My Little Wife

My Little Wife
Bab 288 : Speed Boat


__ADS_3

Happy reading♡


Ashel langsung bangun saat melihat siapa yang datang. Sedangkan Nando sedang kesakitan akibat kumis palsu yang ia cabut begitu saja dari atas bibirnya.


"Lo kok bisa disini Nan? Gimana caranya?" Tanya Ashel.


"Sstt, pelanin suara lo. Yang ada nanti malah ketahuan bodyguard diluar," ucap Nando.


Ia pun duduk di ranjang Ashel. Namun sebelum itu ia mengunci pintunya karena takut ada yang masuk.


"Keadaan suami lo baik baik aja. Dia baru pulang dari rumah sakit tiga hari yang lalu. Dia udah kayak orang setres ditinggal bininya," jelas Nando.


"Mas Kavin masuk rumah sakit?" Tanya Ashel.


Nando menganggukan kepalanya, "Kecelakaan yang disebabkan Liam cukup parah jadi suami lo harus dibawa ke rumah sakit."


Ashel terduduk lemas. Pantas saja selama ini Kavin belum menemukannya. Ternyata belahan jiwanya itu menderita luka parah karena Liam.


"Kenapa lo bisa tahu gue disini?" Tanya Ashel.


"Liam kakak gue. Kita kembar tapi tak seiras," ucap Nando. Ashel speechless mendengarnya.


"Nanti gue jelasin. Lo mending ikut gue keluar dari pulau ini. Liam pulang besok dari Jerman. Papa juga sengaja buat dia pergi ke Jerman karena tahu lo disekap sama Liam," ucap Nando.


"Gimana caranya?" Tanya Ashel.


"Gue bawa speed boat. Ada di arah utara, soalnya itu arah yang gak kelihatan bodyguard," ucap Nando. Ia pun celingukan ke arah luar kamar Ashel. Memastikan tidak ada cctv dan bodyguard. Cctv memang tidak ada, namun beberapa bodyguard masih berjaga.


"Gimana Nan? Kan banyak yang jaga," ucap Ashel.


"Kuncinya sabar. Gue lagi mikir dulu ini," ucap Nando. Ashel mendelik. Dalam situasi seperti ini, Nando masih saja melawak. Meskipun lawakannya itu garing.


"Nah ini, lo coba keluar. Terus lo pura pura mau ngambil air. Dari arah dapur ada pintu keluar. Gue nunggu disana. Soalnya itu area yang enggak dijaga," ucap Nando.

__ADS_1


"Oke. Lo hati hati ya," ucap Ashel. Nando menganggukan kepalanya dan kembali memakai kumis palsunya. Ia juga memakai kacamata. Nando keluar lebih dulu baru di susul Ashel.


Ashel berjalan biasa saja menuju dapur. Ia berpura pura membuka kulkas. Pelayan yang suka masak pun sudah tidak ada. Sepertinya dia sudah tidur. Ashel berdiri di dekat pintu keluar yang ada di dapur. Tak lama dari itu, Nando membukanya dan Ashel keluar.


Mereka berjalan sembari celingukan ke berbagai arah. Takutnya ada yang melihatnya. Namun saat mereka sampai di speed bot, sebuah tembakan meluncur. Sudah pasti itu tembakan dari bodyguard Liam.


Dengan cepat Ashel dan Nando masuk ke speed boat. Nando meminta Ashel mengendarainya karena Nando akan ikut menembak juga ke arah bodyguard itu. Beruntung Ashel mahir menggunakan speed boat.


Ashel beberapa kali terkejut saat mendengar suara tembakan di luncurkan. Namun ia harus tetap membawa speed boat ini ke pinggir pantai.


"Arghhh," ringis Nando saat tangannya terkena tembakan.


"Cepet bawanya Shel. Lo juara di arena, yakali bawa speed bot memble," ucap Nando. Ia menahan rasa sakit di tangannya.


"Diem lo. Ini beda, ini diatas air. Salah perhitungan aja kita berdua kecemplung," ucap Ashel.


Bodyguard bodyguard Liam mengejar Ashel menggunakan kapal berukuran sedang. Ashel cukup kesulitan karena lautan yang gelap. Namun beruntungnya ia cepat sampai di daratan. Disana sudah ada mobil Nando.


***


Ardian tersenyum miring saat melihat resort itu. Ia pun turun dari atas yacht-nya setelah sampai. Bergerak perlahan bersama bodyguardnya dan juga Max. Mereka semua sudah mengepung pulau itu.


Ardian menendang pintu rumah yang ada di depannya. Ia berjalan masuk ke dalamnya, disana hanya ada beberapa bodyguard yang langsung dilumpuhkan bodyguard Ardian.


Ardian berjalan menyusuri ruangan yang ada di dalam rumah itu. Hingga ia sampai di sebuah ruangan yang ia yakini ini kamar. Ia pun membukanya perlahan, namun kosong.


"Tuan, semua bodyguard disini sudah mati. Hanya ada satu wanita ini saja," ucap Max. Ia mendorong wanita itu untuk duduk di depan Ardian.


"Tolong, ampuni saya tuan," ucapnya bergetar.


"Katakan, kemana semua orang yang ada disini," tanya Ardian.


"T-tadi a-ada orang yang membawa w-wan-ita ham-il dari sini. Lalu mereka ber-gerak mengejarnya," ucapnya terbata bata.

__ADS_1


"Kembali ke dermaga. Sepertinya adik ku sudah dibawa seseorang," ucap Ardian.


"Baik tuan."


***


Sementara itu diatas udara tepatnya di dalam pesawat, Kavin bersama papa dan mamanya sedang menuju ke Indonesia. Sejak tadi perasaan Kavin tidak enak. Entah mengapa ia terus memikirkan keadaan istrinya. Sarah yang berada tak jauh dari Kavin pun tahu perasaan anaknya. Ia juga sama khawatirnya dengan Kavin.


"Adi mengirimi pesan pada papa, dia bilang dia juga akan ke lokasi dimana Ardian berada," ucap Faraz.


"Anna juga sejak mendengar ini terus saja menangis. Aku tahu perasaannya seperti apa, terlebih Riana anak kesayangannya," ucap Sarah.


"Kavin gak becus jagain mereka ma. Kavin yang salah," ucap Kavin.


"Kamu itu anak laki laki Kavin, siapa yang menduga akan kejadian seperti ini. Jangan selalu menyalahkan diri mu, Riana pasti gak suka dengernya," ucap Sarah.


"Itu benar Kav. Selama ini kamu sudah menjaga menantu kami, kejadian seperti ini tidak ada yang bisa menduganya. Semoga saja setelah kita semua sampai, kita bisa cepat menemukan istri mu itu," ucap Faraz.


Kavin hanya mengangguk lemah. Ia tidak tahu lagi harus merespon seperti apa. Kavin kembali menundukan kepalanya. Ia menutup matanya dan terus meminta kepada sang pencipta untuk keselamatan istrinya.


"Kav, kamu makan dulu nanti makan obatnya sehabis makan berat," ucap Sarah. Kavin membuka matanya. Di depannya sudah terhidang nasi putih dengan lauk ayam goreng. Ayam goreng adalah makanan kesukaan istrinya.


"Ma, apa Riana udah makan ya? Makannya teratur atau enggak? Ayam goreng kesukaan dia," ucap Kavin.


"Nak, istri kamu baik baik saja. Dia itu wanita kuat, percayalah istri kamu bukan orang bodoh. Dia gak akan mungkin ngosongin perutnya. Apalagi anak anak kamu hobby banget nyemil," ucap Sarah.


Kavin tertawa kecil. Memang benar, semenjak Ashel hamil anak anaknya. Wanita itu memang sering meminta buah buahan untuk menemani kesehariannya saat sedang gabut. Buah yang paling ia sukai adalah melon dan anggur. Bahkan Kavin sudah menyiapkan banyak anggur yang ia beli dari Jepang langsung untuk istrinya.



Si bumil yg tdk habis pikir dengan tingkah laku nando. Sudah tahu urgent sempat sempatnya melawak😭👍


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2