My Little Wife

My Little Wife
Ep. 110 >>> TER SE SAT


__ADS_3

"Apa kau mengerjaiku?" Zico menghampiri Azalea yang baru keluar dari kamar mandi.


"Tidak..." Azalea menggeleng cepat.


"Tapi mulutku tidak bau." Zico ngotot.


"Ah masa sih." Sambil menunjukkan ekspresi nya yang nyeleneh. Azalea berjalan menuju ruang tengah.


"Beneran, nih coba kamu cium kalau gak percaya." Zico mengikuti Azalea, dan tidak terima jika Azalea mengatakan nafasnya bau bahkan sampai muntah.


"Gak mau." Azalea langsung menutup hidung, dengan kedua tangannya.


Zico langsung memaksa menarik tangan Azalea sambil terus menghembuskan nafasnya. "Hah hah hah... Gak bau kan."


Azalea terkekeh sambil mempertahankan posisi tangannya agar tidak menjauh dari hidung nya.


"Gak Leaaaa! Nafas aku gak bau." Zico ikut terkekeh.


*


*


"Apa kau sudah mengurus semuanya?" Tanya Biandra pada sekertarisnya. Yang diminta olehnya untuk mendaftarkan Queen di sekolah, dan memberikan penjagaan yang ketat disana.


"Semuanya sudah beres pak."


"Pastikan Maya tidak bisa mendekat, walaupun dengan jarak 100m dari Queen."


"Baik Pak."

__ADS_1


Biandra mematikan panggilan itu.


Ada sedikit rasa kekhawatiran dalam hatinya. Untuk membiarkan Queen bersekolah. Dia tahu betul sifat asli Maya, gadis itu bisa bersikap sangat gila ketika ingin mencapai keinginannya.


Biandra hanya bisa memberikan pengawasan yang ketat, dan berharap Maya tidak melakukan hal gila seperti dugaannya.


"Papa, you can help me. Please!" Imbuh Queen dan membuyarkan lamunan Biandra.


"Tentu, kau butuh sesuatu?"


Queen meraih tangan Biandra, lalu membawanya menuju ke kamar Biandra.


"Bisa kau ambilkan itu?" Sambil menunjuk ke arah baju Maya yang masih berada di dalam lemari.


"Untuk apa?" Tanya Biandra yang tidak mengerti.


"Aku ingin memeluk nya."


"Hemm ... Baiklah." Biandra juga tidak tega, jika tidak menuruti keinginan Queen. Akhirnya dia mengambil salah satu baju Maya, dan memberikan nya pada Queen. Dan itu, juga salahnya. Mengapa tidak menyingkirkan baju itu sejak lama.


Setelah mendapatkan apa yang di inginkan nya. Queen berlalu pergi, meninggalkan kamar Biandra.


Biandra langsung mengambil semua baju Maya yang masih terpajang rapi di dalam lemarinya. Memasukkannya kedalam sebuah koper, dan berniat untuk membakar nya.


*


*


Azalea, masih menunggu kepulangan suaminya.

__ADS_1


Berulang kali dia melihat jam dinding yang terus saja berdetak memecahkan keheningan malam yang begitu sunyi.


Tidak biasanya Zico pulang terlambat, dan ponselnya mati. Dengan gelisah Azalea terus menunggu tanpa tahu harus menghubungi siapa. Tak ada yang dikenalnya di London, Zico tidak pernah membawanya menemui atau memperkenalkan dirinya pada teman-teman di London.


Disaat seperti itu, Azalea baru menyadari. Bahwa mengenal teman-teman suaminya akan ada gunanya juga.


"Pergi kemana kau Zico!"


Jam sudah menunjukkan pukul 1 malam. Tapi Azalea tidak mengantuk sedikit pun.


Rasa khawatirnya mengalahkan rasa kantuknya.


Azalea kembali melangkah ke balkon rumah. Melihat ke arah jalanan ibu kota yang tidak pernah sepi.


"Ha ha hacyiuuu..." Karena terlalu lama berada di balkon dengan piyama tipisnya, akhirnya membuat Azalea bersin berulang kali. Tapi itu masih belum juga membuat dia menyerah untuk menunggu Zico pulang.


Bahkan hidungnya sudah mulai berair, gejala pilek.


Sampai akhirnya, yang ditunggu pulang tepat jam 2 malam.


"Apa kau tersesat?" Tanya Azalea yang langsung menghampiri Zico di ruang tengah.


.


.


.


.

__ADS_1


.


NEXT>>>


__ADS_2