My Little Wife

My Little Wife
Bab 365 : Kembali Ke Boston


__ADS_3

Happy reading♡


Setelah kejadian kemarin, Fello dan Ayu mencoba untuk meminta maaf pada Ashel namun wanita itu tidak mau menemui mereka. Terpaksa Ayu dan Fello pun kembali ke apartement lagi. Bulan madu mereka ditunda karena hal ini.


Sementara Ashel, ia masih belum bisa menerima semua ini. Bahkan perilaku Ayu kemarin yang malah menyalahkannya. Ashel benar benar kecewa dengan hal itu. Tapi beruntungnya, Kavin selalu ada di sisinya dan menguatkannya.


Sesuai dengan ucapan Kavin kemarin, hari ini ia memutuskan untuk kembali ke Boston saja. Kedua orang tua mereka sudah tahu dan mengantar mereka ke bandara. Termasuk dengan kakek nenek dari kedua belah pihak.


"Hati hati ya, grandma akan selalu mendoakan kalian," ucap Ningrat.


"Grandpa akan mengunjungi kalian nanti. Doakan kami lansia ini agar selalu sehat agar bisa terus melihat pertumbuhan cicit cicit kami," ucap Prabu.


"Iya grams, Riana akan selalu mendoakan kalian berdua," ucap Ashel.


"Bunda sama Ayah belum bisa berkunjung ke Boston dalam waktu dekat ini. Perusahaan Ayah memiliki beberapa kendala disini," ucap Anna.


"Gak papa bun. Riana ngerti kok," ucap Ashel.


"Mama akan segera menyusul kalian setelah urusan disini selesai," ucap Sarah.


Ashel menganggukan kepalanya. "Makasih ya selalu jaga Riana dan anak anak Riana selama disini. Riana akan merindukan kalian semua."


Ashel pun berpelukan dengan mereka semua sebelum pergi. Ketiga anaknya sudah masuk ke dalam pesawat. Sebelum naik, Ashel melambaikan tangannya.


Mereka semua menjauh saat pesawat sudah ditutup pintunya. Sebentar lagi pesawat akan lepas landas. Mereka melambaikan tangannya saat pesawat yang membawa Ashel dan keluarganya mulai terbang.


"Aku meminta maaf karena kejadian di pesta kemarin kepada kalian," ucap Faraz.


"Itu kecelakaan, kami juga tidak bisa memprediksinya. Sekarang lebih baik kita fokus lagi pada pertumbuhan cucu cucu kita. Kita harus segera menyelesaikan pekerjaan kita agar bisa berkunjung ke Boston," ucap Adi.


"Kau benar Di," ucap Faraz. Mereka semua pun kembali ke parkiran untuk kembali ke rumah masing masing.

__ADS_1


Terkait Bagas, pria itu masih berada di tangan Kavin. Kemarin Kavin meminta bawahannya untuk memberikan luka lebam yang sama seperti apa yang di dapatkan oleh anaknya.


Luka lebam diberikan dengan cara memukuli tubuh Bagas dengan balok kayu yang sengaja dipasang paku. Sehingga saat balok itu menerpa kulit tubuh Bagas, maka akan ada luka juga. Selain itu Kavin juga terus memberikan obat halusinasi agar pria ini semakin gila.


Penyiksaan itu dilakukan selama tiga hari lamanya. Dan dua hari dilakukan untuk menghilangkan bekas luka namun luka dalamnya masih ada. Setelah itu Bagas diserahkan pada pihak berwajib. Namun polisi tidak mempenjarakan Bagas, justru Bagas dimasukan ke rumah sakit jiwa. Keluarga Ayu hanya bisa pasrah saja. Lagi pula di RSJ nanti Bagas akan dapat penanganan.


Setelah kejadian itu juga, Fello dan Ayu belum bertemu lagi dengan Ashel. Ashel memang sengaja tidak mau menemui mereka. Kejadian dimana Ling menangis kencang dan kesakitan mengambil alih ingatannya, setiap melihat Ayu ia pasti akan teringat pada tangisan Ling.


"Ma, pa, habis dari mana?" Tanya Fello saat melihat kedua orang tuanya baru datang.


"Dari luar," ucap Sarah.


"Ma, pa, Ayu ijin pergi ke rumah Ashel dulu sama Fello," ucap Ayu.


"Untuk apa, mereka sudah tidak disini. Dan panggil Rafello dengan sebutan 'mas' atau apapun itu. Jangan panggil nama, bagaimana pun dia suami kamu sekarang. Kamu harus menghormati dia," ucap Sarah. Ia pergi begitu saja dari sana.


"Pah, apa mama masih kecewa sama Ayu?" Tanya Ayu.


"Abang pergi kemana pah?" Tanya Fello.


"Dia kembali ke Boston karena takut trauma istrinya kembali muncul. Kamu ingat kan dulu Ashel diculik sampai buat dia trauma. Makanya Kavin membawa dia pergi untuk antisipasi. Saran papa, kalian lebih baik jangan menemui Ashel atau pun Kavin dulu. Biarkan semuanya reda dulu," ucap Faraz.


"Iya pah. Makasih," ucap Fello. Faraz mengangguk sekilas dan pergi menyusul istrinya.


"Aku bersalah banget ya? Sampe sampe Ashel gak mau temuin aku lagi. Aku emang egois sampe sampe aku gak bisa lihat kesalahan yang dilakukan adik aku," ucap Ayu.


"Udahlah byy, toh semuanya juga udah terjadi. Kita tinggal di apartment dulu aja untuk sementara waktu. Bener yang dibilang papa, kita harus menjauh dulu sampai keadaanya lebih baik lagi," ucap Fello.


Ayu mengangguk sekilas dan mengikuti ucapan suaminya. Ia tidak menyangka jika satu hari setelah pernikahannya, adiknya malah berbuat ulah seperti ini sampai keadaan jadi kacau.


***

__ADS_1


Sementata itu di dalam pesawat. Mereka sudah berada di udara sejak beberapa menit yang lalu. Ashel membawa anak anaknya untuk tidur di kasur yang ada di pesawat. Kavin pergi menyusul mereka.


"Ayang," panggil Kavin.


"Iya mas, kenapa?" Tanya Ashel.


"Gimana keadaan Ling?" Tanya Kavin.


"Ling lebih baik dari sebelumnya. Lebamnya sudah mulai mereda tapi masih ada bekasnya. Mungkin perlu beberapa hari lagi buat dia sembuh," ucap Ashel.


Kavin bergerak mendekat ke arah Ashel dan memeluk wanita yang menjadi istrinya itu.


"Kuat ya? Baby's gak bisa apa apa kalo gak ada maminya," ucap Kavin. Ashel membalas pelukan suaminya.


"Aku kira cukup aku aja yang menderita dulu, kenapa sekarang malah nimpa sama anak aku? Apa aku yang dulu menderita aja gak cukup mas? Kenapa mereka selalu berbuat jahat," ucap Ashel. Air matanya sudah turun, ini yang Kavin takutkan.


"Ssttt, jangan nangis sayang. Kamu kuat, kasihan baby's kalo lihat maminya nangis loh," ucap Kavin.


Ashel menghapus air matanya dan terus memeluk suaminya. Tidak ada yang lebih menenangkan dari pada pelukan hangat suaminya ini.


"Kita bobo ya sama baby's. Perjalanan masih jauh soalnya," ucap Kavin.


"Tapi peluk," ucap Ashel.


"Iya sayang," ucap Kavin. Mereka pun naik ke atas tempat tidur luas dimana ketiga anak mereka sudah tertidur. Briella memeluk tubuh kakaknya, Ling sejak tadi. Anehnya Ling tidak terganggu sama sekali. Justru tidur anak itu sangat lelap.


"Lihat, Briella aja sampe peluk kakaknya saking sayangnya," ucap Kavin.


"Mereka lucu amat sih mas. Coba kamu foto deh," pinta Ashel. Kavin pun mengeluarkan ponselnya dan memotret Briella yang sedang memeluk Ling. Sementara Kai, anak bayi hiper aktif itu tidur di ujung. Untungnya ada penghalang disana jadi Ashel tidak perlu takut bayinya akan terjatuh ke bawah.


"Udah ya sekarang bobo. Dari kemarin tidur kamu kurang baik. Nanti malah sakit," ucap Kavin.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2