My Little Wife

My Little Wife
Bab 335 : Keterlaluan


__ADS_3

Happy reading♡


Anna dan Sarah terbangun pukul tujuh pagi. Anna sudah mengatakan jika si kembar sudah dibawa maminya ke atas. Mereka pun mandi bergantian. Sebenarnya masih ada kamar mandi lain, namun Sarah lebih baik menunggu saja di kamar mandi ini.


Setelah mereka selesai mandi, mereka pun numpang makan pagi dulu kemudian pergi dari mansion anak anak mereka. Mereka hanya meninggalkan pada pelayan di mansion jika mereka harus pergi pagi karena harus menemani suami suami ke pesta pernikahan rekan bisnisnya.


Sementara itu di dalam kamar, Ashel masih tertidur pulas. Kavin sendiri sudah bangun karena ia harus menenangkan Briella yang menangis ingin minum asi. Setelah Briella kini Kai. Kavin sendiri tidak masalah. Yang terpenting istrinya tidak kebangun. Kasihan sekali melihat istrinya yang tertidur lelap karena kelelahan.


Tak sadar waktu karena mengajak anak anaknya bermain sejak tadi. Sekarang sudah pukul sembilan pagi, Kavin meminta pengasuh untuk memandikan anak anaknya dan menggantikannya baju baru. Sementara Kavin membersihkan sprei dan menggantinya dengan yang baru. Ia juga sudah mandi dan membersihkan diri.


Si kembar masih dibersihkan oleh baby sisternya. Kavin sendiri mengecek istrinya yang masih tertidur lelap. Pria itu tersenyum kecil dan mengecup kening istrinya sayang. Ia menaikan selimut untuk menutupi tubuh istrinya dan pergi dari sana.


Kavin turun ke ruang tv. Disana anak anaknya sedang bermain dengan para pengasuhnya. Kavin pun berjalan mendekat ke arah anak anaknya berada.


"Kalian bisa kembali," ucap Kavin.


"Baik tuan," ucap mereka. Mereka pun pergi meninggalkan bayi bayi menggemaskan itu.


"Selamat pagi anak anak ganteng dan cantiknya papi. Gimana, udah seger gak? Kan udah mandi ya," ucap Kavin. Anak anak mereka sudah tidak suka di balut dengan kain. Mereka pasti akan mengamuk dan menangis.


Pengasuh mereka tadi sudah memakaikan baby's popok sehingga Kavin tidak perlu kesusahan untuk selalu mengganti celana anak anaknya ketika mereka ngompol.


***


Sekitar pukul sebelas pagi Ashel terbangun dari tidurnya. Wanita itu lantas langsung mencari keberadaan anak anaknya yang tiba tiba tidak ada di kamarnya. Saking pulasnya tidur ia sampai tidak menyadari jika anak anaknya sudah tidak ada.


Ashel berjalan aneh sebab miliknya terasa nyeri. Semua karena ulah suaminya itu. Ashel tidak bisa menolaknya. Nafsu suaminya sangat menggebu gebu semalam.


"KAI."


"LING."

__ADS_1


"BRIELL, KALIAN DIMANA?" teriak Ashel menggema, bahkan teriakannya itu sampai terdengar ke ruang tv dimana Kavin dan anak anaknya berada.


Terlintas ide jahil di otak cerdasnya. Kavin pun memanggil pengasuh anak anaknya dan meminta mereka membawa ketiga anaknya ini dibawa ke kamar tamu, tempat dimana malam tadi mereka tidur.


Kavin sendiri berlagak sedang menonton tv dengan tenang. Padahal di dalam hatinya ia takut sekali. Tapi anehnya ia tetap melakukan hal seperti ini.


"MAS, BABY'S MANA? KOK GAK ADA DI KAMAR," teriak Ashel dari kejauhan.


"Hah? Kok gak ada? Kan tadi pagi aku lihat kamu bobo sama mereka. Masa gak ada sih yang, jangan ngadi ngadi deh," ucap Kavin. Wajahnya terlihat sangat serius menanggapi ucapan istrinya.


"Serius mas. Mereka gak ada, baby's kemana?" Ucap Ashel panik.


"Kita lihat lagi ke atas, masa iya gak ada. Mata kamu siwer kali, kan baru bangun tidur," ucap Kavin.


"Enggak. Aku emang baru bangun tapi mata aku masih berfungsi mas," ucap Ashel kekeuh.


Kavin sebenarnya ingin tertawa terbahak bahak saat ini melihat ekspresi istrinya yang sangat menggemaskan. Kapan lagi kan Kavin membuat istrinya itu sepanik ini.


Nomor bundanya tidak aktif. Ashel semakin panik saja, sedangkan Kavin baru turun dari lantai dua. Ia sengaja naik ke atas dengan gabut, padahal dia sudah tahu jika anak anaknya tidak ada disana.


"Mereka gak ada yang, kok bisa sih?" Tanya Kavin.


"Aku juga gak tahu," ucap Ashel. Matanya sudah berkaca kaca dan suaranya sudah purau. Ia sangat takut sekali saat ini. Rasa sakit di selangk*ngannya ia abaikan begitu juga rasa pening di kepalanya akibat bangun terburu buru.


"Kalian dimana? Please jangan buat mami khawatir," gumam Ashel. Ia sangat takut sekali anaknya kenapa napa. Dan anehnya suaminya ini hanya diam saja.


"Mas, anak anak kamu ilang. Kenapa kamu diem aja kayak gak khawatir gitu?!" Tanya Ashel kesal.


"Lah, kan mereka sama kamu tadi, kok nyalahin aku?" Tanya Kavin.


"Gak gitu mas, ih, tau ah. Kamu emang gak sayang sama baby's," ucap Ashel. Wanita itu kembali berjalan terpincang pincang menuju ke depan rumah. Ia sesekali meringis kesakitan dan berhenti sejenak. Kavin yang tidak tega pun menghampiri istrinya.

__ADS_1


"Kamu kenapa? Sakit ya itunya?" Tanya Kavin.


"Ini gak penting, yang penting dimana anak anak sekarang. Masa iya mereka ilang. Mansion ini dijaga banyak bodyguard," ucap Ashel. Air matanya sudah jatuh.


Ibu mana yang tidak khawatir anaknya menghilang begitu saja. Ashel tentu saja takut terjadi apa apa dengan anak anaknya. Wanita itu kembali merintih kesakitan. Area miliknya benar benar sakit.


Ashel menepis tangan suaminya yang sedang mencekal tangannya. Ia kembali berjalan namun Kavin menahannya. Tepat di depan kamar tamu, beberapa meter dari jarak Ashel berdiri terdengar keras suara tangisan ketiga anaknya. Ashel langsung berlari menuju ke sumber suara dan tidak memperdulikan rasa sakitnya.


Brakk..


Ashel mendorong pintu kamar tamu sekuat tenaga. Disana ia menghembuskan nafas leganya saat melihat anak anaknya yang sedang diasuh para pengasuhnya.


"Baby's," gumam Ashel. Wanita itu pun naik ke atas kasur dan mengecupi anak anaknya.


"Maafin mami ya? Mami keterlaluan karena ketiduran," ucap Ashel. Kai dan Ling menghentikan tangisnya saat sudah mendengar suara maminya, sementara Briella masih menangis. Ashel pun memangku anak itu. Ia mencoba menenangkan Briella. Lalu tatapannya beralih pada pelayan pelayan yang sedang berdiri disana.


"Kalian sengaja ambil bayi ini tanpa persetujuan dari saya?" Tanya Ashel, tatapan majikan mereka berubah jadi tajam.


"Maaf nyonya, tuan Kavin meminta kami memandikan tuan dan nona muda. Jadi kami membawanya."


"Lalu kenapa kalian membawa mereka ke kamar ini? Apa di ruang tv seperti biasanya tidak bisa?" Tanya Ashel. Kavin mengkode pada pelayan itu untuk beralasan namun Ashel mengancam akan memecat mereka jika mereka tidak jujur.


"Tuan Kavin yang meminta kami membawa mereka kesini saat nyonya mencari mereka," ucapnya.


Tatapan Ashel menatap ke arah Kavin. Ia tidak percaya suaminya setega itu padanya. Padahal semalam Ashel sudah mengabulkan keinginannya.


Tbc.


Kapin keterlaluan ga sih?😌


Ramein guyss, mampir ke cerita aku yang lainnya juga yaaaa thnk uuu😊

__ADS_1


__ADS_2