah suaminya ini.


Tadi pagi Ashel bangun lebih dulu, ia bangun sekitar pukul enam. Ashel berendam dulu untuk meredakan badannya yang pegal pegal.


Namun selang beberapa menit ia berendam, tiba tiba ada yang ikut masuk ke dalam bathup. Tentu saja ia terkejut dan langsung membuka matanya.


Suaminya datang dengan wajah bantalnya dan menimpa tubuhnya. Ashel sudah berusaha menyingkirkan tubuh suaminya namun nihil.


Tiba tiba ia merasakan ada sesuatu yang mengganjak di bawah sana. Ia sudah tahu itu apa dan langsung melihat ke arah suaminya.


Kavin menatapnya dengan pandangan memelas. Mau tak mau Ashel harus menuruti kemauan suaminya itu.


Percintaan singkat di kamar mandi pun selesai dan Ashel segera bergegas mandi bersama Kavin. Hampir saja Kavin akan kembali menerkamnya namun untungnya Ashel bisa cepat menghindar.


"Udah dong yang jangan cemberut. Yang penting kan kamu gak telat ke kampusnya," ucap Kavin. Sebab sejal tadi istri kecilnya ini tetap memasang wajah cemberut.


"Lagian kamu, gak puas banget. Padahal kan semalem udah, paginya masih minta. Untung aja aku gak telat masuk kampus," dumel Ashel. Sedangkan Kavin menahan senyumnya karena ini memang kesalahannya.

__ADS_1


Mau bagaimana lagi? Kavin sebenarnya sangat ingin terus terusan melakukan itu bersama dengan Ashel. Namun ia tidak mungkin memaksanya juga.


"Iya maaf. Sebagai gantinya nanti pulang kuliah aku ajak kamu ke suatu tempat deh. Yakin kamu seneng aku ajak kesana, gimana?" Tanya Kavin. Matanya tetap fokus menyetir ke depan.


"Kemana? Jangan so misterius deh. Kamu tahu kan mas aku gak suka kalo kamu kayak gitu," ucap Ashel. Ia sedang menggunakan lipstik ke wajahnya.


Sejak menikah dengan Kavin, Ashel memang selalu memakai make up tipis. Entah mengapa. Biasanya ia sangat jarang sekali memakai hal hal seperti ini.


"Jangan cantik cantik. Kamu udah punya suami," peringat Kavin pada istrinya yang sedang memoleskan make up.


"Yakali istri CEO jelek mas. Nanti kan kamu juga yang kena kalo aku gak urus diri aku," ucap Ashel.


"Oh iya, kita mau kemana? Kamu belum jawab pertanyaan aku," sambungnya.


"Ada, nanti kamu juga tahu."


Ashel menghela nafasnya. Lagi dan lagi selalu kata kata itu yang keluar dari mulut suaminya saat Ashel menanyakan mereka akan kemana.


"Lama lama aku kesel loh mas sama kamu. Kan udah dibilang jangan so misterius," ucap Ashel.


Kavin menghentikan mobilnya di depan gerbang kampus istrinya. Ia kemudian menoleh ke arah istrinya.


"Kalo aku kasih tahu sekarang kan namanya bukan surprise sayang," ucap Kavin. Ia memajukan tubuhnya untuk melepas seat belt milik istrinya setelah seat belt miliknya terbuka.


"Ya padahal tinggal kamu kasih tahu aja sih susah banget. Aku gak mau surprise kayak gitu. Jatohnya malah aku yang kepikiran karena penasaran," ucap Ashel.


Cup...


"Kamu bakalan tahu nanti. Kuncinya sabar, oke istri," ucap Kavin.


"Semerdeka kamu. Males aku," ucap Ashel ketus. Ia pun mengambil tasnya dan hendak membuka pintu mobil namun Kavin menahannya.


"Gak boleh kesel dong apalagi ketus sama suami sendiri. Sini cium tangan dulu sama kissnya belum," ucap Kavin.


Ashel pun menurut dan mencium tangan suaminya. Sedangkan Kavin mencium kening istrinya.


"Bibirnya belum. Aku butuh amunisi buat kerja," ucap Kavin. Ashel pun mengecup cepat bibir suaminya namun Kavin tak kehilangan akal, ia menarik tubuh istrinya untuk duduk di pangkuannya dan ******* bibir istrinya yang sepertinya sudah menjadi nikotin untuknya.



...Potret pasutri baru yg sering ehem...

__ADS_1


Tbc.


Kalo ada typ maap y ges


__ADS_2