
Happy reading♡
Akhirnya, hari yang ditunggu tunggu oleh Fello dan Ayu pun tiba. Hari ini, di depan penghulu dan semua saksi, Fello dengan lantang mengucap ijab kabul. Hanya dalam satu kali tarikan nafas akhirnya Fello berhasil menjadikan Ayu sebagai istrinya. Tangis di wajah kedua orang tua Ayu terlihat, melihat putrinya yang kini sudah memiliki pelabuhannya.
Ashel sebagai sahabat juga merasa bahagia akhirnya Ayu tidak ngenes lagi. Tidak disangka sangka, dulu mereka adalah musuh tapi sekarang mereka malah menikah. Bahkan Ashel sejak tadi sudah mengejek kedua manusia itu.
Hanya ada keluarga dan kerabat terdekat saja. Karena tamu undangan akan datang nanti malam di acara resepsinya.
"Dulu musuhan sekarang malah nikah. Mana dulu dengan lantangnya bilang gak sudi nikah satu sama lain. Ternyata sekarang lagi trend-nya jilat ludah sendiri ya mas?" Tanya Ashel. Ia sengaja sedikit mengeraskan suaranya agar bisa didengar oleh Ayu dan Rafello.
"Demen banget ya allah nistain gue. Udah kali kak, masa iya masih nistain gue," ucap Fello pasrah.
"Kan emang bener yang dibilang mantu mama, good job maminya baby's," ucap Sarah yang duduk di kursi sebelah pelaminan yang sengaja disiapkan oleh pihak WO untuk kedua orang tua masing masing mempelai.
"Ya salam," ucap Fello pasrah sedangkan Ayu hanya diam saja karena malu. Apa yang diucapkan oleh Ashel benar sekali.
"Jadi laki laki bertanggung jawab, sekarang tugas abang buat jagain kamu sebagai adek abang udah selesai. Jadi keluarga yang bahagia kalian berdua," ucap Kavin.
"Jangan ngomong kitu kali bang, gue gak mau nangis a elah," ucap Fello. Ia pun saling berpelukan dengan abangnya.
"Selamat ya, sekarang udah gak nt lagi," ucap Ashel.
"Thanks ya kakak ipar," ucap Ayu. Mereka juga berpelukan. Sesi terakhir sebelum turun adalah foto bersama.
Acara pernikahan Ayu dan Fello memilih pernikahan adat sunda. Teman teman Ayu juga hadir. Mereka menjadi brides maid di acara penting ini. Saat ini semua orang yang datang sedang memakan jamuan yang disediakan oleh pemilik acara.
Ayu masih tidak menyangka jika dirinya akhirnya menikah dengan orang yang dulunya sangat ia benci. Ayu benci karena Fello selalu mencari masalah dengannya. Setiap mereka bertemu Fello pasti mengajaknya ribut.
"Sah ya? Siap siap kita langsung ke Italia buat honeymoon," ucap Fello membuat Ayu menundukan kepalanya karena malu.
Kebaya putih serta hiasan mahkota membuat Ayu tampil sangat cantik ditambah juga dengan make up glamour. Sejak tadi Ayu menjadi pusat perhatian.
"Kenapa Italia? Berarti besok kita langsung berangkat dong?" Tanya Ayu.
"Karena aku suka Italia. Abang sama kakak ipar kan honey moon-nya ke Paris, Indonesia, sama Swiss. Dan aku pengennya ke Italia, Lombok, sama Korea," ucap Fello. Ia memasukan list Korea karena Ayu sangat menyukai negeri gingseng itu.
"Korea? Really?" Tanya Ayu excited.
__ADS_1
"Iya sayang. Siap siap aja gak bisa jalan," ucap Fello tersenyum miring. Tubuh Ayu langsung menegang seketika.
***
Malam harinya, semua tamu undangan dari kalangan pebisnis hadir ke aula hotel milik Kavin. Sebelum masuk mereka diperiksa dulu takutnya ada yang mencurigakan. Apalagi Ayu tidak mengundang Dimas. Takutnya pria itu membuat onar disini.
Gaun berwarna silver dengan taburan manik manik melekat di tubuh Ayu. Wanita itu menyanggul rambutnya dengan ditambahkan sedikit hiasan bunga kristal.
Sedangkan Rafello sudah tampan dan gagah dengan balutan tuxedo warna senada dengan Ayu. Mereka sudah duduk di kursi pelaminan. Di depan mereka, tempat yang tadi digunakan untuk acara ijab kabul sudah tidak ada. Karena area itu akan digunakan sebagai area dance floor.
Sementara Ashel dan Kavin juga tak kalah cantik dan tampannya dengan Ayu dan Fello.
Kavin memakai tuxedo berwarna navy senada dengan rompi yang digunakan oleh anak laki lakinya. Sementara Ashel memakai gaun berwarna navy juga senada dengan gaun Briella.
Keluarga Kavin sangat terlihat mahal dan elegan sekali. Apalagi dengan warna gaun dan tuxedo yang mereka gunakan saat ini. Ketiga bayi Ashel sangat anteng dengan main mereka masing masing.
Kai dan Ling digendong oleh kedua orang tua Ayu sementara Briella digendong Ardian. Yap, anak gadis kecil itu sangat menempel pada Ardian. Sementara Ashel dan Kavin hanya berdua saja. Jarang jarang mereka terlihat santai seperti ini.
"Mas, Dimas gak bakalan kesini kan?" Tanya Ashel.
"Enggak akan sayang. Dia udah aku amanin," ucap Kavin.
"Enggak sayang. Curigaan amat sama suami," ucap Kavin.
"Kan jaga jaga mas aku gak mau kamu kriminal," ucap Ashel. Ia mencomot mini cake yang ada di depannya. Sejak tadi cake itu nampak menggodanya.
"Kissmark kamu kenapa ilang? Padahal baru malem tadi loh kita perang," ucap Kavin saat melihat leher istrinya yang putih mulus.
"Terus kamu mau gitu aku eskpos kissmark aku disini? Really mas?" Tanya Ashel. Mulutnya penuh dengan potongan cake yang sudah ia gigit dan masuk ke mulutnya.
"Bukan seperti itu cinta. Tapi aneh aja, masa bisa secepat itu hilangnya," ucap Kavin.
Ashel menarik suaminya dan berbisik, "Aku pakein concelar. Tapi gak ada yang nutup bekasnya sama sekali, jadi aku pakein corector aja biar aman."
"Pinter," ucap Kavin tersenyum.
Ekhem.
__ADS_1
"Nih anak kamu, dia mau makan katanya," ucap Ardian memberikan Briella pada maminya.
"Amii," panggil Briella tersenyum.
"Iya sayanya ami. Briell lapar ya? Mau mamam?" Tanya Ashel.
Briella menganggukan kepalanya.
"Boleh, mami panggilin dulu suster buat ambil makanannya ya," ucap Ashel. Namun bocah itu menggelengkan kepalanya. Ia justru menunjuk cake yang tadi dimakan oleh Ashel.
"Mau ini?" Tanya Ashel.
"Auu."
"Ya udah, tapi cake-nya aja ya. Jangan sama creamnya," ucap Ashel.
"Au apii mi, au api," ucap Briella.
Ashel mengernyit. Ia mencoba memahami maksud ucapan anaknya.
"Oh, mau makan ini disupain papi?" Tanya Ashel.
Briella menganggukan kepalanya, "Au api."
"Nih anak kamu," ucap Ashel. Kavin menerimanya dan menyuapi anak gadisnya itu.
"Bang, kenapa ka Lupi gak ikut?" Tanya Ashel.
"Dia pergi ke perjodohannya," ucap Ardian.
"Hahh? Kok abang biarin sih?! Cemen amat jadi cowok. Balik Boston gak? Sekarang. Bawa kak Lupi," ucap Ashel.
"Percuma, dia gak cinta sama abang," ucap Ardian. Sejak tadi dia sudah mendudukan bokongnya di kursi yang ada di dekat Ashel.
"Ish, siapa bilang?! Kak Lupi suka cerita sama aku kalo dia itu cinta banget sama abang. Makanya dia mau HS sama abang. Sana abang cepetan pergi ke Boston sekarang," ucap Ashel.
"Hai, maaf ya lama."
__ADS_1
Tbc.